Keandalan Bus Antar Kota Dukung Kemajuan Pariwisata Di Sulawesi Selatan

13.31.00




Berkelanalah, jelajahi negerimu dan temukan mozaik kehidupan hingga
ke pelosok pangkuan ibu Pertiwi

Bangga menjadi orang Indonesia, itu sudah pasti dan tidak perlu diragukan lagi. Rasa cinta tanah air tidak pernah bergeser sejengkal pun.  Alam yang indah terhampar luas diseluruh nusantara menjanjikan berjuta pesona untuk kita nikmati, kagumi, dan jelajahi.  Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan destinasi wisata yang tak akan pernah ada matinya untuk dikunjungi dan dinikmati, sebab alam khatulistiwa selalu indah dalam melagukan simponi kedamaian.

Bicara soal cinta tanah air, setiap orang punya cara sendiri dalam mengekspresikan cintanya.  Salah satunya adalah mengeksplore keindahan nusantara hingga ke pelosok daerah.  Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang rela meluangkan waktunya untuk melakukan perjalanan dalam mengeksplore keindahan Ibu Pertiwi. 

Keberagaman adat istiadat di Sulawesi Selatan melahirkan rasa saling menghormati sehingga mampu mempersatukan  antar suku dalam ikatan emosional yang cukup kental.  Tidak heran jika kekayaan alam Indonesia yang indah ini, menstimulan berubahnya  gaya hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih kekinian di era yang semakin berkemajuan. Bahkan, banyak orang yang telah menjadikan traveling sebagai kebutuhan, bukan lagi sekedar mengisi waktu libur tetapi kehidupan seperti ini telah ber-transformasi menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup yang kekinian.  Aktivitas masyarakat yang kekinian ini sejalan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang semakin maju dari tahun ke tahun terutama dalam waktu 5 tahun terakhir ini.

Ragam Wisata Budaya Sulawesi Selatan
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan suku bangsa dan kebudayaan serta ragam destinasi wisata lainnya. Di pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan, terdapat 11 suku yang berbeda adat istiadat dan bahasa.  Selain itu, terdapat pula beberapa obyek wisata alam yang tersebar di wilayah Suawesi Selatan dan tak kalah menarik dibanding dengan daerah lain.  Hal ini merupakan daya tarik tersendiri karena ragam budaya ini memiliki keunikan  yang menggelitik untuk dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.  Seperti ragam suku (Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Bentong, Duri, Enrekang, Konjo Pegunungan, Konjo Pesisir, Luwu, dan Kajang)
 
Rumah adat Tana Toraja

Kemajuan Sistem Transportasi
Zaman  yang terus berkembang  menggiring manusia memasuki kehidupan yang telah berevolusi menjadi lebih modern.  Saat ini perkembangan  kota terus memperlihatkan eksistensinya termasuk bidang transportasi.  Sarana transportasi yang memadai akan mendukung aktivitas manusia  di bidang pariwisata

Salah satu faktor yang menjadi perhatian khusus para wisatawan dalam mencapai destinasi adalah sistem transportasi.  Semakin baik sistem transportasi pada suatu daerah maka semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung.  Kelancaran angkutan umum yang menghubungkan wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya sangat mendukung kesuksesan dalam sebuah perjalanan wisata.  Berkunjung dari satu destinasi wisata ke destinasi wisata lainnya di Sulawesi Selatan, kini tak lagi menjadi kendala yang berarti.  Hal ini tak lepas dari peran aktif pihak pemerintah pusat yang bekerjasama dengan pemerintah lokal terutama dari Dinas Perhubungan yang memfasilitasi sarana dan prasarana transportasi sehingga turut menyukseskan program kepariwisataan di Sulawesi Selatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pengguna moda transportasi udara, laut, dan darat mengalami peningkatan tertiggi sebesar 17,13 persen pada tahun 2018, lebih tinggi dari 2017.  Akses transportasi terus berkembang dan semakin memperlihatkan kemajuan dari tahun ke tahun.  Hal ini sangat membantu para wisatawan untuk berkunjung dari satu destinasi ke destinasi lainnya sehingga tidak terlalu banyak jeda waktu/bisa memaksimalkan waktu agar cepat sampai ke tempat tujuan wisatanya. Transportasi menjadi sangat penting dalam mendukung kelancaran para wisatawan mengakses lokasi yang menjadi targetnya.

Menurut  Morlok, fungsi transportasi untuk menggerakkan atau memindahkan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sistem tertentu.  Keandalan transportasi menjadi faktor pendukung kesuksesan dalam mengekplore destiansi wisata di Sulawesi Selatan.

Jika menelisik kembali sejarah perkembangan transportasi, tadinya bergerak perlahan lalu terjadi perubahan sedikit demi sedikit.  Pada zaman paleothic transportasi dimulai dari sebuah perjalanan jarak jauh dengan berjalan kaki.  Jika perjalanan sambil membawa barang/ada beban, maka dibantu dengan hewan.  Sementara perjalanan perairan dengan menggunakan rakit.  Dari sinilah kendaraan mulai dikenal.

Seiring berjalannya waktu, kendaraan semakin hari semakin canggih.  Berkat kecerdasan manusia dan kekuasaan Tuhan YME, melalui tangan-tangan terampil, teknologi alat transportasi yang menggunakan mesin mulai digunakan hingga pada saat ini kita telah mengenal alat transportasi berupa angkutan darat, angkutan laut dan angkutan udara.  Masing-masing jenis angkutan ini memiliki keistimewaan yang berbeda dan sesuai kebutuhan. 



Tantangan Transportasi Di Era Yang Semakin Maju
Tantangan bagi industri transportasi akan terus ada sepanjang zaman.  Berharap sektor transportasi akan terus tumbuh dengan kinerja yang semakin bagus.  Transportasi di Sulawesi Selatan akan terus berbenah diri sampai akhirnya benar-benar menjadi transportasi umum yang dirindukan masyarakat.  Fasilitas publik yang akan lebih dipilih oleh masyarakat dari pada menggunakan mobil milik pribadi.  Artinya, masyarakat akan lebih merasa nyaman menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi. 

Kelancaran transportasi menjadi indikator kota yang maju, ini harus didukung oleh kesadaran pengguna transportasi umum terutama dalam hal kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.  Hal ini sesuai dengan tujuan salah satu kota di Sulawesi Selatan yaitu Kota Makassar, mewujudkan Kota Makassar  Tidak Rantasa” (Tidak Kotor).  Pengguna transportasi harus menjunjung tinggi kebersihan dan efisiensi.  Sebab transportasi yang baik akan berdampak pada ekonomi sosial budaya dan pariwisata bahkan bisa memperkuat kesatuan suatu negara.  

Melirik Bus Antar Kota Di Sulawesi Selatan
Makassar adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami transformasi paling pesat di kawasan Indonesia Timur.  Makassar juga merupakan pintu gerbang utama Indonesia Timur sehingga menjadi daerah tujuan utama karena seluruh rute tujuan di bagian Indonesia timur harus melalui Makassar baik udara maupun laut.  Hal inilah yang menjadikan Makassar menjadi masa depan Indonesia bagian timur. Ini berarti Makassar berpeluang  untuk dilirik oleh para investor.
Sarana dan prasarana transportasi Sulawesi Selatan semakin berkembang pesat.  Ini ditandai dengan pelebaran jalan yang dimulai dari Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kota Pare-Pare.  Rute yang tadinya bisa ditempuh 5 sampai 6 jam, kini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dari Makassar ke Pare-pare.  Selain itu, hadir juga beberapa bus baru di terminal bus antar kota yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya.   

Bus antar kota di Sulawesi Selatan sangat jauh berbeda dengan bus beberapa tahun yang lalu.  Dulu, jika ingin pulang kampung kadang sulit mendapatkan tiket dan harus datang langsung ke perwakilan bus di terminal.  Tapi seiring dengan perkembangan jaman, teknologipun semakin berkembang.  Pengaruh digital memberikan dampak positif bagi anak bangsa sehingga melalui kreativitas anak bangsa, saat ini tiket bus sudah bisa dipesan secara online. 

Pengalaman Naik Bus Antar Kota
Sleeper Bus Primadona menjadi moda transportasi pilihan saya saat berkunjung ke Kabupaten Tana Toraja beberapa waktu yang lalu.  Bus ini dikenal ekslusif dengan beragam fasilitas yang bisa kita nikmati sepanjang perjalanan.  Sebelum bus bergerak, terlebih dahulu kondektur membagikan snack dan air minum.  Bantal, selimut, legrest, dengan kursi yang empuk membuat nyaman para penumpang.  Setiap kursi dilengkapi TV sehingga bisa bebas nonton dari kursi penumpang. 
 
Perjalanan menuju Kabupaten Tana Toraja via Sleeper bus Primadona

Perjalanan yang saya tempuh waktu itu memakan waktu sekitar 8 jam.  Dulu, iya ... dulu banget, perjalanan yang kita lakukan ke destinasi yang sama  dengan jarak yang sama, bisa ditempuh lebih dari 10 jam loh gaes.  Tapi sekarang tidak lagi.  Sarana dan prasarana trasportasi sudah sangat jauh berbeda. 

Berangkat malam menggunakan sleeper bus adalah pilihan yang tepat. Selain busnya nyaman untuk tidur, kita juga bisa irit biaya hotel semalam karena kita akan tiba pagi.  Begitu tiba, kita bisa langsung mengeksplore destinasi wisata di Tana Toraja.




Artikel ini diikutsertakan pada lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan
Website:
Twitter:
Facebook:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Pengen banget ke Sulawesi Selatan cuman belum kesampean :")

    BalasHapus
  2. Nyamanna Busnya kk..lenngkap fasilitasnya, perjalanan jauhpun jadi tdk terasa.. jadi pengen nge trip bareng kk abby hihihihi :D

    BalasHapus
  3. Wuih kaaak... Asyiknya itu tiduran di bus. Pasti nyaman banget yaa busnya.
    Saya ke Toraja waktu masih balita ji, hihi... Berarti sekaramg udah harus ke sana lagi dan pastinya naik Bus sleeper Primadona aja.

    BalasHapus
  4. Pernah juga beberapa kali naik bus saat mau ke Selayar. Lumayan juga perjalanannya sampai makan waktu seharian tapi pastinya lebih nyaman ya. Apalagi bus sekarang fasilitasnya makin lengkap gitu. Ada bus yang sampai menyediakan fasilitas wifi gratis. Hehe

    BalasHapus
  5. Ada memang saatnya enak naik bus dih ....

    Nyamanna deh kalo traveler yang bikin tulisan.

    Sukses ya lombanyaa

    BalasHapus
  6. saya kalo naik bus keluar kota pasti nyaman dan jarang merasa pusing.. saya dukung kalo Pemerintah mau memfasilitasi para travellers Sulawesi Selatan dengan bus..

    BalasHapus

About Me

Like us on Facebook