Hubungan Antar Budaya Dan Kisah Cinta Dalam Film Ati Raja

16.44.00



Kanucini tommi antu nikanayya ATI RAJA ri kalengku _Ho Eng Dji



Makassar siang ini teriknya masih kayak kemarin, bikin suasana gerah saat berada di luar ruangan yang ber-AC.   Bahkan, minuman dingin di depanku pun tak sanggup meredam kegerahan siang akibat cuaca panas Kota Makassar. padahal, Nopember ini sudah banyak yang merindukan hujan, tetapi prediksi dari Badan Metereologi dan Geofisika mengatakan klo awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mundur hingga Nopember dan Desember,  yah.. sabar menunggu aja lah, semoga gak lama lagi deh.

Ditengah kegerahan siang ini, rupanya masih ada ngademin. Siapa??? Akh... sudahlah.  Lebih baik kalian yang merasa kegerahan kayak saya nih ikutan nonton film ATI RAJA deh biar ikut adem seperti cerita film yang bicara tentang pembauran, toleransi, dan kearifan dalam menyikapi perbedaan.  Akulturasi budaya peranakan Tionghoa dan Bugis Makassar dibungkus dalam sebuah film yang berjudul ATI RAJA


Rasanya gak sabar menunggu waktu sore tiba, waktu yang telah saya sepakati bersama karib saya Mugniar dan Anna Asriani De Sausa.  Sore ini kami akan ngadem di PiPo Mall (Pinisi Point Mall).  Iyah, sore ini kami janjian ingin nonton salah satu film.  Apa lagi klo bukan Film “ATI RAJA”.  

Awalnya, saya mengira film ini hanya bercerita seputar kisah cinta peranakan  Tionghoa dengan Bugis Makassar.  Tapi rupanya film ini menngangkat banyak sisi kehidupan pada jaman dulu.  Sebuah momen kehidupan yang tidak pernah saya rasakan tetapi melalui film ini, kita banyak belajar dan banyak tahu seperti apa kehidupan di era itu. 

Tentang orang Tionghoa/Peranakan, saya yang tak tahu banyak seperti apa adatnya, bagaimana dan dimana mereka lahir dan akhirnya menjadi orang Makassar.  Kesadaran akan dirinya sebagai bagian dari komunitas orang Makassar sangat tinggi.  Salah satu adegan dalam film ini di ucapkan oleh pemeran utama Bojan yang memerankan tokoh utama Ho Eng Dji  sempat membuatku terenyuh.  “saya lahir, makan, dan minum dari Tana Mangkasara’ (bumi Makassar).   film ini menginspirasi banget sehingga bisa tau Peranakan-Tionghoa.


Film heroic ini pun menyajikan banyak lagu-lagu kenangan yang mungkin sebagian orang masih ada yang belum pernah mendengarnya, terutama generasi milennial.  Seperti lagi Amma’ Ciang, Sailong, Ati Raja, Dendang-Dendang.  Saya saja baru mendengarnya kembali setelah puluhan tahun silam setelah masa kanak-kanak yang sering dinyanyikan oleh nenek saya Hanibah Dg Ratang dan Pappe Dg Sanga (Al-fatihah .... untuk keduanya).

Masih segar dalam ingatan, sekitar 2 tahun lalu pemeran utama Bojan bersama kru lainnya  datang kesekolah tempat saya mengabdi. Para pemain datang memberikan dukungan dalam peringatan Hari Kartini bersama teman-teman guru dan siswa siswi SMA Nasional Makassar. Beberapa  bulan kemudian datang lagi bersosialisasi dengan siswa siswa untuk film ATI RAJA.   Dua tahun bahkan kini telah hitungan 3 tahun, tentu saja untuk sebuah proses pembuatan film, ini tidak mudah. 


Film ini dapat menginspirasi dan memberikan nilai positif bagi seluruh masyarakat indonesia.  Film yang menyuguhkan hubungan antara budaya dan kisah cinta seorang seniman asal Makassar yang juga merupakan keturunan Tionghoa.  Ho Eng Dji tokoh utama dalam film ini yang diperankan oleh Bojan.
“Tak ada yang berubah ailina, kau tetap mutiara di pulau ini”.

Mau bernostalgia dengan lagu-lagu lama dan teringat kembali ke masa lalu? buruan nonton film ini. Kalian tidak akan kecewa dari awal sampai akhir kita di manjakan dengan lagu-lagu daerah tempo dulu.
Kucini’nu ri alloa
Kuso’nanu ribanggia
Muri murinnu
Kakkala tamasarronu
A’minasa situdangang
Se’re tappere ni julu
Sibollo bunga
Nakirua na bauki_Ho Eng Dji

You Might Also Like

5 komentar

  1. Filmnya menarik.
    Banyak nilai di dalamnya.
    Itulah menariknya film dari kisah nyata. Pasti lebih kaya makna.

    BalasHapus
  2. film yang digarap berbasis budaya ini selalu keren menurutku karena bisa jadi ajang edukasi juga untuk generasi kekinian, biar mereka tau kalau dulu loh ini.. dulu loh itu
    sayangnya saya gak sempat nonton hiksss...

    BalasHapus
  3. Saya suka film berlatar sejarah, baik itu kisah nyata ataupun fiksi.
    Sayang banget gak semoat nonton film ini waktu itu, tapi baca tulisan kak Abby, bisa terobati rasa penasaranku.

    BalasHapus
  4. Mau sekalika nonton film ini sayangnya ngajarka. Syukurlah Abby ngerivew jadi bisa terobati sedikit rasa penasaranku.

    BalasHapus
  5. Iya ya sudah masuk bulan November tapi hujang masih jarang menyapa. Mungkin pas bulan Desember baru mulai masuk musim penghujan. Btw baca postingan ini jadi penasaran dengan film Ati Raja yang mengangkat kisah bugis Makassar dan Perankan Tionghoa ini

    BalasHapus

About Me

Like us on Facebook