Minggu, 08 Oktober 2017

Mengenang 30 hari Kepergian Ibu


Bagaimana perasaan anda jika: orang yang anda tuntun dalam sakratul maut itu adalah ibumu?, orang yang anda mandikan itu adalah ibumu?, orang yang anda kafani itu adalah ibumu?, orang yang anda sholati itu adalah ibumu?, dan orang yang anda kuburkan itu adalah ibumu?

Saya melewati semua proses tersebut di atas. Tahukah anda bagaimana perasaan saya kala itu hingga saat ini? 

#Jumat_08_September_2017, artinya hari ini, #08_Oktober_2017 sebulan telah berlalu.
Masih hangat terasa kala itu, tangisan kepedihan memecah kesunyian subuh di Rumah Sakit Tentara #PelamoniaMakassar. Seketika saya merasa hidupku lumpuh total. Dunia rasanya terbalik.

Alunan adzan subuh mengiring kepergian #IBU Kupasrahkan diri pada keputusan ALLAH SWT yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Ibu tersenyum cantik sekali. Belum pernah saya melihat Ibu tersenyum secantik ini. Senyum yang melahirkan sejuta tangis dari orang-orang di sekeliling Ibu.


Perih ini, luka ini, tangis ini pecah di atas sajadah biru sesaat setelah hembusan nafas terakhir IBU. Jasad ibu masih hangat, saya merintih perih yang teramat sangat. Dengan sisa kekuatan yang kumiliki, kusandarkan diri pada ILAHI dalam sujud subuhku. Saya percaya akan kekuatan do"a. Kupanjatkan do'a bersama linangan air mata kepedihan. Kepedihan yang selalu kubawa dengan ucapan asma Allah.

Sadar sepenuhnya bahwa yang hidup pasti akan mati. Dari yang tiada menjadi ada lalu kembali tiada. Inilah proses alamiah kehidupan yang telah menjadi ketetapanNYA. Siapapun dia takkan mampu melawan takdirNYA

Tentang Ayah.....
Tenang disana ya Bu... saya akan menjaga ayah di bumi. Dan.... Ibu tetap ada di setiap nafasku, dalam do'aku.



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku.
- B.J Habibie

We love you Ayah....
Ayah...... yang kuat selalu yahhttps://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f68/1/16/1f495.png
💕https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f68/1/16/1f495.png💕
Kami selalu ada untuk Ayah
https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f55/1/16/1f607.png😇
#PelukAYAHku


YA ALLAH... Tuhan yang maha pengasih dan maha pengampun. Ampuni dosa ibuku, terimalah amalan kebaikannya. Terimalah ibuku disisiMu, berikanlah tempat terbaikMu, tempatkan ibuku di jannahMU. Aamiin.... Ya Rabbal alamin
In Shaa Allah kami ikhlas bu.
#AL_FATIHAH

4 komentar:

  1. kak abbyy....
    nangis baca ini,, saya membayangkan ketaksanggupan kalau hal ini kejadian sama saya .... Allahu Rabbi...

    alfatihah untuk almh Ibu ta...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.... Allahumma Aamiin..
      Makasih dek Qiah

      Hapus
  2. Kak, sedih bacanya 😭 gak bisa bayangkan kalo saya yang alami ini...
    Semoga almarhumah ibunda mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Aamiiin 🙏

    BalasHapus