Senin, 01 Mei 2017

Coffee Latte dengan Kue Talam Pandan di antara Alunan Music Wrapped Cafe


Kata orang,  dalam kehidupan dunia,  hidup itu harus seimbang antara kerja dan relaksasi
diri untuk kehidupan sosial.  Pentingnya hidup seimbang lahir dan bathin kadang dianggap sepele sehingga tidak jarang orang kurang menikmati hidup yang dijalaninya.  Seperti kemarin, setelah seharian full beriteraksi dengan alam di sebuah hutan kecil dalam rangka memperingati hari bumi, esoknya saya sudah berada di sebuah cafe lengkap full music sambil menikmati secangkir kopi dengan alunan music melankolis.  Dua momen kehidupan  yang sangat berbeda bukan?.  Sambil duduk nyantai minum kopi, sambil ngilangin rasa capek kemarin.  Akh.... hidup ini ternyata begitu indah.  Banyak kenikmatan hidup dengan momen indah dan suasana berbeda yang bisa kita nikmati sepanjang perjalanan hidup.  Jadi manusia jangan suka lupa bahwa hidup ini bukan kerja semata tapi ingat bahwa tubuh juga butuh refresh.


Jika sekitar 8 jam waktu dalam sehari yang kita gunakan untuk bekerja, kenapa tidak luangkan waktu mampir di cafe tuk rehat sejenak menikmati kopi bagi anda yang penikmat kopi? (yang bukan penikmat kopi bisa milih menu lain).  Apalagi jika pekerjaan di kantor tidak mencapai target sehingga pekerjaan itu harus terbawa pulang kerumah untuk diselesaikan.  Ini tidak jarang terjadi loh.  Nah, jika secangkir kopi saja bisa membuat suasana hatimu adem, kenapa tidak mencobanya?. 

Bagi sebagian orang, relaksasi diri tuh tidak harus berjemur di pantai karena itu membutuhkan waktu yang banyak.  Dalam kurun waktu terbatas pun bisa dilakukan.  Yaa... sekitar 30 menit sampai 1 jam lah, duduk cantik sambil canda-candaan minum kopi bareng teman.  Apalagi bagi anda yang katanya orang makassar tapi masih banyak yang belum mengetahui macam kue-kue tradisional, mampirlah di Wrapped Cafe karena disinilah tempatnya.


Semalam tadi,  saya yang penikmat kopi tak menyia-nyiakan undangan teman untuk datang  ke Wrapped CafeWrapped Cafe Four Point by Sheraton Hotel Makassar berlokasi di Jl. Landak Baru. Sangat mudah menjangkau tempat ini.  Saya yang berdomisil di batas kota Makassar tepatnya di Sungguminasa, cukup jalan lurus melewati jl Sultan Alauddin lalu belok ke Jl Pettarani.  Melewati Clarion Hotel belok kiri masuk ke Jl Landak Baru sekitar 400 meter nyampe deh ke Wrapped Cafe Four Point by Sheraton Hotel Makassar.  Di sini anda bisa ngadem, tenang dengan suasana romantis karena desain cafenya yang cukup adem.

Saya masuk langsung ke lobby hotel.  Belok kiri sedikit ada pintu kaca, disinilah pintu menuju Wrapped Cafe yang sebenarnya bisa juga langsung masuk melalui pintu satu dari arah pelataran hotel tanpa harus masuk ke lobby hotel. Dengan senyum ramahnya, saya langsung diarahkan menuju meja yang saya kehendaki oleh seorang waiter cafe.  Saya memilih meja paling  sudut dengan satu meja dua kursi karena saya pikir hanya datang berdua sama Ayunda.  Tapi setelah ayunda datang ternyata dia mengatakan bahwa kami akan nongkrong berempat menghabiskan malam di cafe ini.  Akhirnya kami pindah ke meja sebelah yang memungkinkan untuk duduk lebih banyak orang. 


Si waiter yang ramah nan ganteng itu menyodorkan menu kepada kami berdua.  Sambil menunggu Eryvia dan Unga, saya pun memesan secangkir Caffe latte dengan kue Talam Pandan serta Blackforrest .  Sementara Ayunda memesan Red Velvet dan kue Cucur Bayau.  Hhhmmm..... saya langsung menyeruput kopiya dan terasa pas di lidahku, teksture milknya sangat terasa, lembut dan halus.  Sejenak saya larut dalam kenikmatan kopi ini, lalu bergumam dalam hati, “ternyata kopi ini tak sepahit kehidupan” (hahahaha..).

Saya melhat banyak sekali kue tradisional yang di padukan dengan  konsep modern.  Artinya kue-kue tradisional asal Bugis-Makassar di modifikasi dengan konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan rasa khas kue tersebut.  Seperti malam itu, setelah kue Talam Pandan ini saya cicipi, saya merasa tidak asing dengan rasanya.  


Saya pun menikmati kue ini sambil bernostalgia ke masa kecil.  Masa dimana saya sering menikmati kue buatan nenek di kampung.  Hayalanku buyar oleh lantunan music melankolis sajian live music Wrapped Cafe.  Paduan kopi hangat dengan Talam Pandan hanyut bersama irama music Wrapped Cafe.

4 komentar:

  1. Makan talam, minum kopi sambil ngelamun... hasseeekkk 😄😄

    BalasHapus
  2. Sayangnya di Wrapped bisa bebas orang merokok. Waktu saya ke sana kejadiannya begitu. Jadi menganggu aroma kopinya. Kata mbaknya sih yg free asap rokok itu yang coffee shop satu lagi, yg selantai sama recepcionist. Lupa saya namanya apa.

    BalasHapus
  3. Seru kayanya nongkrong di sini ya Ka Abby, fushion coffee shop ada kue kekinian dan tradisionalnya. Penasaran itu kue cucur bayau kaya apa rasanya 😁.

    BalasHapus
  4. mantap kak abby, aku juga suka coffee latte :D met puasa ya kak

    BalasHapus