Minggu, 26 Juli 2015

Jomblo Itu Pilihan, Iya Kan Mblo..???

Sumber foto: Akun Instagram Misterkomedi


Secara tak sengaja membuka akun instagram Misterkomedi dan menemukan gambar ini. Tanpa sadar ngakak sendiri.  Bukan lantaran kalimatnya yang nyindir gue banget, tetapi mimik wajah anak itu lho, iiihhh.... lirikan matanya terasa banget pedihnya ...... Kok ngakak..??? #Plak.. (nampar muka sendiri).

Momen lebaran adalah momen yang selalu di tunggu-tunggu.  Kenapa..?? salah satu alasannya adalah bakal mudik ke kampung bertemu dan ngumpul-ngumpul bareng bersama sanak saudara. Sampai disini ada masalah? bagi non jomblo mungkin tidak.  Trus ...? bagi yang jomblo...??.  Adakah persiapan khusus untuk para JOMBLOwers buat mudik..?  mungkin iya, mungkin juga tidak.

Bicara soal persiapan mudik bagi para jomblowers, mungkin tergantung dari pengalaman terkait dengan status kejombloannya.  Apakah sebelumnya ada yang pernah mengorek secara tajam bahkan lebih tajam  silet tentang kejombloannya atau biasa-biasa saja. Pengalaman  bisa menjadi ukuran seberapa persen persiapan seorang jomblo buat mudik lebaran :-D seperti kisah di bawah ini.  #Plak

Suatu ketika, seseorang bertanya tentang pendamping hidup alias pasangan hidup.  Anaknya berapa? Suaminya kerja dimana?.  OMG (dibaca: Oh My God).... pertanyaan ini kerap kali menyerang kita, membuat katup tenggorokan tertutup rapat, dan rasanya pengen hilang sekejap itu juga.  Belum lagi jika pertanyaan itu menyerang kita di tengah-tengah orang banyak.  Andaikan bisa menebak pikiran orang yang akan bertanya tentang hal ini, maka dipastikan kita akan menghindari pertemuan dengannya hari ini, besok, lusa dan seterusnya. (tragis bennar hidup ini... hikz).
Tentu saja tidak semua jomblowers seperti ini kan?

Pacar...??? mana pacar...?. pertanyaan ini terkadang menyudutkan posisi seorang jomblo (tergantung mood sih).  Apalagi seorang jomblo yang telah jatuh tempo seperti kite-kite ini (iiihh... makin perih aja nih kalimat).  Uppss... ngomong apa sih aku barusan? Jomblo jatuh tempo...??? ohh menyedihkan sekali.  Benarkah menyedihkan...? iya benar, tapi itu dulu, sebelum kite benar-benar jatuh tempo..... xixixiii.   SEKARANG MAH UDAH NYANTAI.... (#Alibi :).  Sebuah prinsip pun hadir, “Jomblo itu PILIHAN bukan TAKDIR!”.  Prinsip ini kami jadikan kalimat pamungkas ketika seseorang berusaha mengorek tentang ke-JOMBLO-an kita  (hikz).

Kalimat jomblo jatuh tempo terispirasi dari bukunya Mas #Dwi_Suwiknyo.  Ingin baca bukunya? silahkan baca resensinya di sini http://www.pesantrenpenulis.com/2015/03/jomblo-jatuh-tempo.html

Sumber foto: Pesantren penulis

 Seseorang yang bahagia dalam hidupnya adalah mereka yang mampu menciptakan sendiri  kebahagian itu dari dalam dirinya.  Karena kebahagiaan itu selalu ada bersama kita dan begitu dekat dengan kita.  Kebahagiaan itu ada di sini (sambil nunjuk dada), ada di hati kita.  Begitupun dengan keceriaan, bertemu teman lalu bercanda bersama bahkan merancang masa depan dengan ide-ide brilian secara bersama-sama, sungguh sesuatu yang tak ternilai harganya.  Dengan begitu, tak ada lagi kata kesepian dalam hidup ini karena status jomblo. 

Haruskah bersedih lantaran status kejombloan? Aku rasa tidak.   Jadi ngapain mau galau soal jodoh?.  Walaupun kejombloan identik dengan soal jodoh, tapi punya pacar bukan jaminan untuk mendapatkan jodoh segera.  Bukan begitu Mblo....?

Ada banyak hikmah yang bisa di petik dari kejombloan ini.  Nangkring bersama teman-teman kapan saja bisa tanpa harus ada yang curiga ataupun cemburu.  Tak perlu ada kebohongan soal keberadaan kita, misalnya saat menerima telepon, “kamu dimana, dengan siapa dan sedang berbuat apa?” (kayak lagu aja). 

Tak ada yang perlu dihindari dan di khawatirkan dari status jomblo.  Minder ?, NO.  Karena sesungguhnya jomblo itu ibarat sebuah bintang KEJORA di langit biru yang selalu bersinar terang diantara semua bintang.  Jomblo itu bahagia,  kebahagiaan selalu terpancar dari raut wajahnya yang selalu ceria tanpa beban.

Pesan Moral:

@ Jangan pernah minder dengan status jomblo karena jomblo itu manusia supel, energik dan hidupnya bahagia.  Seorang jomblo selalu semangat dalam menikmati hari, punya banyak teman untuk bersama meraih cita dan mimpi. 

Lampiran :)
Ini adalah kisah seorang teman yang pernah menanggalkan status kejombloannya, yang pada akhirnya ikutan jomblo sampe sekarang xixixii  (tenang aja, nama disamarkan)
“Sstt...!”, Yulie memberiku kode sambil menunjuk Marni melalui ekor matanya. Temanku yang satu ini memang lihai mempermainkan mata dan ujung bibirnya dalam menunjuk sesuatu.  Responku cepat menyelidik kearah target.  Terlihat Sarni duduk termenung  dengan sorot mata tajam membelah ombak Pantai Losari.  Sorot matanya kala itu mengalahkan sinar laser pendeteksi bom jarak jauh yang di temukan oleh peneliti Texas A M University Amerika Serikat.  Ketajaman pandangan matanya ibarat sedang mendeteksi sebuah bom yang siap meledakkan hatinya. 
Mungkin terlalu hiperbola menggambarkan kondisi temanku yang saat ini tak lagi jomblo, tapi rupanya status itu bakal ditanggalkan dan status jomblo akan kembali di sandangnya beberapa saat lagi.  Inilah yang menghentikan langkahku mendekatinya.  Takut jika bom itu sewaktu-waktu meledak dan malah aku ikut kena sasaran kejengkelan hatinya.
Menurut gosip yang beredar, Sarni sedang terserang virus cinta. Bahkan virus yang menyerangnya kali ini telah mengalahkan sistim imun hatinya.  Hatinyapun hancur berkeping-keping, semoga saja kepingan itu tak berserakan kemana-mana hingga tak satupun kepingan yang hilang dan pada akhirnya kepingan hati itu bisa di satukan kembali.
Kisah marni diatas bukan satu-satunya kisah yang  membuat seseorang menjadi jomblo, tetapi banyak kisah yang lain bahkan kisah romantis mengalahkan romantisnya drama korea bagi mereka yang penganut nonjomblo,  Bahkan kisah mereka akan mengantarkannya ke mahligai rumah tangga.


9 komentar:

  1. Jadi ngerasa deh. Udah mulai sih ditanya kapan nikahnya, padahal belum selesai kuliah. Kayanya udah jatuh tempo deh masa jomblo gue. hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blom lulus kuliah artinya blom jatuh tempo :-D Tenaaang, masih aman dinda hehehee

      Hapus
  2. ohh resensi buku paleeenyaaa..saya kira apa deh. Hampir ma bikin kopi untuk temeni baca postingan ta'.. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini bukan resensi sayang. hanya saja gambar bukunya sy ambil dari resensi orang lain hehee

      Hapus
  3. Setuju, Mblo ... *eh* :D

    Santai saja ... paling tidak mereka perhatian dengan pertanyaan2 itu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaaa.... sekarang malah sudah sangat nyantai nerimo pertanyaan2 sperti itu :-D

      Hapus
  4. Jomblo punya banyak waktu untuk memanjakan diri sendiri. Ntar punya pacar malah ngajak berantem. langsung nikah aja deh.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyabk zulfa. Bener juga 😀

      Hapus
    2. Iyabk zulfa. Bener juga 😀

      Hapus