Diskusi kali ini di JUKU Wisma Kalla bersama Windy
Ariestanty. Seorang penulis yang kaya
akan imajinasi dengan ide-ide cemerlangnya telah menghipnotis kami beberapa hari yang lalu dalam acara
Makassar International Writers Festival (MIWF).
Windy Ariestanty beberapa kali mengisi acara pada even tersebut,
diantaranya adalah Meet The Publishers, Travel beyond destinations and how to
craft your travel stories dll.
Selamat Ulang Tahun IIDN yang ke-4
Dinginnya subuh membangunkan aku lebih cepat dari biasanya, lebih cepat dari jam alarm yang telah ku setel seperti hari-hari sebelumnya. Kulirik jam dinding yang tergantung di sudut kamar, rupanya belum masuk waktu subuh. Aku ingat bahwa hari ini 24 mei 2014 adalah Milad IIDN yang ke -4. Dengan sigap kuraih Galaxy Note dibawah bantalku. kok dibawah bantal...? iya, ini sudah menjadi kebiasaanku menjelang tidur malam. Mengecek dunia maya sebelum terlelap, kali aja dapat inspirasi. Tidak jarang HP ini on sampai pagi bahkan lowbat sendiri sementara pemiliknya sudah terlena dalam buaian mimpi yang indah bisa juga buruk hehehe.....
Trand Mode Kacamata
Akhir-akhir
ini, aku sering mengalami kesulitan dalam aktivitas menulis dan
membaca. Menurunnya fungsi mata dalam penglihatan seiring bertambahnya
usia adalah penyebabnya (hahahaa....towami ramang). Aku resah dan
merasa terbebani jika sedang memakai kacamata. Mau atau tidak mau, suka
atau tidak suka, kacamata harus di pakai untuk kelancaran dalam
beraktivitas.
Kacamata sudah menjadi trand mode dari dulu. Banyak yang menjadikan kacamata sebagai salah satu aksesoris dalam berpenampilan. pengguna kacamata hampir di semua jenjang usia. Bahkan di usia yang sangat dini, tidak jarang kita jumpai balita yang memakai kacamata. Tapi ini sebagian besar hanya sekedar gaya yang di desain oleh orang-orang yang berada di sekeliling balita agar si balita kelihatan lucu dan makin menggemaskan. karena diusia yang masih balita, daya akomodasi mata masih sangat kuat dan bagus.
Memakai kacamata, sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. baik di usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Hal ini di karenakan adanya kelainan pada organ mata sehingga mengalami penurunan fungsi penglihatan. Bagi yang matanya masih normal, kacamata sering digunakan sekedar untuk menyempurnakan penampilan. Jenis kacamata yang paling sering di ginakan adalah kacamata hitam atau rayban/riben.
Pada cuaca yang ekstrim, panas matahari menyilaukan mata. Riben menjadi salah satu alternatif/pilihan yang sangat cocok untuk digunakan. Baik dalam perjalanan yang menggunakan sepeda, motor, mobil pribadi, kendaraan umum, atau sekedar duduk bersantai ria sambil menikmati pemandangan alam. Bahkan sering kita jumpai beberapa orang dijalanan berjalan kaki menggunakan riben. Ini dilakukan untuk melindungi mata dari sinar matahari.
Berbicara tentang kacamata, sepertinya aku tak boleh bandel lagi. Ketidaksenangan saya memakai kacamata adalah salah satu pemicu menurunnya fungsi mataku saat ini (di luar faktor U :)). Jika boleh jujur, aku lebih senang memakai kaca mata hanya untuk gaya hehehee... Sebenarnya, 10 tahun yang lalu dokter telah menganjurkan untuk memakai kacamata. Waktu itu, aku memang memakainya tapi bukan pemakai yang aktif melainkan pemakai yang pasif. aku sering lepas-pakai lepas-pakai. Akibatnya, mataku bertambah minus. Aku tidak menyangka kalau kebiasaan buruk iru malah akan memicu bertambah parahnya penglihatan.
Jika anda pengguna kacamata, jangan sering lepas -pakai karena dapat mengganggu daya akomodasi mata. Mata beradaptasi dengan ukuran kacamata yang kita pakai. Saat memakai kacamata -1.00, maka mata akan beradaptasi dengan -1.00 agar akomodasi mata benar-benar mencapai +1.00 (berdasarkan hitungan sederhana -1.00 (buram) +1.00 (akomodasi) = 0 = (jelas). Saat melepas kacamata, mata akan menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa kacamat (optikonline.blogspot.com).
Kini, aku membutuhkan kacamata yang baru lagi yang bikan hanya sekedar gaya, tapi kebutuhan akan mata yang kian mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Wajar khan...?? hehehee...tapi, jika anda pengoleksi kacamata hitam, mungkin trik di bawah ini yg pernah saya baca di tempo.co. jumat 12 juni 2013 bisa menjadi alternatif dalam memilih kacamata :
1. kaca mata hitam harus dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet UVA atau UVB. Biasanya, kacamata seperti ini menyediakan label yang bertuliskan lenses block 99 % atau UVA dan UVB rays.
2. Lensa kacamata hitam juga harus memenuhi standar kegelapan dari Institut American National Standart (ANZI) yaitu Z80.3
3. Melindungi dari paparan radiasi dengan panjang gelombang lebih dari 400 nanometer. Dalam label kacamata biasanya bertuliskan UV 400 protection.
4. Pilih kacamata dengan rona lensa yang tepat. Tentunya kacamata dengan rona gelap lebih baik dibandingkan dengan rona lensa yang mengkilat. Namun, tidak ada salahnya memilih beberapa rona lain seperti merah marun atau cokelat. Hanya saja, kacamata dengan rona lensa warna warni dapat mendatangkan kesulitan bagi Anda untuk membedakan warna lampu lalu lintas.
5. Gunakan lensa kaca yang berpolaris jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di air. Lensa kacamata yang terpolarisasi dapat mengurangi silau dengan menyaring sinar yang memantul dari permukaan, seperti air atau trotoar.
6. Pertimbangkan kualitas lensa. Beberapa ahli mata menyarankan, sebaiknya berhati-hati ketika membeli kacamata hitam dengan harga yang sangat murah. Kemungkinan lensa pada kacamata hitam yang sangat murah dapat mempengaruhi kualitas optik.
7. Ukuran lensa lebih besar lebih baik. Ukuran lensa yang lebih besar memiliki cakupan perlindungan sekitar kulit mata yang lebih luas. Perlindungan yang luas ini dapat mengurangi penetrasi sinar UV.
8. Pilih ukuran yang pas. Pilihlah kacamata yang tidak terlalu kencang menekan telinga dan hidung. Bila terlalu kencang dapat membuat lecet kulit telinga dan hidung. Maka ukuran kaca mata yang ideal adalah menutupi sekitar area alis tidak menekan bulu mata.
Kacamata sudah menjadi trand mode dari dulu. Banyak yang menjadikan kacamata sebagai salah satu aksesoris dalam berpenampilan. pengguna kacamata hampir di semua jenjang usia. Bahkan di usia yang sangat dini, tidak jarang kita jumpai balita yang memakai kacamata. Tapi ini sebagian besar hanya sekedar gaya yang di desain oleh orang-orang yang berada di sekeliling balita agar si balita kelihatan lucu dan makin menggemaskan. karena diusia yang masih balita, daya akomodasi mata masih sangat kuat dan bagus.
Memakai kacamata, sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. baik di usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Hal ini di karenakan adanya kelainan pada organ mata sehingga mengalami penurunan fungsi penglihatan. Bagi yang matanya masih normal, kacamata sering digunakan sekedar untuk menyempurnakan penampilan. Jenis kacamata yang paling sering di ginakan adalah kacamata hitam atau rayban/riben.
Pada cuaca yang ekstrim, panas matahari menyilaukan mata. Riben menjadi salah satu alternatif/pilihan yang sangat cocok untuk digunakan. Baik dalam perjalanan yang menggunakan sepeda, motor, mobil pribadi, kendaraan umum, atau sekedar duduk bersantai ria sambil menikmati pemandangan alam. Bahkan sering kita jumpai beberapa orang dijalanan berjalan kaki menggunakan riben. Ini dilakukan untuk melindungi mata dari sinar matahari.
Berbicara tentang kacamata, sepertinya aku tak boleh bandel lagi. Ketidaksenangan saya memakai kacamata adalah salah satu pemicu menurunnya fungsi mataku saat ini (di luar faktor U :)). Jika boleh jujur, aku lebih senang memakai kaca mata hanya untuk gaya hehehee... Sebenarnya, 10 tahun yang lalu dokter telah menganjurkan untuk memakai kacamata. Waktu itu, aku memang memakainya tapi bukan pemakai yang aktif melainkan pemakai yang pasif. aku sering lepas-pakai lepas-pakai. Akibatnya, mataku bertambah minus. Aku tidak menyangka kalau kebiasaan buruk iru malah akan memicu bertambah parahnya penglihatan.
Jika anda pengguna kacamata, jangan sering lepas -pakai karena dapat mengganggu daya akomodasi mata. Mata beradaptasi dengan ukuran kacamata yang kita pakai. Saat memakai kacamata -1.00, maka mata akan beradaptasi dengan -1.00 agar akomodasi mata benar-benar mencapai +1.00 (berdasarkan hitungan sederhana -1.00 (buram) +1.00 (akomodasi) = 0 = (jelas). Saat melepas kacamata, mata akan menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa kacamat (optikonline.blogspot.com).
Kini, aku membutuhkan kacamata yang baru lagi yang bikan hanya sekedar gaya, tapi kebutuhan akan mata yang kian mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Wajar khan...?? hehehee...tapi, jika anda pengoleksi kacamata hitam, mungkin trik di bawah ini yg pernah saya baca di tempo.co. jumat 12 juni 2013 bisa menjadi alternatif dalam memilih kacamata :
1. kaca mata hitam harus dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet UVA atau UVB. Biasanya, kacamata seperti ini menyediakan label yang bertuliskan lenses block 99 % atau UVA dan UVB rays.
2. Lensa kacamata hitam juga harus memenuhi standar kegelapan dari Institut American National Standart (ANZI) yaitu Z80.3
3. Melindungi dari paparan radiasi dengan panjang gelombang lebih dari 400 nanometer. Dalam label kacamata biasanya bertuliskan UV 400 protection.
4. Pilih kacamata dengan rona lensa yang tepat. Tentunya kacamata dengan rona gelap lebih baik dibandingkan dengan rona lensa yang mengkilat. Namun, tidak ada salahnya memilih beberapa rona lain seperti merah marun atau cokelat. Hanya saja, kacamata dengan rona lensa warna warni dapat mendatangkan kesulitan bagi Anda untuk membedakan warna lampu lalu lintas.
5. Gunakan lensa kaca yang berpolaris jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di air. Lensa kacamata yang terpolarisasi dapat mengurangi silau dengan menyaring sinar yang memantul dari permukaan, seperti air atau trotoar.
6. Pertimbangkan kualitas lensa. Beberapa ahli mata menyarankan, sebaiknya berhati-hati ketika membeli kacamata hitam dengan harga yang sangat murah. Kemungkinan lensa pada kacamata hitam yang sangat murah dapat mempengaruhi kualitas optik.
7. Ukuran lensa lebih besar lebih baik. Ukuran lensa yang lebih besar memiliki cakupan perlindungan sekitar kulit mata yang lebih luas. Perlindungan yang luas ini dapat mengurangi penetrasi sinar UV.
8. Pilih ukuran yang pas. Pilihlah kacamata yang tidak terlalu kencang menekan telinga dan hidung. Bila terlalu kencang dapat membuat lecet kulit telinga dan hidung. Maka ukuran kaca mata yang ideal adalah menutupi sekitar area alis tidak menekan bulu mata.
Beberapa bulan yang lalu, aku di buat penasaran dengan seseorang. Rasa keingintahuanku tentang dia semakin menjadi setelah hampir setiap hari aku melihatnya di tempat yang sama. Pertama kali melihatnya terasa ada yang aneh, gerak geriknya menunjukkan tanda-tanda adanya kekurangan mental walau secara fisik dia normal. Setelah beberapa kali melihatnya, aku mulai tersenyum padanya. Senyum yang ku lempar kadang-kadang dibalasnya dengan sorot mata kebingungan. Jika boleh jujur, awalnya aku takut tapi setelah sadar bahwa apa yang dilakukannya masih dalam koridor kewajaran, rasa takut mulai berkurang sedikit demi sedikit. Hilangnya rasa takut bukan berarti aku tidak waspada (hehehee...).
Aku tertarik menulis tentang dia, bukan karena ingin menggambarkan kekurangan yang dia miliki. Keterbatasan mental yang dimilikinya justru membawanya melakukan hal yang positif seperti yang kugambarkan dalam catatan kecil ini. Anggaplah ini sebagai bentuk kepedulian dan support sebagai pengguna jalan yang merasa telah diuntungkan atas kehadirannya, atas apa yang telah dilakukannya, di jalan yang setiap hari aku lewati. Karena aku sadar, menyampaikan support secara langsung adalah pekerjaan yang sia-sia karena dia tidak akan mengerti. Dia hanya mengerti bagaimana mengatur pengendara di lampu merah agar tidak terjadi kemacetan.
Dia berseragam layaknya satlantas walau tidak rapih sebagaimana layaknya satlantas sungguhan. Tapi pakaiannya masih terlihat sopan. Di bawah lampu merah jalan malino rutinitasnya. Kadang memakai topi kadang juga tidak. Mengatur lalu lintas secara sukarela, tanpa perintah dan tanpa larangan. Tidak peduli cengkeraman sinar matahari membakar kulitnya yang semakin hari semakin kecoklatan. Begitupun jika sedang hujan. Dia tetap berada di tengah keramaian kendaraan untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Kadang-kadang dia terlihat marah jika ada pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan lampu lalu lintas. Selain itu, dia juga sering ceramah ttg pentingnya mematuhi aturan lalu lintas jalan saat lampu merah sedang memyala. Ibarat seorang abdi negara yang telah mendedikasikan diri atas sumpah jabatan yang pernah diucapkan.
Sebenarnya telah lama aku ingin mengambil gambarnya melalui ponselku tapi takut dia marah. Keterbatasan waktu dan posisi yang kurang pas untuk pengambilan gambar saat berada di lampu merah membuatku kesulitan membidiknya. Selain itu, lampu hijau saat melewati jalan malino memberiku signal bahwa pengguna jalan tidak boleh berhenti apalagi untuk mengambil gambar. Nah, hari ini sepulang kantor dia masih terlihat berada di tempat yang sama seperti tadi pagi. Astagaaaa.... ini berarti, aktivitasnya dari pagi sampai sore dan itu setiap hari ckckckck.....
Setelah melihat situasi dan kondisi saat itu, aku berpikir inilah kesempatan aku membidiknya dengan kamera ponsel. Dia melihatku, tak ku sia-siakan kesempatan ini. Refleks aku memberikan signal bahwa aku ingin mengambil gambarnya dengan menunjukkan ponselku. Alhamdulillah dia tersenyum, aku tak mengerti arti senyumnya yang jelas ini pertanda baik, pikirku. Rupanya dia mengerti atau mungkin dia juga gifo (gila foto hahahaa...). Tanpa sepatah kata, hanya dengan bahasa tubuh aku menyuruhnya untuk hormat dengan memberikan contoh dan dia mengikutinya. Ahai....."KLIK"..... berhasil, raut wajahnya mengisyaratkan kegembiraan. Rupanya dia menganggap aku telah melakukan sesuatu yang berharga baginya. Dia bertanya "ibu mau belok kiri atau belok kanan?" aku bilang kiri. Sok pahlawan dia meminta kepada pengendara yang lain untuk memberiku jalan. Tapi aneh.... dia mengarahkan aku belok ke kanan. Waahh...Paraaaaahhh.....!!
Dia adalah seorang polisi gadungan yang berbeda dengan polisi gadungan yang lainnya. Bedanya adalah dia tidak punya modus apa-apa yang membuat dirinya meraup keuntungan. Dia adalah polisi gadungan yang bernilai positif, punya nilai plus, disenangi oleh banyak orang terutama para pengguna jalan di sekitar area jalan malino. Keterbelakangan mental yang dimilikinya tidak harus membuatnya tersisih dari orang lain. Tapi dia malah bersahabat dengan banyak orang dari apa yang telah dilakukannya yaitu mengatur laku lintas.
Gambaran diatas mungkin bisa menjadi renungan buat kita semua. Kalau saja seorang yang mempunyai keterbelakangan mental bisa melakukan hal-hal yang berguna untuk orangbbanyak, kenapa kita tidak????
.Catatan:
# Sampai saat catatan ini kutulis, aku belum berani bertegus sapa sehingga namanyapun aku blom tau hikz....
# Karena signal bermasalah maka fotonya blom bisa ter-upload nih malam. Fotonya nyusul yaa.... xixixiiii.....
AO/28-04-2014
Sungguminasa
inilah foto si polisi gadungan yang baik hati
Mungkin anda pernah mendengar kalimat "benci tapi rindu", entah dari siapa, aku gak tau dan tak mau tau (hikz). Kalimat ini sudah sangat familiar di kalangan manapun. Kalangan yang saya maksud disini adalah jenjang usia. Kalangan anak-anak saja sudah tahu, dengan fasihnya mengucapkan kalimat ini. Terbukti anak tetangga saya kemarin menyanyikan lagu"benci tapi rindu" sambil bermain dengan teman-teman sebayanya. Sangat jelas kalau lagu ini dinyanyikan tanpa melibatkan perasaan sang vokalis (hehehee). Namanya saja anak-anak, terang saja kalau tidak larut dalam syair lagu itu, mungkin blom pernah merasakan sakit karena rindu. Kalangan remaja tak diragukan lagi, kalimat benci tapi rindu sudah menjadi aturan baku dalam kisah asmara cinta monyet, terlebih pada kalangan dewasa. Pada kalangan orang tua aku gak tau banyak, mungkin karena fase ini blom terlewati olehku (hahahaaa.... sok muda).
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bersinggungan dengan banyak orang. Tanpa sengaja, bisa saja menyinggung perasaan orang lain yang secara otomatis akan tertanam perasaan benci di hatinya. walau kita tahu bahwa perasaan benci itu adalah sifat almiah manusia, tetap saja harus menjaga dan berusaha menjauh dari koridor yang dapat memicu kebencian antar sesama.
Kata "benci", kadang-kadang refleks terlontar begitu saja tanpa rem, tanpa perintah otak. Kata benci yang terlontar biasanya diiringi dengan ekspresi seseorang. Jika seseorang mengucapkan kata benci dengan ekspresi yang biasa-biasa saja, kita masih bisa santai dan tak perlu terlalu khawatir. Mungkin saja orang itu tidak sedang benar-benar benci atau inilah yang dinamakan benci tapi rindu. Tetapi, jika seseorang mengucapkannya di barengi dengan perubahan raut muka menjadi tegang, kemerah-merahan dan diiringi dengan gerakan yang kurang mengenakkan maka anda perlu berhati-hati.
Membenci seseorang tidak harus dengan ucapan kongkrit seperti ini "aku benci padamu". Untuk itu anda harus pintar-pintar menginterpretasikan sendiri perubahan sikap aeseorang yang lain dari biasanya. Nah, jika anda dalam posisi sedang di bwnci, mungkin ada baiknya introspeksi diri dengan mencari solusi yang tepat. Jangan sampai solusi yang anda ambil justru akan memperkeruh suasana. Ada baiknya pelajari situasi terlebih dahulu sebelum bertindak. Buatlah orang yang sedang dalam posisi membenci takluk setelah anda melakukan sesuatu yang membuatnya senang. Karena dalam perasaan senang dan bahagianya seseorang, cenderung akan melakukan hal-hal yang bersifat positif. jadi, bisa saja menurunkan kadar bencinya.
Salam Kompak tanpa benci
AO/20-04-14
Sungguminas, Tepian Sungai Jeneberang
Tahukah anda mengapa aku memaksimalkan waktu hari ini?
Hari ini jumat 18 april 2014 jam 08.00 pagi, seperti biasa aku masih sibuk beres-beres di kamar ibu. Pekerjaan ini wajib dan sudah menjadi perioritas utama tiap kali berkunjung ke rumah ibu. mulai dari beresin tempat tidur, utak atik isi lemari alias ngarapiin sampai ngumpulin baju-baju kotor untuk di cuci. Nah, lega rasanya melihat semua sudah rapi. Satu poin sudah selesai artinya masih ada beberapa poin lagi yang harus aku lakukan di hari ini.
Poin kedua adalah berkunjung ke rumah nenek, walau hanya sekedar bersay hello cukuplah hari ini mengonati kerinduanku pada nenek tersayang yang sedang berjuang melawan sakitnya. Sebenarnya mau berlama lama di rumah nenek apalagi saat ini di rumah nenek lagi ramai karena di saat yang bersamaan juga mendapat kunjungan dari saudara sepupu. Setelah merapikan rambut nenek yang saat itu sempat terurai jatuh ke bahunya dan memberinya makan sesuai permintaannya yaitu nasi panas dan beberapa lauk kesukaannya akupun pamit untuk melanjutkan perjalanan.
Point ketiga adalah ke pasar Bontoramba. Salah satu pasar tradisional di kampungku yang entah sudah beberapa tahun tak pernah aku kunjungi. Tadi pagi saat memasuki gerbang pasar, aku bertemu dengan teman se-masa SMA dulu. Sebenarnya aku mau berlama lama ngobrol dengan teman tapi karena mau memaksimalkan waktu hari ini maka obrolan kecil ini aku akhiri. Sebelum melangkah aku sempat di godain dengan kalimat "hati-hati nanti hilang dalam pasar". aku hanya tersenyum sebentar lalu setengah berlari akupun menerobos kedalam keramaian pasar untuk membeli perlengkapan bayi karena point keempat adalah membesuk ponakan yang baru lahir kemarin disalah satu pustu Galesong Kab Takalar.
Point keempat adalah mengunjungi si bayi mungil. SeteLah bercanda dan berhasil membuat si bayi mungil menangis, akupun pamit pada ibunya untuk melanjutkan perjalanan kerumah ibu.
Point kelima adalah kopdar Alias kopi darat dengan teman-teman di IIDN-Makassar hari ini juga yang terjadwal jam 15.30 ba'da ashar. nah, point yang kelima inilah yang membuatku memburu waktu hari ini atau memanfaatkan waktu se efisien mungkin. jadwal yang telah terencana sehari sebelumnya tak boleh aku sia siakan. kopdar ini adalah pertama kali buatku di komunitas ini. Ada banyak hal yang membuatku sangat ingin hadir pada pertemuan ini. Selain ingin berkenalan langsung juga ingin mendapat informasi langsung tentang keberadaan IIDN-Makassar serta bisa saling sharing dan berbagi pengalaman secara langsung.
Alhamdulillah, semua jadwal hari ini bisa terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Inilah salah satu sisi positif pentingnya menagement waktu dalam kegiatan sehari hari
Untuk teman teman IIDN terima kasih banyak sharenya tadi sore, aku berharap masih banyak lagi pertemuan berikutnya untuk kita bisa saling bernagi. terima kasih telah meluangkan waktu untuk bertemu
oh yaa... hampir lupa, ucapan terima kasih buat RIRIN yang telah menitipkan suvenirnya buat kami tadi sore. lain kali ikut kopdar ya dan sukses selalu untuk ririn dan usahanya sehubungan dengan suvenirnya tadi sore :)
#AO#18 -04-14
Sungguminasa





