Sabtu, 27 Januari 2018

7 Tempat Wisata Asyik Di Dekat Rumahku

Rumah Hijau Denassa (pic by:RHD)

Berwisata sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang.  Padatnya rutinitas setiap hari sudah pasti membuat tubuh kelelahan.  Sebenarnya dalam aktivitas kita sehari-hari bukan hanya fisik yang lelah tetapi juga otak.  Untuk itu, tak ada salahnya kita memanjakan otot dan otak kita dengan cara berwisata.

Banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi, baik tempat-tempat wisata yang sudah terkenal maupun yang belum banyak dikenal orang.  Entah itu dalam negeri sendiri maupun di negeri orang.  Memilih tempat wisata harus sesuai dengan kondisi keuangan dan ketersediaan waktu yang dimiliki.  Nah, bagaimana jika budget mendukung untuk berwisata ketempat yang populer seperti di Pulau Bali, namun waktu yang dimiliki terbatas untuk itu?.  Jangan khawatir sebab menikmati libur dengan mengunjungi obyek wisata kan tidak harus jauh-jauh. 

Seperti Sabtu dan Minggu kemarin.  Libur dua hari bukan berarti tidak bisa piknik dan menikmati libur.   Saya  manfaatkan  waktu libur dengan berwisata ke beberapa obyek wisata.  Awalnya saya sempat bingung, Tapi.... Ahaa, ide saya muncul.  Bukankah berwisata itu tidak selamanya harus jauh-jauh dari rumah?.   Mulailah saya melirik obyek wisata yang dekat-dekat saja dari rumah  sehingga dalam rentan waktu dua hari saya bisa mengunjungi 7 tempat wisata karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah.  Ke tujuh tempat wisata tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Rumah Hijau Denassa
Seperti biasa jika tidak ada kegiatan, saya selalu meluangkan waktu berkunjung ke rumah orangtua.  Jarak antara rumahku dan rumah orangtuaku tidak terlalu jauh.  Bisa ditempuh dalam waktu 45 menit.  Momen berkunjung ke kampung ini saya manfaatkan untuk mampir ke salah satu rumah pribadi milik Darmawan Denassa yaitu Rumah Hijau Denassa yang lebih dikenal dengan istilah RHD (Rumah Hijau Denassa).

Rumah Hijau Denassa merupakan kawasan konservasi lingkungan yang menyelamatkan kekayaan alam hayati khususnya tanaman lokal, endemik, dan tanaman langka. Darmawan Denassa juga tak henti-hentinya menebarkan virus literasi, terbukti dengan tersedianya taman baca di lokasi RHD.

2.      Bendungan Bili-Bili
Bendungan Bili-Bili adalah bendungan terbesar yang ada di Sulawesi Selatan, yang berlokasi di Kabupaten Gowa, sekitar 30 kilometer dari pusat kota Makassar.  mensuplay kebutuhan air irigasi untuk wilayah Kabupaten Gowa dan sekitarnya. 
Selain menikmati pemandangan yang eksotis di bendugan Bili-Bili, kita juga dapat menikmati kelesatan kuliner ikan bakar dan ikan goreng ala Bili-Bili. 
 
Bendungan Bili-Bili
3.      Museum Balla Lompoa
Museum Balla Lompoa adalah rumah adat yang teletak di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.  Beberapa peninggalan bersejarah tersimpan disini, peninggalan dari kerajaan Gowa berupa benda-benda pusaka, baju adat dan barang peninggalan berharga lainnya dapat kita temukan di Balla Lompoa.  Jarak antara rumahku dan lokasi Balla Lompoa sangat dekat.  Kurang dari lima menit  dengan moda transportasi motor atau mobil kita sudah bisa sampai,  bahkan bisa diakses dengan berjalan kaki. 
 
pic by:www.google.co.id
4.      Benteng Somba Opu
Benteng Somba Opu adalah tempat wisata budaya yang ada di Sulawesi.  Tempat ini berupa taman miniatur Sulawesi yang di dalamnya banyak terdapat rumah adat dari berbagai daerah di pulau Sulawesi.  Jika kita lihat dalam film layar lebar “Maipa Deapati dan Datu Museng”, Benteng Somba Opu tidak hanya menjadi pusat pertahanan tetapi juga merupakan perdagangan rempah-rempah pada jaman VOC. 

5.      Pantai Losari
Pantai Losari merupakan salah satu ikon Kota Makassar yang sangat populer dikalangan para wisatawan lokal maupun mancanegara.  Kata orang, tidak sah datang ke Makassar kalau belum menyambangi tempat ini.  Selain dapat menikmati panorama sunset yang indah, kita juga dapat mencicipi aneka macam kuliner Makassar yang banyak di jual di sekitar pantai ini.  Salah satunya adalah Pisang Epe.

pic by:www.google.co.id


6.      Fort Rotterdam
Fort Rotterdam dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang.  Sebuah benteng peninggalan kerajaan Gowa-Tallo.  Letaknya dekat dari pantai Losari.  Bisa ditempuh dengan jalan kaki saja.  Disini banyak referensi berkenaan dengan sejarah bangsa dimasa lalu.  Terdapat koleksi benda-benda mulai dari jaman prasejarah berupa posil bebatuan hingga senjata-senjata kuno milik masyarakat sulawesi selatan

pic by:www.google.co.id

7.      Pulau Kayangan
Nah, setelah puas berkeliling di Fort Rotterdam, kita tinggal menyeberang jalan menuju dermaga penyeberangan ke Pulau Kayangan.  Pulau kayangan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih, hanya seluas 1 ha dan dapat ditempuh selama 15 menit naik boat dengan biaya yang sangat murah. Hanya merogoh kocek sebesar Rp.30.000 saja untuk pulang pegi.  Di pulau ini kita juga bisa menginap karena tersedia beberapa penginapan
 
pic by:www.google.co.id
Selain 7 destinasi wisata diatas, masih banyak lagi destinasi wisata di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar yang bisa kita kunjungi.  Hanya saja saya tidak menulisnya karena agak jauh dari rumahku hehehee....  Next time aja ya teman-teman, saya akan menuliskannya untuk kalian.  Happy Weekend ya semuanyaa....


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis  #SatuHariSatuKaryaIIDN

6 komentar:

  1. Dari 7 itu, sdh 3 yg Saya kunjunhi. Museum somba Opu, benyeng Totetdam, Dan pantai losari. Setuju, sebelum kunjungi yg jauh, yg dekat aja dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bunca... yang lain wajib dikunjungi klo ke Makassar lagi yaahh. dan... jgn lupa kontek dirikuuhh hehee

      Hapus
  2. Betul sekali, berwisata tidak harus jauh.

    Eh, tapi kita' pasti masih mau ke luar negeri tooh? Hihi

    BalasHapus
  3. Pantai Losari kereennn..ingin kesana. Semoga ada rezeki utk berkunjung kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... kudoakan bisa ke Makassar lagi yah

      Hapus