“Serumpun padi
tumbuh di sawah, hijau menguning daunnya”.
Sepenggal lirik lagu ini sering saya dendangkan bersama teman bermain di
area persawahan puluhan tahun silam.
Ada yang masih ingat lagu ini?
Pagi ini, tanpa sengaja aku melihat dan mendengarnya di
salah satu stasiun TV. Hamparan sawah
yang terbentang luas menghijau, bulir-bulir padi yang bergerak tak beraturan,
melambai tertiup angin sepoi. Tampak
area persawahan itu berhias orang-orangan dengan beragam model, amat menyejukkan
hati siapa saja yang melihatnya.
Pemandangan ini sangat identik dengan pedesaan. Ditambah dengan alunan lagu “Serumpun Padi”, cukup menggugah hati
untuk mengenang kembali kampung halaman sekaligus melirik bagaimana kehidupan
petani sebagai insan yang berperan utama dalam penyedia pangan di negeri ini.










