Minggu, 23 Oktober 2016

Memetik Hikmah Kemeriahan Peringatan HUT Perguruan Nasional Makassar yang ke 71

(Episode ke-1)
Oleh:  Abby Onety
(Syairawati Magrib, SP, M.Si/Guru SMA Nasional Makassar)
Komunitas Sekolah Kebangsaan SMA Nasional Makassar

Perguruan Nasional Makassar yang di kenal dengan sekolah tertua di Makassar adalah sebuah sekolah yang didirikan oleh para pejuang 45 yang tidak rela mengecap pendidikan baik di sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda maupun di sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang.  Hingga tepat pada tangal 8 Oktober telah resmi berdiri SMP Nasional Makassar yang didirikan dengan penuh perjuangan dan tetesan darah oleh para pejuang 45 waktu itu.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, Perguruan Nasional Makassar merayakan hari jadinya setiap tanggal 8 Oktober.  Tahun 2016 adalah hari ulang tahun Perguruan Nasional Makassar yang ke 71. Sepanjang perjalananya, Perguruan Nasional Makassar  mengembangkan sayapnya mendirikan 3 sekolah lagi  yaitu SD nasional Makassar, SMA Nasional Makassar, dan SMK Nasional Makassar.  Kini Perguruan Nasional Makassar resmi menaungi 4 sekolah termasuk SMP Nasional Makassar.

Satu minggu sebelum acara Peringatan Hari Ulang Tahun Perguruan Nasional Makassar berlangsung, masing-masing sekolah telah sibuk berbenah diri untuk melaksanakan beragam rangkain acara yang telah disepakati melalui rapat pemantapan Hari Ulang Tahun Perguruan Nasional  yang telah dilaksanakan jauh - jauh hari sebelumnya.

Salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun Perguruan Nasional Makassar yang ke 71 adalah SMA Nasional Makassar melaksanakan Diskusi  Wawasan Kebangsaan bersama siswa dan siswi yang di pandu oleh DR. Arqam Azikin (Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar) dengan tema “Ancaman Radikalisme Bagi Generasi Muda”.  Suasana diskusi yang berlangsung semarak ini mampu membangkitkan semangat jiwa patriotisme siswa dan siswi SMA Nasional Makassar.  Ini terbukti dengan tampilnya beberapa orang siswa dan siswi berbicara mengungkapkan kepedulianya terhadap negara dan bangsa serta pernyataan sikap  kesedian siswa dan siswi melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa serta rela berkorban untuk bangsa ini seperti jejak para Pendiri Perguruan Nasional.

Pada acara diskusi kebangsaan, DR. Arqam Azikin dalam materinya mengatakan bahwa ancaman indonesia sekarang adalah radikalisme atau paham radikal. “kalau ada tindakan kelompok ataupun individu itu melawan negara itu namanya radikalisme”.  Selanjutnya DR. Arqam Azikin berharap agar  dialog kebangsaan ini  bisa menambah spirit belajar siswa dan siswi SMA Nasional Makassar dalam menyiapkan diri menjadi regenerasi yang selalu menjaga kelangsungan hidup bermasyarakat dan keutuhan NKRI.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari Ketua Yayasan Perguruan Nasional Makassar yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Drs. H. Syaripuddin Shaleh, M.Si dan Kepala Sekolah SMA Nasional Makassar, Drs. H. Andi Sakkang.  Beliau mengapresiasi adanya agenda kegiatan  Sekolah Kebangsaan kunjungan ke SMA Nasional Makasar sekaligus membentuk Komunitas Sekolah Kebangsaan SMA Nasional Makassar.  Dialog kebangsaan ini sangat dirasakan manfaatnya karena memberikan langsung pemahaman kepada siswa dan siswi tentang bahaya dan ancaman radikalisme bagi generasi muda.


Diakhir acara diskusi kebangsaan, Pendiri Sekolah Kebangsaan, DR. Arqam Azikin langsung launching membentuk Sekolah Kebangsaan Komunitas SMA Nasional Makassar.  Pertemuan berikutnya bersama Sekolah Kebangsaan Komunitas SMA Nasional Makassar akan dilakukan secara rutin minimal 2 bulan sekali untuk berdiskusi tentang wawasan kebangsaan dengan siswa-siswi SMA Nasional Makassar yang tergabung dalam komunitas ini.  Dialog selanjutnya akan mengambil tema “ Orientasi Jurnaistik Siswa, Simulasi Nasionalisme, memperkuat Simulasi Antar Kelompok Generasi Muda dan lain-lain”.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar