Selasa, 28 Oktober 2014

Kutemukan cinta di rumah cinta RMHC


Siapa yang dapat menebak takdir hidup seseorang? Siapa yang dapat menduga jika suatu saat akan terserang suatu penyakit yang mematikan? Siapa yang bisa menyangka kelak akan berinteraksi dengan orang yang menunggu sisa hidupnya dalam  hitungan bulan?. 

Hidup ini ibarat sebuah teka-teki. Manusia hanya bisa berencana dan berikhtiar. Tuhan jualah yang akan menentukan.  Hidup di dunia ini tidaklah kekal.  Dunia adalah tempat persinggahan semata.  Tempat peristirahatan sementara dari perjalanan panjang yang akan kita tempuh sebelum ajal menjemput.  Lalu...?? sudah siapkan anda menghadapi rencana Tuhan dalam hidup anda?. 

Sejumlah peristiwa dengan beragam cara telah kita tempuh dalam menghadapi setiap masalah untuk memperjuangkan hidup.  Pernak pernik kehidupan cukup mendewasakan pemikiran dan perbuatan untuk mengambil hikmah di balik setiap kejadian.  Salah satunya adalah menghadapi vonis dokter akan penyakit yang mematikan. Yaahh.... penyakit KANKER!

Penyakit kanker adalah istilah yang digunakan untuk penyakit yang sel-sel abnormalnya membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain.  Penyakit ini menyerang tanpa pandang usia, jenis kelamin dan strata sosial. 

MIRIS...., inilah kata pertama yang aku ucapkan setelah membaca di beberapa majalah, koran, dan beberapa media sosial lainnya yang  membahas tentang penyakit kanker yang menyerang anak-anak. Fase usia anak-anak yang seyogyanya menjalani hidup penuh keceriaan, bermain bersama teman-temannya tanpa beban,  justru menjadi masa yang penuh ketegangan hidup.  Berjuang dalam melawan ganasnya sakit untuk melanjutkan hidup sehingga waktu bermainpun tersita oleh kegiatan berobat ke rumah sakit.  
Mereka adalah anak-anak negeri harapan bangsa.  Mereka punya cita-cita untuk negeri ini.  Mari mewujudkan cita-cita mereka dengan berbagi kebahagiaan bersama, memberinya CINTA, dan harapan untuk hidup. Katakan kepada mereka bahwa KANKER bukan akhir dari segalanya.

Salah satu bentuk berbagi kebahagian telah di contohkan oleh Bapak Supendi Wijaya dengan “RUMAH CINTA”.  Kehadiran “Rumah Cinta” di kota Bandung yang berkomitmen untuk meringankan beban keluarga penderita kanker.  Rumah cinta adalah sebuah rumah singgah bagi anak-anak pengidap kanker yang terbuka bagi siapa saja.  Bagi mereka yang mempunyai anak penderita kanker dan sedang mengalami pengobatan di RSHS.  Pada saat menjalani kemoterapi atau fisioterapi, kadang-kandang menunggu antrian.  Ini sangat membosankan sehingga rumah cinta bisa dijadikan solusi bagi pasien yang letak rumahnya jauh dari RSHS untuk beristirahat sekaligus bermain bagi anak penderita kanker.

Selain rumah cinta, bentuk kepedulian lainnya di perlihatkan oleh Ronald McDonald House Charities (RMHC).  RMHC adalah organisasi non-profit yang mempunyai misi untuk menciptakan, menemukan dan mendukung program-program yang secara langsung meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak di seluruh dunia.  RMHC di masing-masing negara dapat menjalankan program tambahan yang tepat bagi kesejahteraan anak-anak di negara tersebut dan berupaya memberikan dampak langsung dan positif terhadap kehidupan anak-anak melalui RMHC di 57 negara dengan 3 program utama:

Ronald McDonald House
Ronald McDonald Family Room
Ronald McDonald Care Mobile



McDonald’s Indonesia Yayasan Ronald  House Charities (YRMHC) secara resmi telah meluncurkan kampanye dengan tema “Stripes For Love” yang dimulai sejak tanggal 12 september 2014.  Kampanye ini bertujuan untuk membantu meringankan beban anak-anak yang tengah menderita sakit  yang selama ini menjadi perhatian YRMHC. Sekali gus memperingati hari ulang tahunnya yang ke 40 pada tanggal 15 oktober 2014 yang lalu.

Kebahagian wajib di miliki oleh siapapun. Termasuk anak-anak penderita kanker. Oleh karena itu, YRMHC berupaya melengkapi bagian itu dengan cinta.  Saat kita memberikan cinta (love), kebahagiaan (joy) akan hadir dalam hidup mereka. Harapan (hope) akan tumbuh dan senyum (smile) akan kembali menghiasi wajah mereka.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away

Sumber bacaan :


 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar