Jumat, 09 Januari 2015

Mengenang Romantisme Basidiomicotyna (Volvariella volvaceae) Sesaat Sebelum Larut Dalam Kenikmatannya


Oleh: Abby Onety

Jamur Merang

Saya termasuk penikmat jamur ini sejak kecil.  Masa dimana saya dan nenek sering menghabiskan waktu berburu jamur ini saat musim hujan telah tiba.  Waktu itu saya punya alasan sendiri untuk keluar rumah menemani nenek saat musim hujan berburu jamur, yaitu main hujan-hujanan.

Produksi jamur merang yang tumbuh liar di tempat-tempat yang lembab seputaran rumah, sangat membantu  mengurangi belanja keluarga yang pada masa itu adalah masa-masa sulit perekonomian di Indonesia. 

Basah-basahan di tengah hujan adalah permainan yang paling mengasyikkan saat itu.  Setelah itu langsung menuju kanal kecil depan rumah untuk menyaksikan teman-teman yang sedang berenang.  Saya hanya bisa menyaksikan teman-teman berenang dari pinggir kanal sambil mematuk-matukkan kaki kanan bergantian kaki kiri ke dalam air sebagai bentuk keasyikan saya menikmati air kanal di musim hujan  karena saya tidak bisa berenang (uuhhh  menyedihkan sekali......).

Memanfaatkan daun pisang sebagai pengganti payung untuk penghalang hujan.  Jingkrak-jingkrak kami menyusuri halaman belakang rumah menuju ke area beberapa pohon pisang milik keluarga kami.  Mengapa kami memilih menyambangi pohon pisang? Karena di pangkal pohon pisang kami sering menemui jamur yang berbentuk payung.  Saat itu kami menamai jamur ini dengan nama Basi-basi (bahasa Makassar).  Basi-basi adalah nama daerah jenis jamur ini yang menurut nenek, jamur ini bagus untuk dikonsumsi karena rasanya enak tanpa menjelaskan kepada saya tentang kandungan gizi yang dimiliki oleh jamur merang ini.

Jamur merang rasanya enak, gurih dan tidak berubah wujud jka dimasak.  Kita bisa memodifikasinya bersama aneka masakan lain seperti Sup Jamur, Capcay, Pepes Jamur, Sup Tom Yum, dan masih banyak lagi.  Pagi ini, dengan tumis jamur, saya kembali larut dalam kenikmatan sarapan pagi dengan Volvariella volvaceae di musim hujan.  Sungguh nikmat rasanya!.

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfp1/v/t1.0-9/1496649_699543853497642_3696387114715847758_n.jpg?oh=68cca83ae3f67ad717664caeb9a2ddf1&oe=55398BED&__gda__=1429569142_81858b4b1326d0a61206dd3185873f32
Tumis Jamur Merang


Kata orang tak kenal maka tak sayang.  Untuk itu, saya ingin mengajak anda berkenalan dengan Volvariella volvaceae (jamur merang).

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita mendengar orang berbicara tentang jamur.  Baik jamur yang merugikan maupun jamur yang menguntungkan.  Dalam dunia biologi jamur di kenal dengan istilah fungi.  Ilmu yang mempelajari jamur adalah mikologi.

Oleh Bapak taksonomi Carolus Linnaeus (1707 – 1778) jamur merang ini di kenal dengan nama ilmiah Volvariella volvaceae tergolong dalam divisi Basidiomicotyna yang menghasilkan basidiospora untuk cara reproduksinya.

Jamur merang sering di temukan pada tumpukan jerami. Tubuh buah berbentuk payung, berwarna putih agak krem, bagian bawah tudung berwarna kecoklatan.  Sekarang ini, jamur merang sudah di budidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi.  Kandungan protein jamur cukup tinggi.  Dalam 100 gr jamur segar mengandung sekitar 3,2 gr protein.  Jumlah ini akan bertambah menjadi 16 gr jika jamur berada adalam keadaan kering.  Selain itu, jamur juga memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi.  51 mg dan 233 mg juga mengandung 105 kj kalori dengan kandungan lemak rendah 0,9 gr.

Demikian sedikit papara tentang Jamur Merang favorit saya.  Minat mencoba...?? silahkan saja karena jamur ini telah banyak tersedia di supermarket yang tersebar di kota anda . :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar