Angkat Koper Setelah Bebas Copid-19 Melalui Rapid Test dan PCR Test

13.10.00


Bulan Februari  2020 kemarin, merupakan bulan keberutungan saya.  Bukan karena bulan kelahiran adalah Februari, tetapi karena di akhir bulan Februari itu, saya masih sempat melakukan perjalanan/traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia lanjut ke Jaipur dan Agra, India.  Tiket perjalanan itu sudah saya beli sejak 6 bulan sebelumnya.  Ini berarti rencana perjalanan itu dirancang  sebelum wabah Copid-19 melanda dunia. 

Awal bulan Februari 2020, saya sempat was-was jangan sampai rencana perjalanan itu tertunda.  Sebab pada masa  itu, di kota Wuhan, China sudah merebak wabah Corona Virus tetapi belum mewabah ke negara lainnya seperti Indonesia, Malaysia, dan India.  Ketiga negara ini merupakan target wilayah perjalananku yang masih dalam kondisi aman dari copid-19 dan belum ada larangan wisatawan masuk ke negara tersebut. 


Akhirnya perjalanan saya selama 10 hari terbilang sukses dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.  Namun demikian, saya tetap melakukan karantina mandiri dirumah selama 2 minggu untuk memastikan dan menyakinkan orang-orang disekitar bahwa saya baik-baik saja.   



Maret 2020, larangan bepergian menggunakan pesawat terbang mulai diterapkan oleh pemerintah.  Wabah corona virus mulai menyerang hampir ke seluruh dunia  termasuk Indonesia, Malaysia, dan India.  Kebayang gak sih bagaimana jadinya saya jika larangan terbang itu terjadi disaat saya masih berada di negara orang.  Ini pasti akan sangat menyedihkan. 

Akhirnya, pertahanan Indonesia terhadap copid-19 jebol juga.  Pertengahan Maret 2020, Copid-19 mulai masuk menyerang Indonesia tanpa bisa ditawar-tawar lagi.  Pemerintah melakukan gerakan cepat dengan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap stay di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran corono virus.  Di beberapa wilayah Indonesia, jumlah  orang yang terjangkit copid-19 ini terus menanjak naik.  Tidak heran beberapa kota di Indonesia menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan lockdown untuk menghindari pernyebaran virus corona.



Semua kegiatan dilakukan di rumah saja selama kurang lebih 4 bulan terakhir ini. Work From Home (WFH) menjadi rutinitas baru baik bagi karyawan dan karyawati pabrik, pegawai kantoran, guru, siswa, mahasiswa dan beberapa profesi lainnya.  Hanya boleh keluar rumah jika ada urusan yang sifatnya sangat urgent. 

New Normal
New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. 



Masa new normal adalah masa dimana kita dihadapkan pada perubahan perilaku sehari-hari.  Boleh keluar rumah dan melakukan kegiatan seperti biasa tetapi harus mengikuti aturan protokol kesehatan.  Banyak orang yang sudah terlihat kembali ke aktivitas masing-masing, bahkan sudah ada beberapa toko yang buka.  Orang-orang pun sudah berani ke kafe duduk dan minum-minum.  Jujur, saya sendiri belum berani karena saya menyayangi diri sendiri juga menyayangi orang lain sehingga untuk sekedar minum nongkrong di kafe ya di pending dulu lah. 

Rapid Test dan PCR Test
Saat ini sudah banyak orang yang bepergian jauh.  Bahkan bandara pun sudah buka dan memungkinkan orang untuk bepergian.  Tetapi ingat, protokol kesehatan jangan lupa ditaati.  Disiplin pada hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan termasuk menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, menghindari kontak langsung dengan orang lain dan selalu menjaga jarak.


Rapi Test dilakukan pada orang yang terkena demam, pernah kontak dengan ODP dan PDP, serta yang akan melakukan perjalanan keluar kota atau keluar wilayah.  Jika hasil rapid test ternyata positif, maka seseorang akan lanjut pemerikasaan dengan PCR test (Polymerase Chain Reaction) atau dikenal dengan nama Test Swab

Nah, jika kalian ingin melakukan perjalanan jauh, apalagi menggunakan moda pesawat terbang, jangan lupa menyiapkan beberapa dokumen perjalanan.  Salah satunya adalah surat keterangan bebas corona virus atau copid-19.  Ini bisa di dapatkan setelah menjalani rapid test dan PCR Test (bagi yang hasil rapid testnya positif). 

Tentang Halodoc
Untuk mendapatkan surat keterangan bebas corona,  anda harus diperiksa oleh petugas yang berwenang.  Anda harus melakukan Rapid Test atau PCR Test.  Bingung mau melakukan rapid test dimana?. Jangan khawatir, sebab anda bisa langsung menghubungi Aplikasi Halodoc, karena Halodoc melayani akses pendaftaran tes copid-19.

You Might Also Like

18 komentar

  1. sama di malaysia juga, new norm pakai face mask, social distancing, work from home dan selalu bersihkan tangan. Semoga kita selamat darai coronaa ya mbak :)

    BalasHapus
  2. Alhamdulilah selamat kamu travel sebelum wabak covid menular yaa...alhamdulilah juga sehat...takut kann, jika tak bertanggungjawab, ada certain, tidak kuarantin pun, lagi ke sana sini jalannya.. Malaysia juga masih lagi dalam perintah kawalan pergerakan.. moga segera berakhirnya wabak ini ya..

    BalasHapus
  3. Sama di Malaysia. Sama-sama kita hidup dengan normal baharu di Tahun 2020 ni. Jaga diri selalu ya! Semoga Corona terus hilang di Indonesia satu hari kelak

    BalasHapus
  4. Saya rindukan nak naik pesawat untuk travel, harapan covid segera pulih dan aman Malaysia dan Indonesia juga ya... hati-hati selalu... #stayathome

    BalasHapus
  5. betul tu. walaupun kita sudah check dan positif, kita kena ambil langkah berjaga-jaga lagi dengan kuarantin diri lagi di rumah.

    BalasHapus
  6. betul sangat. kena selalu ambil langkah berjaga2 di mana2 pun.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah sempat travel dan bebas Covid-19..take care.

    BalasHapus
  8. Thanks share pengalaman, tertanya juga macam mana test Covid dijalankan. Alhamdulillah you selamat.

    BalasHapus
  9. Memang masa2 sekarang kita kena ambil langkah berjaga-jaga untuk diri kita dan org tersayang. Walaupun dah bebas kesana sini tapi kena juga jaga kesihatan dan keselamatan kita dan semua

    BalasHapus
  10. Nasib baik sempat balik ke Indonesia. Alhamdulillah. Thanks sharing info disana.

    BalasHapus
  11. Thanks so much for sharing your personal experience here, happy that you're back safely :D
    cheers, siennylovesdrawing

    BalasHapus
  12. Moga kita semua dijagaNya dan dijauhkan dari musibah. Kami di Malaysia juga mengamalkan new normal dalam kerja seharian and moga kita istiqamah dalam melawan covid 19

    BalasHapus
  13. Di Malaysia juga sama ..new norm..Pergi kerja perlu sentiasa pakai face mask dan perlu jaga penjarakan sosial :)

    BalasHapus
  14. Yes , we all have to adapt to the New Normal. Now I still stay at home when possible to stay safe

    BalasHapus
  15. Kena patuh pada SOPs, walaupun kita dah bebas COVID-19 tapi orang lain mungkin tidak so better be careful juga.

    BalasHapus
  16. Aku sempet galau juga mba pas mau ke Myanmar akhir feb kemarin. Apalagi kantor suami sempet minta approval dari head of HRD utk bisa melakukan perjalanan.syukurnya akhirnya kita bisa ttp jalan sih. Dan bisa balik lagi pas 7 Maret. Eh bbrp HR kemudian lgs ditutup semua bandara yaaa.

    Nth kapan bisa jalan lagi :(. Jujur sedih banget apalagi aku rutin traveling selama ini. Tripku sept besok ke Iran, terpaksa di reschedule THN depan. Walo sbnrnya ga yakin bakal bisa jalan. Lah tp dari pihak sananya ga ksh pilihan full refund. :( Mau ga mau hrs terima

    Untuk sementara aku msh agak takut kalo hrs jalan naik pesawat ato kendaraan umum. Kalopun udh stress banget, LBH milih staycation di JKT ato yg deket2 aja, yg bisa naik mobil sendiri.

    Beruntung juga mba bisa balik sebelum lockdown dimulai. Seruuu ih ke India segala :). Aku udh lama pgn kesana, tp sampe skr msh tunda2 dulu. Ngumpulin nyali ke India hahahaha.

    BalasHapus
  17. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.cc

    BalasHapus

About Me

Like us on Facebook