Kamis, 01 Februari 2018

Menyapa kenangan di Cameron Highland itu berat, kau takkan kuat, Biar Aku Saja

Pic by: Abby Onety

Jangan berkunjung ke Cameron Highland jika hanya satu atau dua hari saja, kau takkan kuat meningggalkan pesona keindahannya, biar aku saja!

Pernah mendengar cerita pesona alam Cameron Highland? Cameron Highland adalah salah satu destinasi wisata yang pernah saya kunjungi.  Orang-orang menyebutnya tanah tinggi Cameron yang menjadi pusat peristirahatan didataran tinggi yang terkenal di semenanjung Malaysia.  Cameron Highland terletak di barat daya negeri Pahang dengan suhu sekitar 10*C sampai 20*C dengan ketinggian sekitar 1.829 mdpl .  Sebuah negara yang kaya dengan khazanah hutan alamnya.  Nama daerah ini berawal dari nama seorang Inggris yang menemukan tempat ini pada tahun 1885 William Cameron.  Untuk mecapai tempat ini, kita bisa menggunakan moda transportasi darat (mobil atau motor) dengan jarak sekitar 250 km dari Kuala Lumpur.

Referensi wisata ke Cameron Highland awalnya dari Sang Dewa, seorang teman yang juga penikmat traveling.  Sekitar dua bulan saya mempersiapkan rencana keberangkatan sambil mencari informasi tentang destinasi wisata yang akan saya kunjungi, selain itu saya juga menunggu waktu ijin di kantor.  Karena destinasi tujuan didataran tinggi, tentu saja saya akan disambut dengan hawa dingin, jadi harus membawa baju yang agak tebal. 

Selain wisata yang bernuansa heritage, saya juga penikmat wisata alam khususnya daerah pegunungan.  Cuaca dingin pegunungan membuatku selalu merasa nyaman, adem, dan kagum akan kebesaranNYA.  Allah menciptakan keindahan alam yang sungguh memesona.  Sebagai mahluk Tuhan, sudah sepantasnya kita menjaga sekaligus menikmati fasilitas ini.


Tidak ada alasan untuk tidak mencintai alam”, kalimat ini sering saya ucapkan kepada siapapun terutama kepada anak didik saya.  Setiap kesempatan disela-sela jam mengajar selalu saya selipkan kalimat “jaga lingkungan, lestarikan tanaman”.  Sebab, banyak sekali manfaat yang telah kita peroleh dari keduanya.  Seluruh kebutuhan hidup disiapkan oleh alam,  pemenuhan hidup sandang, pangan, dan papan adalah kontribusi dari alam. “masihkah kita tidak mencintai alam?”.

Dalam dunia traveling, alam berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan manusia yang sekarang ini bukan lagi tergolong kebutuhan tersier tapi sudah menjadi kebutuhan primer.  Iwan Kurniawan dalam artikelnya secara terang-terangan mengatakan bahwa berlibur sudah menjadi kebutuhan primer.    

Alam adalah lukisan Sang Maha Pencipta dalam bentuk nyata yang dapat kita nikmati pesona keindahannya.   Tidak jarang seseorang mengeluarkan budget yang tergolong sangat mahal hanya karena ingin menikmati keindahan alam  yang tersebar luas di seluruh dunia.  Banyak orang yang rela meninggalkan negerinya untuk bepergian melihat langsung bukti nyata keindahan alam negeri seberang yang mereka ketahui dari berbagai sumber informasi.  Bepergian menikmati pesona alam tidak harus selalu  dengan budget mahal. 


Traveling adalah hak semua orang, bukan hanya milik si kaya, tetapi semua orang bisa menikmatinya.  Jadi tidak perlu menunggu kaya untuk melakukan sebuah perjalanan karena semua orang bisa melakukannya.  Bahkan ada yang berani keluar dari zona nyaman untuk melakukan perjalanan karena sebuah perjalanan akan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, termasuk bagaimana memanajemen diri sendiri dan menjadikan pengalaman sebagai investasi kehidupan.

Seperti tahun kemarin, saat menikmati pesona alam Cameron Highland, di Kota Brinchang, Pahang, Malaysia, saya merasa begitu kecil, lebih kecil dari butiran debu.  Tak ada yang bisa di banggakan pada diri ini, terlena atas kekaguman akan kesejukan dan keindahan alam ini, tiba-tiba saya merasa begitu dekat dengan Sang Maha Pencipta. 

Tekstur tanah di Cameron Highland tergolong sangat subur, sangat cocok untuk bertanam berbagai jenis tumbuhan.  Oleh karena itu tidak heran jika disini terdapat beberapa kebun yang sangat luas dan subur.  Kebun-kebun itu diantaranya adalah  kebun teh, kebun strawberry, kebun buah, dan  kebun bunga.

Kebun Teh
Sebelum berkeliling menikmati keindahan perkebunan teh, terlebih dahulu saya menyempatkan diri menikmati secangkit teh hangat dengan roti keju sambil menikmati kebun teh dari ketinggian.   Lagi-lagi saya berdecak kagum akan ciptaanNYA. Woow... tehnya benar-benar segeeeerr.  Teman-teman, jika punya kesempatan, berkunjunglah ke tanah tinggi, saya doakan kalian ya semoga bisa kesini membuktikan nikmatnya teh Cameron Highland. 

Kebun teh ini milik warga negara Malaysia yang berdarah India.  Saat ini sedang dikelola oleh keturunan ke-empat atau sudah generasi ke-empat.  Kebun teh ini berdiri sejak tahun 1891.  Dulu orang-orang memetik teh dengan tangan secara tradisional tetapi saat ini mereka telah menggunakan mesin yang di pegang dua tangan.



Kebun Bunga
Woww...., saya terpana melihat keindahan aneka macam bunga yang indah, cantik dan segar-segar.  Sangat memukau para pengunjung yang datang menyambangi kebun bunga ini.  Saya sangat tertarik membeli beberapa kaktus tapi karena takut direpotin di airport pada bagian karantina tumbuhan, maka saya urung diri membelinya.



Kebun Strawberry
Saya lanjut jalan-jalan ke kebun stowberry.  Cameron Highland terkenal dengan strowberrynya.  Disini kita bisa memilih dan memetik langsung dengan tangan sendiri buah strowberry yang ingin dibeli, selain rasanya enak, seger, harganya pun muraaahh.  Di sebelah kanan kebun strowberry dijual beberapa produk yang berlabel strawberry.  Misalnya Strawberry Sundae, Strawberry Fried Ice Cream. Strawberry Waffle, Sabun Strawberry, Permen Strawberry, Teh Strawberry, Coklat Strawberry, de el el...



Kebun Sayur
Cameron Highland terkenal dengan hasil tanaman seperti buah-buahan, bunga-bungaan, dan sayur-sayuran yang bermutu tinggi.   Banyak sekali sayuran berupa kubis dan sawi yang segar-segar.  Saya juga sempatkan diri jalan-jalan ke pasar tradisonal, disana saya menikmati jagung rebus, rasanya manis. 

Oh ya, perjalanan balik ke Kuala Lumpur saya singgah di rumah salah satu warga di daerah Pahang.  Sambil rehat, saya banyak berbincang-bincang dengan  keluarga ini yang mengaku sebagai suku asli Malaysia. 



Saya berharap semoga suatu hari kelak, saya dapat kembali menyapa kenangan di Cameron Highland.  Oke teman-teman...., sampai disini dulu ya, sampai jumpa di cerita trip selanjutnya dengan  destinasi yang berbeda.


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis #SatuHariSatuKaryaIIDN


14 komentar:

  1. Ya ampun Ka judulnya bikin salfok. Cantiknya itu bunga dan tanamannya 😍.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Delon... hahahaa. iya Awie, rasa2nya mau bawa tuh bunga ke Makassar. apa daya gak mau repot juga sih

      Hapus
  2. Haduh haduhhh.. Strawberrynya bikin ngiler. Mau ta mi deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Vita.. dirimu wajib nyoba langsung di Cameron. wueenaaakk...

      Hapus
  3. Judulnya eaaaa..eaaaa aku jadi inget si Dahlan :D

    mba ini cakep loh duh jadi mupeng travelling ke Malaysia, btw klo mba jadi beli kaktus kebayang deh yah rempongnya duri-duri itu menusuk-nusuk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa... kamu tak kan kuat ingat Dahlan, biar aku saja :))
      iya, padahal ku jatuh cinta bangat sama tuh kaktus

      Hapus
  4. hampara hijau itu.... serasa di the shire, lord of the ring ya kak :)

    BalasHapus
  5. aduh jadi pingin kesana nih.....

    BalasHapus
  6. kepada yg minat mendaki gunung...di sini juga ada track pendakian ke Gn Brincang dan Gn Irau...tak jauh dr Pekan Cameron Highland.

    BalasHapus
  7. Ini tuh genting highland bukan sih? yang kata orang banyak tempat judinya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan. Klo di Genting mah aku bahkan pernah nyasar ke Kasinox hahaa... nanti ceritax aku publish ya pengalaman di Genting Hihjland.

      Hapus