PETANI ..., kata ini terdiri dari 6
huruf tetapi punya arti yang luar biasa.
Tanpa petani kita tidak bisa makan bukan?. Tapi ... pernahkah kita berpikir bagaimana
cara mengubah hidup petani menjadi lebih sejahtera dengan produktivitas panen
berkali lipat?. Alasan inilah yang
membuat saya turut hadir dalam acara talkshow di Pisa Cafe, Makassar yang
digelar dalam rangka memperingati hari Tani oleh CROWDE dan Panenmart.
Acara yang mengusung tema, “Ekosistem
Berkelanjutan untuk pertanian Indonesia”, tidak saya sia-siakan, sebab saya selalu
senang berbicara tentang petani. Sejak kecil,
saya sudah sering berinteraksi dengan petani, bahkan keluarga saya pun
mayoritas petani. Makanya, begitu dengar
ada acara keren seperti ini, langsung tangkap hehehee..
Bagaimana Sektor Pertanian Di Indonesia?
Sebelum kita bahas tentang CROWDE dan
Panenmart, ada baiknya kita lirik dulu sektor pertanian di Indonesia. Sektor pertanian di indonesia dewasa ini semakin menunjukkan
penurunan yang signifikan. Berbagai kebijakan yang digalakkan oleh pemerintah
tidak mampu menekan jumlah petani di indonesia. Hal ini sangat disayangkan,
mengingat sektor penting ini sangat berperan dalam memberikan peluang ekspor,
investasi, dan menyumbang angka yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi
negara.
Fakta yang ditemui di lapangan, masih
belum banyak generasi muda yang mau terjun dibidang pertanian sehingga regenasi
petani sangat sulit terjadi. Tidak hanya di bidang pertanian, bidang perikanan
dan peternakan pun menemui kesulitan yang serupa. Stigma bahwa sektor petani
merupakan pekerjaan yang kurang menjanjikan masih melekat di kepala generasi
muda indonesia. Bahkan, tak jarang para petani mengharapkan anak-anak mereka
agar mencari pekerjaan lain agar tidak bernasib sama seperti orang tuanya.
Workshop Ekosistem Berkelanjutan
Untuk Petani Indonesia
Ada dua narasumber yang hadir diacara
ini yaitu Afifa Urfani (Head of Marketing dari CROWDE ), dan Yafshil Adipura (Founder Panenmart). Workshop
ini di pandu oleh seorang moderator cantik yaitu Sarifa Hana Ahmad dan diikuti oleh
Media, Blogger, Mahasiswa Pertanian, dan
Komunitas Makassar Berkebun.
Afifah mengatakan bahwa menjadi
penengah, CROWDE memiliki visi untuk merevolusi petani indonesia. CROWDE
menjadi pihak yang mengerti petani, berani untuk mempelopori perubahan di sisi
pertanian tanah air. Tidak hanya sekedar permodalan bagi petani, kami juga
ingin agar para petani indonesia memeliki pengetahuan lebih baik mengenai
bidang pekerjaan mereka dengan membuat paguyuban-paguyuban sebagai wadah
berkumpulnya para petani serta berbagi informasi dan pengetahuan seputar pertanian.
Selain petani, CROWDE juga bekerja
sama dengan berbagai pihak demi terciptanya ekosistem pertanian yang
berkelanjutan yang sejalan dengan visi CROWDE, yakni menjadikan petani sebagai Agropreneur yang mandiri dan bisa
mengkreasikan produk turunannya untuk tetap bersaing di pasaran tanpa
kehilangan nilai jual. Menggandeng toko-toko tani yang tersebar di seluruh
indonesia untuk mempermudah petani mendapatkan akses kebutuhan pertanian,
CROWDE berharap agar petani yang tergabung ke dalam ekosistem berkelanjutan ini
mampu meningkatkan kualitas tanamnya.
Tidak hanya itu, petani CROWDE juga
tidak perlu kesulitan dalam menjual dan memasarkan produknya. “Sejauh ini, kami
perlu membantu petani memasarkan produknya ke berbagai toko retail seperti
supermarket maupun kepasar tradisinal. Harapan kami, permintaan pasar dalam
negri bisa terpenuhi dengan memberdayakan petani sendiri, alih-alih dari
impor,” lanjut Afifah.
Dengan crowd-investment framework, CROWDE menjadi wabah bagi teman CROWDE,
sebutan bagi crowd-lenders untuk
begotong royong membantu petani indonesia. Melalui website dan aplikasi CROWDE
yang dapat diunduh di GOOGLE PLAY STORE, seluruh teman CROWDE dapat melakukan
registrasi, memilih proyek tani yang ingin di infestasikan, menghitung proyeksi
keuntungan dari proyek tani bersangkutan, hingga mengawasi berjalannya proyek
tersebut melalui laporan yang dikirim secara berskala oleh CROWDE.
Tentang Panenmart
Panenmart bekerjasama dengan CROWDE
untuk membantu petani. Jika Crowde dapat
membantu petani dari sisi modal, maka panenmart akan membantu penjualan
hasil-hasil pertanian. Awal ide ini
lahir, karena banyaknya petani yang terikat kontrak dengan para tengkulak,
papar Yafshil Adipura yang akrab disapa
Acil.
Panenmart, turut mengedukasi petani
untuk menjual hasil panennya sendiri. Artinya
dari petani/penghasil langsung ke konsumen sehingga harga bisa lebih berpihak
langsung kepada petani.
Tentang Crowde
Crowdee adalah perusahaan layanan
keuangan berbasis teknologi (fintech)
yang menyediakan platform Peer to Peer (P2P)
Lending. Menggunakan metode crowd-lending. CROWDE
mengelola dana investor yang kemudian disalurkan ke beragam proyek usaha tani. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani
Indonesia dengan memberi kemudahan untuk mengakses permodalan, serta
menciptakan ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian, mengedukasi masyarakat
indonesia agar sadar akan pentingnya investasi sedari dini. CROWDE membari jaminan akan sarana investasi
yang aman dan terpercaya karena telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).






































