Senin, 17 April 2017

Tan Son Nhat International Airport

 (Catatan Perjalanan Vietnam Edisi 2)
Oleh: Abby Onety


Tan Son Nhat International Airport
Tan Son Nhat International Airport adalah bandara terbesar di Vietnam yang oleh kalangan traveler lebih dikenal dengan sebutan HCMC.  Alhamdulillah... saya telah tiba di destinasi tujuan. Assalamualaikum Vietnam.... J

Tiba di HCMC, yang pertama saya cari adalah wifi gratis. Biasanya setiap bandara punya fasilitas ini. Seperti pengalaman kemarin-kemarin di destinasi sebelumnya, tepatnya di Phuket Thailand, saya tak pernah membeli kuota internet untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman. Hal pertama yang saya lakukan dalam ber-solo-traveling adalah berkabar pada orang dirumah. Mengirim foto dan posisi sedang ada dimana agar orang dirumah tidak khawatir. Saya pernah sekali teledor dalam berkirim kabar, akibatnya paspor 3 bulan di tahan sama bapak aji  (dibaca:ayahku).  Rayuan maut pun berkali-kali menyerang beliau, barulah bisa menebus pasporku kembali.


Tips (jika traveling dalam satu negara hanya berlangsung selama seminggu. tidak perlu beli sim card baru, cukup mengandalkan wifi yang banyak berceceran dimana-mana).


Tiba saatnya pemeriksaan imigrasi. Pemirsa, tahu tidak kalau hal yang paling saya takuti saat traveling adalah berhadapan dgn pihak imigrasi. Sebab ada-ada saja yang bisa menghambat perjalanan. Sebisa mungkin dari berurusan dengan piha imigrasi, jika salah sedikit saja bisa berabe urusannya. Hhmm... klo perlu pasang muka yg paling manis penuh kesantunan.  Dengan rasa dag...dig...dug... dan menngucap beberapa do’a yang pernah di ajarkan nenekku dulu, saya melangkah pasti menuju loket pemeriksaan imigrasi dan akhirnya bisa lancar melewati imigrasi. Ahaaa... bisa nafas lega sekarang.

Keluar dari imigrasi, disisi kanan baggage ada penjual sim card dengan harga yang cukup murah dibandingkan harga bagian depan airport yang bisa melonjak sampai 100 %. Saran saya jika berada di Vietnam lebih dari seminggu, beli kartunya di sini saja.  Jika anda merasa lapar yang tak bisa menahan lagi dan mengharuskan makan di area airport, jangan lupa bayarnya pakai USD saja sebab harga makanan di airport lebih murah menggunakan mata uang USD dari pada VND.

Jika destinasi yang di pilih di Distrik 1, dari airport jalan keluar sebelah kanan kita bisa memilih naik bus 152 tujuan Ben Thanh Market hanya dengan 6000 VND (di baca: 6 ribu dong). Alternatif kedua bisa menggunakan Vinasun taxi. Jika pilih transportasi taxi, saya sarankan Vinasun sebab selain murah juga aman.


Tetiba di Bent Thanh Market, saya langsung menuju hotel yang telah saya pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Banyak penginapan/hotel di sekitar Ben Thanh, mulai dari harga yang mahal sampai harga yang paling murah ada di sekitar sini. Makanan halal juga banyak tersedia sekitar Bent Thanh Market karena banyak orang melayu yang berjualan di daerah ini.

Setelah merebahkan diri sejenak, saya langsung mengguyur badan di kamar mandi.  Siraman air yang kompak jatuh bersamaan dari shower berwarna hitam terasa sangat menyejukkan.  Segar rasanya.  Setelah berias diri seadanya, saya langsung turun menuju lobby hotel bertanya pada reseption tentang beberapa destinasi yang bisa saya kunjungi di sekitar tempat ini.  Saya mendapatkan peta beberapa destinasi, tanpa pikir panjang saya langsung angkat kaki.  


Yang pertama saya cari adalah Kopi Vietnam.  Maklum saja di negara saya sedang heboh-hebohnya kasus Kopi Vietnam.  Baru beberapa langkah meninggalkan hotel, mataku sudah menangkap beberapa orang pedagang dengan menggunakan sepeda, rupanya itu Kopi Vietnam.  Dengan 20.000 Dong saya sudah bisa menikmati segelas Kopi Vietnam dingin.  Kopinya nikmaaaaat sekali, tapi setelah tegukan ketiga, di ujung jalan sana orang pada ribut-ribut.  Rupanya pak polisi Vietnam sedang mengusir para pedagang yang memadati jalanan termasuk pedagang bersepeda yang baru saja ku beli kopinya.  Untuk masih sempat bayar, kalau tidak, sudah dipastikan saya punya utang sama orang Vietnam. 


Hati-hati jajan di pinggiran jalan. Menggoda memang tapi kan tidak lucu klo sudah ambil makanan dari penjual tiba-tiba ada polisi menggusur semua penjual yang di pinggir jalan. Klo mau makan gratis bolehlah tapi saya tidak menyarankan ini, hihihiiiii... kasihan kan penjualnya kalau kita sudah makan makanannya lalu penjualnya buru-buru pergi karena kena usir pak polisinya J

Akhirnya dengan kamera sony, saya mulai membidik beberapa obyek untuk mengabadikan setiap momen perjalanan.  Ini adalah bagian yang penting sebab sangat sulit untuk mengulangnya kembali setiap momen perjalanan, kalaupun bisa terulang, yakin saja itu tidak akan sama.  Suatu hari kelak dokumentasi perjalanan berupa foto akan menjadi gambar yang bercerita, saat itu akan datang bahagia sebab setiap orang berhak untuk bahagia. Jika kebahagiaan itu harus kamu raih dengan membawa dirimu melangkah pergi jauh, bahkan ke sebuah tempat yang tidak pernah kau jejaki, kenapa tidak? 

Saat senja mulai memudar, terbersit setitik asa yang pernah ada. Akh... rasanya tak bisa menggaransi pikiranku tentang masa itu. Lebih baik ku leburkan bersama aroma kopi vietnam yang masih tersisa.

Noted bagi coffee lovers.  Kopi Vietnam tuh benar-benar mantap di ajak bergadang.  Saking mantapnya, saya sempat menjadi satpam semalam alias tidak tidur semalaman.  Terpaksa nongki manis di lobby hotel sambil cerita dengan karyawan hotel yang jaga malam. Setelah sholat subuh baru saya bisa tidur pulaaasss.


@Bersambung.....@

12 komentar:

  1. Jangan2 karena pengaruh kopi vietnam makanya di tulisan ini bahasanya lebih puitis? 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah. Curiganya begitu 😄

      Hapus
    2. Tuh kaaan!! Haha...😂😂

      Hapus
    3. Hahahahaa.. cerita selanjutnya lebih puitis lagi. Siap2 di bully nih wkwkwk

      Hapus
  2. Noted.

    Kayaknya kalo sy bakal dumba2 minum kopi Vietnam. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyyee... keras sekaliki. Asli memang tawwa

      Hapus
  3. Mbak aku kepo, 1 RP berapa dong ya? Karena kayaknya pengen ke Vietnam. Sounds interesting :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hari itu bayar tour mekong 320.000 Dong/VND nilainya sekitar RM 60 atau Rp 200.000

      Hapus
  4. yang ambil semua fotomu siapa? kepo aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... mintai tolong org lewat mbaa

      Hapus
  5. Mbak seru sekali. Aku masih ngidam solo travelling mungkin vietnam bisa aku jadikan salah satu tujuan yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah... Abby doakan segera terelealisasi rwncananya yah. Iyaahh... boleh deh coba Vietnam

      Hapus