Rabu, 07 Januari 2015

Kontroversi Sebuah Tulisan Sederhana Tentang Film “Assalamualaikum Beijing”


 Oleh:  Abby Onety


Ngak nyangka postingan blog saya nampang di halaman penulis idolaku #AsmaNadia.  Postingan ini saat saya buka ada 4.145 orang yang like dan 250 orang yang komentar.   Pro dan kontrapun terjadi.  Tetapi Alhamdulillah masih lebih banyak yang berpikir positif dan merespon baik tulisan saya tersebut ketimbang yang merespon negative.  Beberapa diantara mereka menganggapku mencari sensasi, orangnya pelit, syirik, tak bisa mengambil manfaat dari alur cerita film yang beruangsa islami ini, dan masih banyak lagi.

Film “Assalamualaikum Beijing” adalah film yang baru saja saya nonton di Cinema XXI Mall Ratu Indah Makassar.  Sebenarnya saya buka penikmat film, tetapi karena penulis buku  film ini adalah salah satu idolaku yang  menginspirasi banyak orang maka sayapun tertarik dan penasaran ingin menonton film ini.

Saya sangat menikmati filmnya dan membuatku betah hingga menonton sampai akhir.  Bahkan rasanya masih ingin ceritanya berlanjut sampe-sampe esoknya aku nonton lagi dan lagi.  Banyak hal positif yang bisa kita petik dari film ini.  Sampai dirumah saya langsung duduk di depan laptop dan  menuliskan apa yang bisa saya tulis tentang film ini untuk saya share kepada banyak orang.

Sayapun memilih judul yang sensasional dan sedikit  provokatif untuk menarik perhatian pembaca dengan tujuan orang-orang penasaran dan ingin segera membacanya sehingga makna positif yang terkandung dalam tulisan saya tentang film “Assalamualaikum Beijing” di baca oleh banyak orang hingga mereka berminat menonton film ini.  Karena saya tahu, film yang seperti ini sangat langka dan sayang sekali jika harus terlewatkan.  Saya berharap mereka yang biasa-biasa saja menanggapi film ini setelah membaca sedikit alur ceritanya melalui tulisan saya  akan segera bergegas memesan tiket dan menonton bersama dengan orang-orang tercinta.

Salah satu tujuan saya memilih judul yang kotroversi ini adalah untuk menarik minat baca masyarakat yang  semakin menurun.  Sekaligus untuk menguji nyali orang-orang disekitarku yang berinteraksi dengan saya khususnya di media social melalui tulisan untuk tidak menyimpulkan sesuatu tanpa jelas permasalahannya.  Ingin  rasanya menggelitik rasa penasaran mereka untuk segera membaca sebelum menyimpulkan sesuatu yang belum jelas.  Terkecoh dengan judul lalu menyimpulkannya sendiri sebelum membaca tulisannya adalah kebiasaan yang sangat merugi dan tak patut untuk dibudayakan. 

Saya berterimah kasih kepada para komentator baik yang merespon baik tulisan saya maupun yang tidak.  Saya tidak menilai ini salah tetapi saya lebih kepada bagaimana saya harus bersikap lebih hati-hati dalam menulis.  Tetapi saya tidak menilai tulisanku ini salah.  Banyak hal positif yang saya dapatkan dari tulisan ini melalui para komentator.  Selain menginspirasi saya untuk lebih mengasah keterampilan menulisku, juga dapat belajar untuk mengevaluasi diri dari para komentar yang masuk.

Terkhusus kepada Penulis idolaku #AsmaNadia, terima kasih telah merespon baik tulisanku di Blog tentang film Assalamualaikum Beijing dengan judul “Rugi Nonton Assalamualaikum Beijing”.  Semoga film ini laris manis di pasaran.  Tetaplah menjadi idolaku yang menginspirasi banyak orang. Salam Sukses!

2 komentar:

  1. Wkwkwkwk ... itu trik yang brilian. Jadi yang berkomentar negatif itu ndak baca pi tulisan ta' di?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehee.... iyye, belumpi na baca na bilangimaka sekke :-D

      Hapus