Anemia? Begini Cara Mengatasinya!

18.12.00


 Sebulan yang lalu, saya pernah merasa lemas sekali. Kepala pusing disertai rasa mual, jantung berdenyut dan pandangan juga berkunang-kunang.  Kuraih meja di depan lemari buku, bertumpu, lalu duduk di kursi.  Kupejamkan mata beberapa saat sambil mengatur nafas.  Setelah lebih dari 1 menit, perlahan mata kubuka kembali. Segera kuraih segelas air putih yang ada di meja, sisa air minum tadi pagi sebelum berangkat ke kantor. Kuteguk perlahan.  Setelah merasa agak baikan, saya melangkah masuk ke kamar, berbaring.

Tidak berhenti disitu saja, dalam hitungan waktu 2 minggu,  beberapa kali saya merasakan hal yang sama.  Jujur, sangat khawatir akan hal ini.  Dalam hati ada banyak pertanyaan yang membuat diri khawatir, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. 

 

Sebelum periksakan diri ke dokter, saya googling dulu di internet untuk mencari informasi yang sesuai dengan ciri-ciri keluhan yang kualami.  Seperti biasa, saya langsung menuju ke web Halodoc. Hhmm… sepertinya saya terkena Anemia. Esoknya langsung periksakan diri ke dokter dan ternyata betul, saya menderita Anemia.

 

Apa itu Anemia?

Anemia adalah kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup dalam memenuhi kebutuhan organ-organ tubuh manusia. Ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah, Anemia akan terjadi.  Oleh sebagian orang, Anemia kadang dianggap sepele padahal ini bisa berakibat fatal bagi tubuh kita. Bahkan saya pernah membaca salah satu tulisan di website yang menyebutkan data bahwa lebih dari 2 juta orang pertahun terkena penyakit Anemia. Olehnya itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab dari Anemia agar bisa menghindarinya.

 


Penyebab Anemia

Anemia disebabkan oleh kurangnya kadar Hemoglobin.  Hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.  Hemoglobin juga adalah pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh.  Anemia biasa juga dikenal dengan istilah kurang darah atau kurangnya jumlah eritrosit dalam darah, dimana sel darah merah tidak berfungsi di dalam tubuh.  Hal ini menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ tubuh.  Jika tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya akan oksigen, maka akan menyebabkan Anemia.  Akibatnya, tubuh akan merasa lelah, kepala pusing, bahkan bisa menimbulkan sesak napas. 

 

Sumber gambar: web Kab. Buleleng

Gejala Anemia

Seperti yang saya uraikan pada paragraf pertama diatas bahwa saya merasakan merasakan kelelahan diseluruh tubuh, sakit kepala, pusing dan mual, mata berkunang-kunang, jantung berdetak cepat dan wajah menjadi pucat.   Maka waspadalah,  ada kemungkinan kita terserang penyakit Anemia.  Segera lakukan tindakan untuk menangani masalah tersebut.  Cari tahu bagaimana mengatasinya.   

 

Cara Mengatasi Anemia

Saat mengetahui klo sedang menderita Anemia, maka saya langsung bergerak mencari tahu bagaimana menanganinya.  Walaupun Anemia tergolong mudah disembuhkan tetapi akan berakibat fatal jika tidak segera dilakukan pengobatan. Pengobatan tergantung dari hasil diagnosis.  Konsumsi suplemen sat besi jika kekurangan zat besi.  Suplemen vitamin B untuk kadar vitamin rendah. Bahkan dianjurkan untuk melakukan transfusi darah jika Anemia sudah menderita Anemia akut.  Ini mengerikan sekali bukan?  

 

Untuk itu, saya tidak tinggal diam.  Saya bergerak cepat sebelum semuanya menjadi buruk.  Saya banyak mengkonsumsi vitamin terutama vitamin C, Vitamin B12 dan mengkunsumsi probiotik. Minum vitamin sangat dianjurkan karena dapat membantu mengembalikan fungsi tubuh. 

 

Foto: Diskes Karangasem

Nah, teman-teman pembaca yang budiman, sayangi tubuh kita dengan selalu menjaga kesehatan ya.  Jika merasakan gejala Anemia, segera mengatasinya dengan minum vitamin dan berkonsultasi dengan dokter.  Terima kasih, semoga bermanfaat.   

You Might Also Like

0 komentar

About Me

Like us on Facebook