Rabu, 30 Agustus 2017

Bosowa Semen Dari Perut Bumi Makassar Untuk Indonesia Raya

Foto Bareng Blogger Makassar bersama Direksi Bosowa Semen
di Lokasi Pabrik Bosowa Semen Maros
(Sumber foto: Zilqiah A)
Siapa yang tidak mengenal Bosowa Semen? Jangan mengaku kekinian kalau tidak mengenal Bosowa Semen.  Sebuah perusahaan anak negeri yang menduduki posisi ke-4 sebagai produsen semen terbesar di Indonesia.  Banggakah kamu? Ya jelas bangga dong! Kamu juga kan?. 

Satu lagi, tahukah kamu kalau baru-baru ini perusahaan Bosowa Semen telah me-rebranding namanya dari Semen Bosowa menjadi Bosowa Semen?.  Mau tahu alasannya? Simak tulisan saya berikut ini ya?

Media Gathering and Plant Visit Bosowa Semen With Blogger Makassar
Pagi-pagi saya sudah siap dengan segala tetek bengek untuk melaju ke Makassar tepatnya ke gedung Menara Bosowa.  Ada apa gerangan?.   Pagi ini, saya janjian dengan teman-teman blogger Makassar yang terpilih untuk ikut acara Media Gathering and Plant Visit Bosowa Semen di Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros.

Sampai di Menara Bosowa, saya menyempatkan foto-foto dan mengambil video dengan view gedung Menara Bosowa sebagai pelengkap koten tulisan dan vlog.  Biasalah, blogger yang mencoba peruntungan menjadi seorang vlogger hehehee....

Setelah asyik berfoto ria dan ngambil video, saya langsung masuk ke lobby Menara Bosowa dan ternyata sudah ada beberapa awak media dan blogger.  Saya lanjut mengisi daftar hadir yang disodorkan oleh salah seorang Media Relation Bosowa Semen, Mba Mute.  Beberapa menit kemudian rombongan disilahkan masuk kedalam bus yang telah disediakan.  Ada 2 bus yang disediakan yaitu 1 bus khusus untuk media cetak dan media online serta beberapa kru Bosowa Grup dan 1 bus lagi khusus untuk blogger Makassar.   Untuk sampai ke lokasi pabrik, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari arah Makassar menuju lokasi pabrik Bosowa Semen di Kabupaten Maros. 

Foto bareng bersama teman-teman blogger di depan Menara Bosowa
(Sumber foto:dokumen pribadi)
Perjalanan dimulai sekitar pukul 09.00 dengan rute mulai depan Menara Bosowa lalu bus belok kiri ke jalan Kartini menuju jalan Tol Reformasi.   Sepanjang perjalanan, ada canda dan tawa diantara blogger sambil menikmati snack yang disiapkan oleh panitia.  Dari arah kota Maros bus belok kanan searah dengan destinasi wisata Rammang-Rammang. 
 
Saat menuju ke lokasi Bosowa Semen Maros
(Sumber foto: dokumen pribadi)
Nah, tak terasa rombongan telah tiba di lokasi pabrik Bosowa Semen Maros sekitar pukul 10.30.  Rombongan diarahkan menuju lantai 2 tempat berlangsungnya sharing session seputar pabrik Bosowa Semen  tepatnya diruang meeting kantor Pabrik Bosowa Semen.  Para direksi dan kepala pabrik memasuki ruangan meeting sesaat setelah awak media dan blogger berada di ruangan meeting lebih dulu

Pada sharing session ini,  pak Dani selaku moderator menyapa awak media dan blogger.  Pak Dani memperkenalan beberapa orang pihak jajaran Direksi yang hadir.  Ada Ismail iskandar (Commercial Director), Febby Triadi (Marketing Div. Head), Edwin Yudhawan (Distribution Div. Head), Mukhsin Alwy (HR & GA Div. Head), dan Syamsul Rijal (Kepala Pabrik).

Paparan  materi oleh Pak Rachmat Kaimudin (Managing Director Bosowa Semen) tentang BosowaSemen dan perkembangan industri semen Nasional maupun Regional.  Dalam paparannya, pak Rachmat banyak berkisah tentang awal berdirinya Bosowa Semen hingga kini, termasuk bagaimana langkah cerdas yang dilakukan oleh manajemen Bosowa dalam menyiasati persaingan yang saat ini sedang melanda.

Rachmat Kaimudin (Managing Director Bosowa Semen)  saat  presentasi 
tentang Bosowa Semen dan perkembangan industri semen Nasional maupun Regional.
(Sumber foto: dokumen pribadi)

Sejarah Bosowa Semen
Bosowa Corporation didirikan oleh Bapak H. M.  Aksa Mahmud, dengan semangat muda dan dorongan energi yang luar biasa pada tahun 1970an melandasi arah perusahaan untuk berkembang menjadi kelompok usaha terbesar yang berasal dari kawasan Indonesia Timur. Didasari oleh jiwa kelautan dan kekuatan suku Bugis yang mengarungi laut sampai Madagaskar dan Australia dengan kapal Phinisi, Bosowa ditakdirkan untuk maju dan tumbuh menjadi besar.

Bosowa merupakan perusahaan swasta nasional  yang didirikan pada tahun 1973 di Makassar Sulawesi Selatan.  Bosowa sendiri berasal dari nama 3 kerajaan besar Bugis (Bosowa Berlian) yaitu Bone, Soppeng dan Wajo (Berlian Sulawesi ).

Pucuk pimpinan dialihkan kepada H. Erwin Aksa pada tahun 2006.  Sebagai CEO dengan latar belakang pedidikan ekonomi dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat. Bosowa Corporation mengalami perubahan signifikan dengan menekankan profesionalisme, efisiensi dan target hasil yang terarah serta perencanaan jangka panjang yang matang dengan mencanangkan periode tahun 2015 sebagai era “lepas landasmenuju Bosowa Excellence.

Rebranding namanya dari Semen Bosowa menjadi Bosowa Semen
Rachmat Kaimudin juga memaparkan bahwa tahun 2017 adalah tahun yang cukup berat bagi industri semen nasional.  Hal ini diakibatkan oleh rendahnya permintaan dipasar semen nasional.  Saat ini dilakukan pihak managemen terus menggali ide-ide kreatif untuk meningkatkan kinerja perusahaan.  Salah satu strateginya adalah dengan melakukan rebranding perusahaan. Rebranding perusahaan dilakukan sebagai langkah cerdas dalam memacu semangat kerja para personil perusahaan dalam menghadapi permintaan pasar di industri nasional yang semakin melemah.

Landmark Bosowa Semen di Indonesia
Bosowa semen telah sukses membangun infrastruktur di Sulawesi Selatan dan beberapa wilayah di nusantara yaitu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Menara Bosowa, Jalan Tol, Bendungan Bili – Bili, PLTU Jeneponto dan PLTU Takalar serta Bandara Internasional Lombok, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Bali, Ringroad Danau Sentani Papua, Jembatan Mahakam Kalimantan Timur, dan Universitas Batam.

Sumber foto: dokumen pribadi

Program CSR (Corporate Social Responsibility) 
Dalam acara media gathering ini, berlangsung sesi tanya jawab.  Saya selaku blogger sekaligus generasi Umar Bakri tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya tentang kepedulian sosial Bosowa Semen dalam bidang pendidikan terhadap masyarakat yang bermukim di seputar lokasi pabrik.  Divisi CSR menjawab pertanyaan saya bahwa kepedulian Bosowa Semen sangat tinggi dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi.

Selain dalam dunia pendidikan,  Bosowa juga melakukan CSR di bidang kemanusiaan dan keagamaan serta sosial dan kebudayaan.  Pihak Bososwa Semen terus melakukan usaha-usaha kreatifnya dalam memberdayakan dan mensejahterakn masyarakat sekitar pabrik melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).  Bosowa Semen sudah memiliki program bernama Bosowa Foundation yang kegiatannya berfokus terhadap bidang pendidikan, kemanusiaan, dan kebudayaan sebagai bentuk fungsi sosial perusahaan terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas SDM di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur

Baru-baru ini,  Bosowa Semen memberingan sumbangan masyarakat sekitar lokasi pabrik yaitu desa Baruga dan desa Kamase  berupa pembangunan jamban.  Selain itu, program pemberdayaan perempuan dalam bentuk penanaman sayuran dan buah buahan, serta pelestarian monyet tarsius endemik di taman nasional Bantimurung. 


Bantuan Bosowa Semen 383 unit jamban unntuk masyarakat
(Sumber foto:dokumen pribadi)

Kepedulian Bosowa Semen Terhadap Lingkungan
Dalam kaitannya dengan lingkungan, Bosowa Semen merasa bertanggungjawab untuk terus menghijaukan bumi terutama di sekitar lokasi pabrik.  Green Belt adalah deretan pepohonan di sekitar pabrik yang bertujuan untuk mengikat debu yang beterbangan dengan pepohonan yang rindang.  Selain menanam pohon, Bososwa Semen juga mempunyai  alat penghisap udara kotor yang ditempatkan di tengah-tengah pabrik  agar secara total dapat membersihkan udara di sekitar area pabrik agar tidak melewati batas ambang maksimum emisi udara yaitu 80 mg/Nm3.  Bosowa Semen juga membangun recirculation, water reservoir, dan waste management di area pabrik.

Anjangsana
Setelah sharing session berlangsung, para awak media dan blogger diajak berkeliling melihat keberadaan pabrik Bososwa Semen yang selama ini hanya dapat dilihat dan didengar dari beberapa media.  Sebagai seorang ibu-ibu yang menekuni dunia blogger dan pendidikan, tentu saja saya merasa sangat bahagia dan bangga bisa melihat pabrik anak negeri ini secara langsung, sehingga saya bisa lebih luwes dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat luas pada umumnya dan kepada siswa-siswi saya pada khususnya. 

Pada anjangsana ini, kita dapat melihat langsung bagaimana proses pembuatan semen bosowa mulai dari proses penyiapan bahan baku dari bukit kapur yang akan di blasting kemudian dihancurkan menjadi Raw Meal. Proses blasting ini dilakukan pada jam 12 siang agar tidak mengganggu para karyawan karena pada jam-jam segitu seluruh karyawan sedang beristirahat.  Batuan ini selanjutnya akan ditambang kemudian dileburkan menjadi bagian-bagian kecil yang  akan di proses di dalam Klinker.  Setelah selesai, kemudian semen dihaluskan dengan cara digiling sebelum akhirnya masuk dalam mesin pengepakan dan didistribusikan dalam pasar perdagangan bahan industri. Mesin mesin di pabrik ini bekerja nonstop 24 jam. (luar biasa)

Skema proses produksi semen
(Sumber foto: google via Awie)

Sepak Terjang Bosowa Semen Per Dekade
Bosowa Semen memiliki 3 pabrik yang berada di Maros, Batam, dan Banyuwangi.  Total kapasitas produksi mencapai 7,2 juta ton semen dengan jumlah karyawan sebanyak 1700 orang.  Pabrik Bosowa Semen Maros berdiri di atas lahan yang luas sekitar 1100 hektar.  Pabrik Bosowa Semen mengantongi ijin penambangan selama 100 tahun yang harus di review setiap 10 tahun.  

Bosowa bergerak di 6 grup usaha yaitu otomotif, semen, pertambangan dan energi, jasa keuangan, properti dan pendidikan.  Selain menjalankan grup usaha intinya, Bosowa juga menjalankan sejumlah proyek perintis di bidang media, olahraga dan agrokultur. 

Selengkapnya sepak terjang Bosowa bisa dilihat dibawah ini:
1.      Dekade 1970-an
CV Moneter berdiri sebagai cikal bakal Bosowa pada tanggal 22 Februari 1973 di Makassar.  Berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Moneter Motor dan mendapat hak ekslusif menjadi dealer resmi mobil Datsun untuk kawasan Indonesia Timur
2.      Dekade 1980-an
Mendapat kepercayaan dari Mitsubishi Motor menjadi sales dan distributor mobil mitsubishi untuk kawasan Indonesia Timur dan mengubah nama menjadi PT. Bosowa Berlian Motor.  PT. Bosowa Berlian Motor berkembang menjadi distributor otomptif terkemuka di Indonesia Timur dan menjadi motor penggerak ekspansi bisnis Bosowa di bidang perdagangan, konstruksi dan agrokultur.  Memasuki usaha jasa keuangan dan mendirikan perusahaan multifinance
3.      Dekade 1990-an
Memasuki industri manufaktur dengan mendirikan PT. Semen Bosowa Maros, serta membangun usaha distribusi, logistik dan transportasi pendukung.  Memasuki usaha infrastruktur dengan membangun jalan tol Ir. Sutami di Makassar.  Mengembangkan usaha jasa keuangan dan melakukan akuisisi perusahaan asuransi.
4.      Dekade 2000-an
Melakukan ekspansi di berbagai bidang usaha dengan mendirikan pabrik  semen di Batam, mengakuisi dan membangun beberapa ruas jalan tol di Jabodetabek dan Makassar.  Memasuki usaha properti dengan mendirikan Menara Bosowa dan akuisisi Hotel Aryaduta Makassar.  Melakukan transisi kepemimpinan perusahaan dari pendiri ke generasi kedua.
5.      Dekade 2010-an
Melakukan diversifikasi usaha jasa keuangan dengan melakukan akuisis Bank Bukopin dan Bank Kesawan (sekarang Bank QNB Indonesia) dan perusahaan sekuritas.  Memasuki usaha pendidikan dengan melakukan akuisisi Universitas 45 (sekarang Universitas Bosowa) memperkuat usaha infrastruktur dengan melakukan pembangkit listrik tenaga Uap di Jeneponto, Sulawesi Selatan dan Terminal LPG di Makassar dan Banyuangi.  Menambah kapasitas industri semen dengan mendirikan Line-2 di Maros dan pabrik semen di Banyuangi. 

Acara Gathering and Plant Visit Bosowa Semen ditutup dengan makan siang di tambak ikan milik Bosowa Isuma di desa Majennang, Kabupaten Maros dengan menempuh jarak sekitar 1 jam perjalanan dari Pabrik.

Beberapa kegiatan Media Gathering Plant and Visit Bosowa Semen dapat dilihat pada video youtube saya berikut ini:


Sukses selalu untuk Bosowa Semen, terus berjaya melalui pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
#BosowaSemenMembangunIndonesia
#BerdiriKerasdanKuat

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog 72 tahun Bosowa Semen 

Sukses Usaha Anak Bangsa
Dibuang sayang :) hihihiii....

Sumber Bacaan:

4 komentar:

  1. Serunyaa... Sejak pertama kali pakai bosowa semen, paceku ga ganti2 semen mu untuk bangun rukonya.. Hihi

    BalasHapus
  2. Tulisa Ka Abby lengkap sekali, mantab jiwa. Seru ya ternyata jalan-jalan ke pabrik semen, serasa lagi piknik :).

    BalasHapus
  3. kak abby ji, mantap ulasannya.Saya sampe sekarang masih bingung kenapa namanya hanya dibalik saja menjadi Bosowa Semen. Kayaknya ada filosofinya ini tapi belum kudapat sampe hari ini.

    BalasHapus
  4. Hahahaa... akhirnyaaaa tengah malem bisa share link juga.
    mantap nih ibu Omar Bakrie eh ibu Abby bisa kelarkan tulisan tepat waktu. Habis berapa gelas kopi Bu? Semoga berkah ya tulisannya.

    BalasHapus