Sabtu, 19 November 2016

Deteksi Dini Kanker Payudara

Sumber Gambar: Tumorpayudara.net

Payudara adalah salah satu organ tubuh perempuan yang perlu dijaga dan dirawat.  Payudara yang bagus, indah, dan terawat akan meningkatkan rasa percaya diri seorang perempuan.  Masih banyak orang yang tabu untuk berbicara seputar payudara. Jika itu kaitannya dengan kesehatan kenapa tidak?.  Masihkah tabu untuk membicarakannya disaat banyak nyawa yang terancam oleh penyakit ini?


Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi perempuan karena penyakit ini adalah penyakit pembunuh tertinggi perempuan di dunia.  Di Indonesia sendiri penyakit kanker payudara berada di posisi kedua pada tahun 2004 setelah kanker serviks.  Tetapi pada tahun 2016 kanker payudara telah menduduki rangking pertama dari 5 jenis kanker penyebab kematian. 

Banyak orang yang berpikir bahwa kanker payudara di derita oleh orang yang berusia diatas 50 tahunan.  Sementara kenyataan menunjukkan bahwa kanker payudara menyerang tidak memandang usia.  Sebanyak 30% dari penderita kanker payudara berusia di bawah 40 tahun.    Berbeda dengan negara-negara barat yang kemungkinan besar terserang penyakit ini di usia 50 tahunan. ( Dr, dr, Aru Sudoyo, SpPD-KHOM)

Jika melihat kenyataan di atas, kanker payudara menjadi momok yang paling menakutkan bagi perempuan karena perempuan menjadi sasaran empuk penyakit ini. Sangat memprihatinkan, oleh karena itu sebagai seorang perempuan yang peduli terhadap sesama, perempuan harus bisa berbagi informasi, saling mengedukasi tentang penyakit kanker payudara.

Sebenarnya soal berbagi informasi, bukan hanya perempuan saja tetapi juga seorang laki-laki penting untuk mengetahui informasi seputar penyakit kanker payudara.  Sebab kanker payudara tidk hanya menyerang perempuan tetapi juga seorang laki-laki rentan terhadap penyakit ini. untuk itu, edukasi kanker payudara bisa di informasikan kepada lebih banyak orang, kepada masyarakat luas atau kepada orang-orang terdekat sebagai bagian dari rasa peduli dan dalam bentuk ungkapan kasih sayang.

Wanita di kenal dengan mahluk yang multi talenta.  Kesehariannya disibukkan dengan beragam aktivitas baik itu aktivitas dalam rumah tangga maupun aktivitas di kantor bagi wanita pekerja.  Tidak jarang seorang wanita teledor dalam urusan kesehatan tubuh. Sementara persentase wanita karir beresiko terkena kanker payudara sekitar 70% karena kebanyakan wanita tidak menyusui, menunda kehamilan, stres karena pekerjaan, polusi udara dan kurang tidur merupakan faktor penyebab penyakit ini.
Berikut ini beberapa faktor lain yang menjadi pemicu munculnya kanker payudara yaitu:
1.     Obesitas
Peningkatan berat badan di pisu oleg hormaon estrogen sehingga menjadi pemicu munculnya kanker payudara.  Seorang peneliti bernama Linda Anggrowati dalam jurnal kesehatan masyarakat mengungkapkan bahwa jumlaj hormon estrogen yang berlebihan di dalam tubuh disebabkan oleh timbunan lemak yang kemudian berpengaruh terhadap proses politerasi jaringan payudara. Alkoholik

2.     Kebiasaan gaya hidup
Seorang peneliti asal kanada yang dilaporkan dalam BMJ (British Medical Journal) (May,2013), mengatakan bahwa wanita yang menggunakan implan payudara berisiko terkena kanker payudara.  Resiko wanita yang meninggal akibat implan payudara sebanyak 38% lebih tinggi dari pada wanita yang tidak menggunakan.

3.     Enviromental / lingkungan.
Salah satu pencegaha untuk terhindar dari penyakit kanker payudara adalah dengan membiasakan hidup sehat dengan pola makan yang sehat.  Jangan mengkonsumsi alkoho, merokok dan perbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran.  Dengan menjaga pola makan yang sehat maka kemungkinan terhindar dari penyakit kanker payudara bisa berkurang sampai 25%

4.     Alkohol
Penelitian yang dilakukan oleh Steven J Bowlin dkk, yang di terbitkan dalam International Journal of Epidemology melaporkan bahwa 25% kanker payudara pada perempuan berusia 20 sampai 79 tahun diakibatkan oleh konsumsi alkohol.

Setelah melihat faktor pemicu munculnya kanker payudara tersebut diatas, hendaknya kita bisa melakukan deteksi dini untuk mengenal gejala awal kanker payudara.  Sebab kurangnya pemahaman deteksi dini oleh masyarakat akan menambah daftar kematian yang disebabkan oleh kanker payudara,  padahal seandainya deteksi dini dilakukan maka penyakit bisa ditemukan lebih awal sehingga akan menambah jumlah harapan hidup yang lebih panjang

Sulit mendeteksi gejala penyakit kanker payudara pada stadium awal karena penderita tidak merasakan apa-apa.  Penderita tidak merasakan nyeri atau sakit di sekitar payudara. Tetapi jika nampak warna kemerahan di sekitar payudara bawah ketiak maka kita akan merasakan adanya benjolan kecil. Jika menekan payudara akan keluar cairan putih yang tidak berbau.

Deteksi kanker payudara sejak dini bisa dilakukan sendiri di rumah secara mandiri yaitu dengan cara SADARI ( pemerikSAan payuDAra sendiRI) bisa dilakukan setelah terjadi proses menstruasi dengan cara berbaring atau berdiri di depan cermin lalu angkat tangan kiri ke atas kepala. Raba permukaan payudara menggunakan jari tangan kanan dengan cara sedikit menekan lalu putar dari arah bawah ke atas.  Ulangi dengan memeriksa payudara sebelah kanan.

Jika terdapat benjolan, segera periksakan diri ke dokter.  Selain itu, bisa juga dilakukan secara SADANIS (pemerikSAan payuDAra kliNIS) yaitu deteksi kanker payudara oleh tenaga medis terlatih.

Sumber Bacaan:

2 komentar:

  1. aduhh ini kanker payudara serem banget. kadang kita anggap enteng sampe ada org yg kita kenal dekat kena kanker

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul lia... ini sangat mengerikan

      Hapus