Sehat Bahagia Tanpa Polusi dengan BBM Ramah Lingkungan

16.21.00

 

Sumber gambar: RenSEO

Assalamualaikum wr wb, apa kabar semuanya?, semoga dalam keadaan sehat dan selalu menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada. Eh satu lagi, jangan lupa bahagia hehehe


Senang sekali bisa mengawali tulisan ini dengan perasaan senang, bahagia.  Bagaimana tidak?, saat ini sedang menghabiskan waktu di rumah Datok (nenek). Hamparan rumput hijau mengelilingi rumah Datok serta pohon-pohon berdaun lebat, memberikan kesegaran alami yang luar biasa. Udara sehat bebas polusi.  Maka tidak salah jika ada yang mengatakan begini; “bahagia itu sederhana, saat bangun pagi, masih bias menghirup udara segar”. Sungguh nikmat Allah yang maha baik tak terkira, ada banyak momen kebahagiaan di dunia ini yang bisa kita nikmati.  Tapi harus kita sadari bahwa selain menikmati, tugas kita adalah menjaga semua kenikmatan itu dan tidak merusaknya.

 

Rumah Datok

Hari ini, saya pulang kerumah. Apa yang terjadi? Panas, gerah, bising karena lalu lalang kendaraan depan rumah.  Polusi kendaraan tak bisa terelakkan.  Beda banget saat berada dirumah datok kemarin.  Jujur, ini menjadi beban pikiran untuk menyelamatkan bumi dari banyak masalah,  seperti polusi udara.  Kebayang gak sih, bagaimana nasib bumi 10 atau 30 tahun ke depan jika kita tidak berupaya meminimalkan polusi udara dari sekarang?.

 

Fenomena diatas menstimulan saya agar terus berbuat sesuatu untuk bumi tercinta.  Tulisan ini adalah salah bentuk kepedulian saya terhadap lingkungan dengan harapan dapat dibaca oleh banyak orang, sekaligus menjadi bahan edukasi untuk orang lain terkait penyelamatan lingkungan khususnya masalah polusi udara.

 

Alhamdulillah dapat undangan sebagai blogger dari Kantor Berita Radio (KBR) bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mengikuti webinar dan dialog publik yang diawali dengan media gathering  dengan tema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru”.  Selain blogger, juga hadir teman Media dan Mahasiswa melalui Aplikasi Zoom. Senang sekali bisa dapat transferan ilmu dari para pakarnya saat mengikuti kegiatan ini selama 2 hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 9-10 Maret 2021.  Hadir 4 orang Narasumber yaitu Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Ratna Kartikasari (Subdirektorat Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Fabby Tumiwa (Institut for Essential Service Reform), Deny Djukardi (Pertamina)

 

Narasumber

Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru

Saya teringat beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 1996. Artinya 25 tahun yang lalu, pemerintah telah menggulirkan Program Langit Biru, namun hingga saat ini belum terwujud.  Program Langit Biru adalah sebuah upaya untuk mengantisipasi adanya krisis lingkungan, khususnya polusi udara.

 

Sumber foto: radardepok.com

BBM ramah lingkungan tidak bisa dilepaskan dengan program pemerintah tentang langit biru. Program ini akan diterapkan di seluruh Indonesia baik di kota-kota besar hingga ke pelosok desa. Pencemaran udara lebih besar di kota-kota besar dibandingkan dengan kota-kota kecil. Tetapi, jika kota kecil tidak di manajemen dengan baik dan dari sekarang, maka kota kecil pun akan menjadi permasalahan ke depannya.  Untuk itu perlu kesadaran kita semua untuk mengkampanyekan tentang pentingnya penggunaan BBM yang ramah lingkungan demi menyelamatkan bumi.  Fabby Tumiwa menyampaikan bahwa hal Ini tidak menjadi sepenuhnya tanggungjawab pemerintah tetapi kita semua wajib selalu mendukung, mendorong dan meyuarakan sosialisasi terkait pemakaian BBM kualitas baik atau ramah lingkungan.

 

Dalam konteks BBM, sudah saatnya kita menggunakan BBM ramah lingkungan. Komunitas international semua sudah menggunakan BBM kualitas baik, Indonesia kapan?. Indonesia sangat tertinggal dalam penggunaan BBM kualitas baik dibandingkan dengan negara Asia, bahkan di Asia Tenggara.

 

Ratna Kartikasari menyampaikan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan transportasi massal yag murah, terjangkau, aman, dan nyaman agar masyarakat yang abai dalam menggunakan BBM ramah lingkungan bisa beralih menggunakan transportasi umum.  Misalnya makan siang dengan menggunakan Taxi, berjalan kaki karena trotoar yang indah dan bersih, bersepeda pada jalur khusus pengguna sepeda.  Pemerintah juga bisa merangkul komunitas goes serta influencer di kota masing-masing untuk turut berpartisipasi menggaungkan pentingnya penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

 

Sumber foto: orami.co.id dan viva.co.id

Masyarakat kita cenderungan menggunakan bahan bakar yang murah sehingga meningkatkan penggunaaan kendaraan yang seharusnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, mereka akan menggunakan kendaraan bermotor.  Ini jelas menjadi ancaman terbesar meningkatnya polusi udara.  Saat ini, polusi udara menyumbang hingga 80% emisi kendaraan bermotor.

 

Salah Kaprah

Suatu ketika saya dalam perjalanan keluar kota dengan si Gray kesayangan (nama kesayangan kendaraan pribadi saya).  Melihat BBM sisa 2 strip, saya memasuki pom bensin/SPBU untuk mengisi BBM jenis Premium.  Setelah 5 pom bensin yang saya lewati tidak menyediakan BBM jenis Premium, maka terpaksa saya mengisi BBM yang lebih berkualitas yaitu Pertalite.  Perkiraan saya, pulang nanti baru isi BBM jenis Premium biar lebih irit.

 

Ternyata, sampai saya tiba kembali dirumah, saya tidak mengisi BBM lagi. Tahu apa yang terjadi? Akhirnya saya ketawa jahat, ngakak, tapi malu pada diri sendiri.  Kemana saja saya selama ini?.  Ternyata oh ternyata, Pertalite ini lebih hemat dan jelas lebih berkualitas.  Sejak saat itu, saya langsung hijrah dari Premium ke Pertalite.

 


Man teman, tidak sedikit orang yang salah kaprah terkait penggunaan BBM dengan harga murah. Jarak tempuh yang dihasilkan oleh Pertalite  berbeda sekali dengan Premium.  Blom  lagi biaya perawatan kendaraan yag lebih cepat rusak karena mesin kendaraan akan lebih cepat rusak dibandingkan dengan penggunaan bbm yg lebih. So? Katakana TIDAK untuk menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan.  Salam sehat, salam bahagia untuk kita semua.

 

Wassalamualaikum wr wb….

Oh ya, hasil webinar versi video kalian bisa ditonton disini:



You Might Also Like

0 komentar

About Me

Like us on Facebook