Kamis, 01 Januari 2015

Januari Bercerita


Oleh: Abby Onety

Salah satu lagu favorit saya adalah JANUARI YANG BIRU vocal Andi Meriam Mattalatta.  Januari adalah bulan pertama penanggalan Masehi yang sebagian orang menjadikannya target awal untuk memulai proses hidup kearah yang lebih baik.  Sebenarnya untuk memulai sesuatu dengan semangat yang baru tidak harus di bulan Januari.  Mungkin ini terjadi karena moment tahun baru oleh sebagian orang dimanfaatkan  untuk merenungi proses hidup yang telah terjadi selama satu tahun.  Menyadari dan berusaha untuk menjadikannya lebih baik  pada tahun selanjutnya.  Saya sering membaca status teman-teman FB yang menuliskan kalimat “membuka lembaran baru di awal tahun yang baru”.

Sekarang kita sudah berada di awal Januari, yah… 1 Januari   mulai bercerita :

1.    Tentang status FB semalam.
Beberapa telepon yang masuk dari kerabat dan teman-teman yang mengajak ngumpul bersama di malam pergantian tahun.  Mereka sedikit memaksa dan saya paling tidak betah berlama-lama berkomunikasi via telepon.  Mungkin ada sedikit trouble pada indera pendengaranku. Mungkin saja membrane tymphaniku ataukah rumah siputku,  entahlah… yang jelas  cara jitu untuk mengakhiri komunikasi via selluler  adalah mengiyakan semua ajakan.  Tak terkecuali Bos dan istrinya yang mengajakku ke kampung halamannya bersama 2 orang teman kantor lainnya di bulukumba selama dua hari untuk menghabiskan sisa liburan yang tinggal 2 hari lagi.

Hari ini 1 Januari HP ku pun berdering, kulihat si pemanggil sama dengan yang semalam. Hohohoo….. mereka ibarat tukang kredit yang akan menagih utang kreditan kepadaku. Saya sudah menduga mereka menelpon pasti minta klarifikasi soal janji semalam.  Kenapa klarifikasinya baru sekarang? Kenapa bukan semalam? xixixii…. Jangan salah pemirsa, semalam tuh HP di non aktifkan untuk mencari aman. Akhirnya diawal Januari saya sudah mengucapkan MAAF pada beberapa orang kawan dan kerabatku.  Tapi ada satu telepon yang tidak mengharuskanku berucap MAAF tetapi mengharuskanku untuk PACKING.  Beliau.. My Big Bos.  Karena janji yang momentnya memang belum terlewatkan, dan tak mau mengulang  kesalahan semalam maka akupun ber-packing ria.

Pesan Moral :  Jangan mengiyakan sesuatu jika tak bisa menyanggupinya karena itu adalah DOSA J 

2.    Tentang BBM dari seorang mantan anak didik
Telur-telur, ulat-ulat, kepompong kupu-kupu (tidak pake kacian deh lo).  Nyanyian kecil ini pernah booming dikalangan anak kecil. Tapi jangan salah, nyayian kecil ini juga pernah dinyanyikan oleh siswa saya pada saat materi tentang pertumbuhan dan perkembangan saya ajarkan di kelas.  Ini adalah proses metamorphosis. Berkat lagu ini, siswa saya tak mengalami kesulitan untuk memahami fase-fase metamorphosis saat itu.

Ceritanya berawal dari sini.  Saya memanggil si pengirim BBM dengan ulat kecil saat itu.  BBM nya adalah yang pertama saya terima di awal Januari.  Kamipun saling sharing tentang satu hal.  Saya mencermati alur pembicaraan dan dari sinilah aku berkesimpulan bahwa ulat kecilku ini sebentar lagi akan menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar