Jumat, 14 April 2017

Assalamualaikum Vietnam

 (Catatan Perjalanan Vietnam Edisi 1)
Oleh: Abby Onety



Traveling ke Vietnam? Ke negara perang itu? Apa nggak salah pilih destinasi? Seperti itulah ucapan teman-teman yang tidak hanya sekali dua kali tetapi berkali-kali dari orang yang berbeda sebelum saya benar-benar berangkat ke Vietnam bulan September kemarin.  Ucapan mereka tidak menyurutkan langkahku untuk tetap melancong ke negara yang dikenal sebagai negara perang dengan memilih kota Ho Chi Minh sebagai salah satu destinasi yang wajib saya kunjungi di Vietnam.

Sebenarnya saya sempat ragu untuk melancong sendirian ke negara perang itu.  Vietnam adalah negara yang baru pertama kali ku kunjungi.  Saya benar-benar buta dari segala sudut tentang negara ini.  Hanya bermodal nekat dan bahasa inggris patah tujuh ditambah bahasa bendera alias bahasa isyarat, akhirnya saya berani melenggang kangkung sendirian yang lebih keren di sebut sebagai “Solo Traveling”. 


Untuk memantapkan langkahku menuju destinasi ini, saya mulai riset kecil-kecil tentang kota Ho Chi Minh dari beberapa sumber.  Saya juga mulai bergabung dengan komunitas Backpacker Internasional melalui grup Facebook.

“Terima kasih kepada sahabat Backpacker International karena telah menerima saya bergabung di group ini.  Bulan depan saya rencana akan mengunjungi Ho Chi Minh, Vietnam sebagai destinasi traveling saya kali ini.  Mohon petunjuk dan share pengalaman teman-teman yang sudah pernah berkunjung kesana”.


Kalimat diatas adalah kalimat pertama yang saya posting di wall grup facebook “Backpacker International”. Tak butuh waktu lama untuk menunggu komentar teman-teman dalam mengarahkan saya mencapai destinasi tersebut.  Ada banyak komentar berupa saran bahkan ajakan untuk traveling bersama dengan catatan akan berjumpa di destinasi yang sama.  Ada juga yang sharingnya sangat detail termasuk rute dan obyek wisata yang wajib dikunjungi di kota Ho Chi Minh.

Sangat bersyukur bisa bergabung dengan Backpecker International, walau tak pernah tatap muka, tetapi rasa persaudaraan terjalin erat saat saling sapa melalui komentar di kolom status.  Seperti kemarin, melalui komunitas Backpecker International, aku dituntun dari satu langkah menuju langkah berikutnya sampai akhirnya tiba di tempat tujuan. Bahkan saat aku  tak berkabar, mereka pada sibuk bertanya, "eh... mbk Abby sdh di mana? Posisi skg di mana? Apa baik2 saja?”Akh... Indahnya berkomunitas....  (Makasih Sahabat Backpacker International)

Makassar – Vietnam dapat di tempuh dengan 2 pilihan rute penerbangan  yaitu; Makassar – Jakarta – Vietnam atau Makassar – Kuala Lumpur – Vietnam.  Saya memilih rute penerbangan yang kedua yaitu dari Makassar (Hasanuddin International Airport) ke Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Airport 2 / KLIA2) menuju Vietnam (Tan Som Nhat Airport).  Pada rute ini saya transit semalam di Kuala Lumpur dengan memilih kawasan Petaling Jaya atau China Town.  Alasannya adalah agar malam harinya saya gunakan waktu untuk klenong-klenong di sekitar wilayah Petaling Street, melihat keramaian orang-orang belanja souvenir atau barang-barang lainnya sambil mencari menu favorite saya, apalagi kalau bukan Sop Tom Yum Seafood.


Train KL Sentral adalah moda transportasi yang saya pilih dari KLIA2 menuju Putrajaya dengan budget sekitar RM 25 (sekitar Rp 75.000).  Dari KL Sentral saya naik bus gratis menuju Petaling.  Malamnya saya menghabiskan budget senilai RM 8 (sekitar Rp.30.000) untuk makan malam/minum dan RM 80 (sekitar Rp.300.000) untuk biaya hotel.  Besoknya saya masih memilih Train KL Sentral menuju KLIA2 Airport dengan budget yang sama yaitu RM 25 (Rp. 75.000)  Jadi, total pengeluaran saya adalah sekitar Rp. 480.000. (lebih lengkapnya total biaya perjalanan saya akan di rekap di akhir postingan “Catatan Perjalanan Vietnam Edisi 3”).

Oh ya, budget yang saya gunakan untuk berburu tiket murah sekitar Rp. 1.900.000 dengan perincian Rp. 1.300.000 untuk tiket pulang pergi (PP) Makassar – Kuala Lumpur, dan sekitar  Rp.600.000 untuk tiket pulang pergi (PP) Kuala Lumpur – Vietnam.
Catatan:  untuk tiket KL-Makassar saya booking 2 bulan sebelum keberangkatan dan Tiket KL-Vietnam saya booking 6 bulan sebelumnya.


Tan Son Nhat International Airport
Tan Son Nhat International Airport adalah bandara terbesar di Vietnam yang oleh kalangan traveler lebih dikenal dengan sebutan HCMC.  Alhamdulillah... saya telah tiba di destinasi tujuan. Assalamualaikum Vietnam.... J

@Bersambung.......





20 komentar:

  1. Wow bookingnya harus lama banget ya biar dapat tiket murce

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa... biar dptnya lebih murah

      Hapus
  2. Begitu baca tulisan VIETNAM, langsung donk bunda klik postingan ini. Kenapa? Karena ingin tahu the latest cerita tentang Vietnam. Tapi ternyata Mbak Abby ini melancongnya ke Vietnam Selamatan (Ho Chi Minh City, kota yang gak sempat bunda jelang pada tahun 1983 bunda ke sana. Bunda di Hanoi selama 4 bulan, dan saat itu memang negaranya masih dalam kabut perang. Tapi sekarang pasti sudh menjadi beautiful city seperti Ho Chi Minh City. Senang baca artikelnya, terkenang perjalanan menuju Vietnam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba sy do HCMC. Sebenarnya maunke Hanoi juga tp terkendala masa cuti yg dh habis.

      Hapus
  3. Judulnya keren, semoga bisa menyaingi "Assalamu alaikum Beijing." BTW ditunggu lanjutan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sy juga sdh pernah nulis ttg Assalamualaikum Beijing tp baru filmnya.. doakan bisa ke sana ya hehehee....

      Hapus
  4. jdulnya gak ngalahin judul film Assalamualikum Beijing hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. iyya Gus. Judul film dan judul buku yah 😊

      Hapus
  5. Wah sahabat bener-bener nekat. Untungnya ada temen backpacker dari luar yang dengan senang hati membantu. Aku juga pengen kayak kamu kak. Cuma dananya belum ada. Jadinya ya yang lokalan dulu. Seputaran propinsi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abby doakan segera ke Vietnam yah ....

      Hapus
  6. Keren kak! Gak sabar baca cerita selanjutnya

    BalasHapus
  7. Sebelum ke Korea bulan lalu aku juga transit di KL dan nginep di emperan bwahahahah selain ngirit ongkos sama biar cepet sih. Btw, itu harga tiket subwaynya segitu? Kemarin aku kok RM12 ya? -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo Erl transit beda ma Erl ekspres

      Hapus
  8. hah? serius ini travelibg sendirian gitu? kok kereeenn amat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... sy solo traveling. Asyik.loh mba.. di coba aja hehee

      Hapus
  9. vietnam, walau saya tidak pernah ke vietnam, tapi saya pernah ke kamp vietnam yang berada di galang, barelang, batam, dua kali kunjungan. membaca cerita cerita sedih tentang para pengungsi tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Sedih ngeliat mereka. Skg byk berjualan pulau unicon.

      Hapus
  10. Mbaaaak waww asyik sekali! Aku pengen haha

    BalasHapus