Jumat, 06 Maret 2015

Panorama Senja di Patong Beach Phuket, Thailand (Edisi 1)


Catatan Traveling Phuket Edisi 1
Phuket adalah sebuah pulau wisata yang terbesar di Thailand.  Penduduknya mayoritas memeluk agama Budha.  Pemandangan alamnya sangat menakjubkan.  Mata akan dimanjakan dengan panorama indah air laut yang biru, bersih dan jernih.  Patong Beach yang berpasir putih mengingatkanku akan Pantai Kuta di Bali yang menjadi salah satu pantai kebanggaan Negeriku.  

Patong Beach Phuket, Thailand (sumber foto : dok pribadi)

Sungguh sebuah destinasi yang sangat mengagumkan.  Di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya saya berucap syukur, kagum akan keindahan alamMU.  Sebuah anugerah terindah karena telah diberikan kesempatan berkunjung dan menikmati tempat ini.  Sebuah pantai terindah di dunia yang sebelumnya tak pernah aku impikan.  Perjalanan ini bukan tanpa rencana.  Hanya saja destinasi ini, tiba-tiba saja hadir dalam benak manakala secara tak sengaja membuka google dan menemukannya. Jiwa traveler saya bangkit dan kalau sudah begini, “di situ kadang saya merasa sedih” jika tidak  mewujudkannya.

Kekaguman akan keindahan pantai ini menghadirkan senyum kepuasan diantara ayunan kaki menyusuri pinggiran pantainya.  Sesekali ombak menyapu kaki yang tertutup pasir putih nan lembut.  Seakan menyapa diriku mengucapkan selamat datang di Phuket.  Membiarkan ombak menghantam kedua tanganku hingga percikan airnya menyapu wajahku adalah cara saya beradaptasi dengan pantai ini.  Kesegaran air lautnya semakin memberiku kenyamanan untuk terus berinteraksi dengan keadaan sekitar.  Kubiarkan angin laut mempermainkan ujung-ujung rambutku hingga sesekali menyibakkannya.  Sungguh aku menikmati panorama senja di pantai ini.

Ada yang menarik perhatianku ketika ombak datang membawa sebuah benda berwarna kuning coklat.  Kuurungkan kakiku menjauh dari bibir pantai untuk duduk di sebuah bangku di bawah pohon dekat tratoar.  Entah mengapa dipikiranku terlintas bahwa itu adalah sebuah batu (batu nyasar kale J ).  Mungkin karena di Negeriku sedang marak-maraknya orang mengoleksi batu.  Di sepanjang jalan setiap kali menemukan orang berkerumun maka sudah di pastikan itu adalah sebuah bongkahan batu untuk dijadikan batu cincin.  Tersadarlah diriku bahwa kini aku berada jauh dari Ibu Pertiwi.  Aku ngakak habis-habisan setelah memungut benda itu yang ternyata hanyalah sebuah batu karang yang tidak akan mungkin di jadikan batu cincin.  Sambil berdiri tegak, aku melemparkan batu itu kembali ke laut.  Saat itulah aku sadar bahwa ternyata di sekitar pantai berjejer kokoh gunung-gunung hijau yang menambah kemewahan pemandangan pantai ini.

Warna kemerahan mulai terpancar dari kaki langit di ufuk barat.  Perlahan tapi pasti, matahari mulai nampak kelelahan dan enggan menemani lebih lama.  sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan.  Dan…… saya menikmatinya hingga mentari tak lagi menampakkan wajahnya.

Suasana sunset di Patong Beach









Tidak ada komentar:

Posting Komentar