Kamis, 25 Januari 2018

Traveling Kamu Bergaya Koper Atau Ransel?

Pic by Abby Onety

Mau hiking kok bawa koper sist? ”, ucap salah seorang anak muda kepada teman wanitanya yang berpenampilan modis, cantik, dan agak manja.  Sepintas saya menoleh setelah mendengar perkacapan itu dari sekelompok anak muda.  Rupanya mereka sedang merencanakan trip ke salah satu gunung yang cukup terkenal di Indonesia dan di kalangan para pendaki baik dalam negeri sendiri maupun dari mancanegara.  Saya hanya tersenyum mendengar percakapan mereka.  Lucu aja sih yah, klo mau hiking terus bawa koper.

Fenomena diatas memunculkan pertanyaan, “Pernahkah anda kebingungan soal pilihan menggunakan koper atau ransel saat traveling?,  mau membawa ransel, atau bawa koper?, atau malah ingin membawa dua-duanya?”.

Ini menarik untuk kita bahas agar tidak salah membawa koper atau ransel saat melakukan perjalanan.  Kenapa? karena jika salah membawanya saat traveling, maka akan memberikan ketidaknyamanan selama dalam perjalanan.   Hal ini dapat menghambat aktivitas perjalanan anda.  Selain itu, kita juga akan rugi waktu dan tenaga karena sibuk mengurusi barang bawaan yang tidak sesuai dengan kondisi lokasi pada destinasi wisata tujuan. 

Agar tidak bingung menentukan pilihan, mari kita intip beberapa pertimbangan menggunakan koper atau ransel saat bepergian: 

1.      Koper
Beberapa waktu lalu, saya pernah bermasalah dengan pihak maskapai saat traveling ke Phuket, Thailand.  Saat itu, saya menempuh perjalanan dengan low-cost jadi masih memerlukan biaya tambahan untuk bagasi.  Saya tidak membeli bagasi sehingga bawaan cabin saya melebihi kapasitas yang sudah ditentukan oleh pihak maskapai.  Sekarang  ini, pihak maskapai semakin teliti dan disiplin soal bawaan penumpang ke cabin pesawat.  Maksimal 8 Kg untuk bisa naik ke cabin, selebihnya harus dibagasikan.   Koper yang saya bawa juga agak besar.  Semenjak itu saya mulai menggunakan koper yang cabin size yang dalamnya ada tas ransel tipis dan kosong buat jaga-jaga siapa tahu pulang traveling barangnya beranak alias bertambah hehehee.

Jadi, selain kita harus jeli memilah barang bawaan yang benar-benar dibutuhkan, kita juga harus tahu teknik packing yang benar.  Ini penting agar seluruh ruang dalam koper dapat terisi penuh.  Teknik ini bisa menghindari beban saat bepergian dengan membawa dua tas.  Tidak menguasai teknik packing yang benar, memungkinkan terjadinya overpacking.   Ini adalah kesalahan besar bagi seorang pelancong. 

Orang yang punya budget lebih biasanya memilih koper saat bepergian.  Tinggal di hotel dan lokasi destinasi wisata biasanya berada dalam kota dengan jalanan yang rata dan mulus sehingga tidak kerepotan membawa koper.  Pelancong city tour atau mungkin perjalanan dinas dari kantor untuk mengikuti seminar dan semacamnya, juga memungkinkan untuk membawa koper saat bepergian. 

Pic by Abby Onety


2.      Ransel
Membawa ransel memungkinkan anda lebih mudah mengakses beberapa lokasi wisata.  Jika berwisata ke alam terbuka di daerah pegunungan dengan naik turun bukit, ransel adalah pilihannya.  Ransel banyak digunakan oleh para pelancong dengan tipe backpacking atau backpacker yaitu perjalanan dengan biaya yang murah dan tidur di tempat yang berbiaya murah. Tapi, jika barang bawaan banyak maka akan membebani kita karena bebannya berat.

Saat bepergian selama 1 atau 2 hari saja dengan jumlah barang bawaan yang tidak banyak, Ini memungkinkan untuk membawa ransel, entah itu perjalanan city tour maupun perjalanan dinas kantor dan lain-lain.

Pic by Abby Onety


Semoga tulisan ini dapat menjadi panduan buat anda yang kebingungan memilih koper atau ransel saat ingin bepergian.  Menikmati perjalanan dan bebas barang bawaan yang mengganggu. Ingat, liburan itu untuk bersenang-senang bukan malah menambah penderitaan dengan kerepotan membawa koper atau ransel.


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN

12 komentar:

  1. Kemaren saya juga agak bingung pas kebali, trip cuma 2 hari, pake ransel apa koper, dan saya galau karena teman2 yang bawa koper, tapi saya mikir ulang lagi, trip cuma sebentar jadinya ransel, makasih mba infonya, bermanfaat

    BalasHapus
  2. Sekarang suami saya kalo perjalanan dinas 2-3 hanya pake ransel. Lebih praktis katanya.
    Kalo saya sih tetap butuh koper, walopun yang size kecil. Soalnya bawaanku bejibun bo! Hehee...

    BalasHapus
  3. Biasanya, bila jumlah hari berpergian lebih dari 3 hari 1 minggu, saya bisa bawa koper kecil.

    Tapi pengalaman sih saya pernah keluar kota 2 minggu pake tas besar, dan itu muat. Hehe

    Nice share.

    BalasHapus
  4. Saya selalu bawa ransel, soalnya enak sih ringkas. Bawa barang-barang yang paling perlu saja. Jadi kalau tiba di tempat tujuan lalu mau langsung mengunjungi destinasi wisata enak tinggal cus. Apalagi kalau sempat check in dulu di penginapan, barang-barang bisa ditinggal di kamar. Bebas deh melenggang jalan-jalan :D

    BalasHapus
  5. Iya teknik packing yang rapi akan memasukan semua kebutuhan kita mau beberapa hari atau bahkan sampai seminggupun ya. Saya biasanya koper kecil bagasi tas kecil bawa ke cabin dan ini yang akan saya tenteng sepanjang jalan2. Wah semoga lancar tantangan nulisnya ya.

    BalasHapus
  6. wah asik nih kak Abby travelling terus.. ajak2 kak kapan2.. hehe

    BalasHapus
  7. tergantung, dulu lg gadis aku sih bawa ransel, kl sekarang seringnya bawa koper atau kalau naik bis pakai ransel

    BalasHapus
  8. kalau aku tergantung acaranya mau kemana dulu mbak pas traveling :D hehehe... secara kan, kalau kegunung2 nggak mungkin bawa koper, tapi jujur sih paling enak pake backpack. lebih easy buat nenteng kemana - mana. pas mau antri ke imigrasi juga langsung cusss, gak perlu nungguin koper keluar dulu dari belt conveyor

    BalasHapus
  9. Saya bawa dua-duanya, tetapi kopornya kecilji.

    BalasHapus
  10. Dua2nya, kdng kopernya kosong buat belanjaa aja hahahah

    BalasHapus
  11. aku ransel aja secara nginepnya di tempat ala2 dan lebih simpel sih

    BalasHapus
  12. Saya sering pake ransel, reportnya dengan ransel karena pakaian jadi kusut..

    BalasHapus