Jumat, 02 September 2016

Film Layar Lebar Uang Panai Karya Anak Makassar Sukses Menghipnotis Penonton



 
Sumber foto: https://movie.co.id/wp-content/uploads/2016/03/Poster-film-Uang-Panai-1.jpg
Anda orang Makassar? Jangan ngaku klo ndk pernah dengar issu film produksi anak Makassar yang lagi hitz saat ini “Uang Panai”.  Atau jangan-jangan masih ada juga yah yang blom nonton film ini? Akh benarkah masih ada? Klo blom, ayo buruan nonton. Dijamin deh film ini bakal ngocokin perut kamu ber hahahihi (dibaca terpingkal-pingkal).

Salah satu film layar lebar produksi anak Makassar yang mengangkat tema salah satu unsur budaya lokal Provinsi Sulawesi-Selatan.  Uang Panai merupakan syarat yang wajib di penuhi sebelum mengikat janji suci dalam ikatan perkawinan/pernikahan bagi budaya Bugis-Makassar.  Tradisi ini dibicarakan lebih awal dengan pihak keluarga kedua calon mempelai setelah pinangan disepakati oleh pihak keluarga perempuan. Sebelumnya, calon pempelai laki-laki atau pihak keluarga laki-laki lebih dulu mengutarakan niat baiknya kepada orang tua calon mempelai perempuan bahwa dalam rentan waktu tertentu secara resmi akan melamar sang calon mempelai perempuan (dibaca: ma’manu-manu).  Namun, pinangan yang telah resmi dan sudah diterima oleh pihak perempuan pun bisa saja gagal di sebabkan oleh ketidak sanggupan pihak laki-laki memenuhi syarat pernikahan karena buadaya Uang Panai karena terlalu mahal.

Saya mengapresiasi film layar lebar Uang Panai karya Anak Makassar.  Sebagai warga Makassar tentunya saya sangat bangga dengan kehadiran film ini yang sangat menghibur dan  menghipnotis para penontonnya. Saya bahkan yakin yang tidak pernah masuk bioskop pun telah terhipnotis untuk segera masuk bioskop dan menonton film ini. Melihat dari penampilan dan aksen bahasa dari para penonton, saya berpikir bahwa penonton ini datang dari segala penjuru wilayah Sulawesi Selatan. Terbukti setelah melihat jumlah penonton yang membludak hingga hari ini.  (Woww…. luar biasa)


Foto:  Nuniek Fardianty

Saya juga senang dengan tokoh Anca dan Tettanya.  Karakter pribadi lelaki Bugis-Makassar kental melekat pada perannya masing-masing.  Harga diri adalah harga mati. Budaya Siri’ Na Pacce tergambar dalam peran keduanya.  Budaya Siri’ Na Pacce itu sendiri adalah sebuah falsafah hidup yang mengajarkan rasa malu dan harga diri atau kehormatan diri dan keluarga serta memegang teguh kesetiakawanan dan persaudaraan.  Ini pun tergambar dalam lakon A&T sebagai sahabat Anca.

Sebagai seorang yang menyandang profesi baru sebagai penikmat kopi, saya juga senang dengan tampilan sajian kopi di film ini.  Salah satu dialog dalam film ini yang saya suka adalah, “Kopi boleh pahit, tapi hidup jangan”.  Saya jadi teringat dengan kalimat seorang teman ngopiku disuatu senja, “Kak Abby, kopi memang pahit, tapi tak sepahit kehidupan”. Hhhmmm…. (STOP! jangan dilanjut, hehee…).

Ahaa … ada Kak Luna Vidya (hai kak Luna), peran kak luna yang keibuan bangat dan memotivasi juga terbilang sukses dengan aksen Makassarnya. Merangkul Risna dengan kalimat-kalimat motivasi nan santun persis seperti keseharian seorang K Luna.

Nah, diakhir postingan ini, saya juga ingin mengatakan bahwa cerita budaya Uang Panai cukup ter-gambar-kan dalam cerita film layar lebar ini.  Tetapi, sepanjang saya mengikuti alur cerita film ini, saya blom merasakan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Uang Panai.  Sebab dalam cerita ini, unsur budaya malah terkikis oleh unsur komedi dari si Abu dan Tumming yang justru membuat film ini lebih hidup dan menuai banyak apresiasi dari para penonton.

Ini terbukti setelah film selesai, banyak dari para penonton yang terus meneriakkan hidup Abu, Hidup Tumming. Artinya adalah A&T sukses dalam menjalankan perannya di film ini. Kesuksesan A&T bisa disebabkan oleh beberapa factor. Karena A7T memang lucu dengan aksen bahasa yang lenih kental dengan budaya Makassar atau disebabkan karena popularitas keduanya sudah lebih sering memeriahkan layar Instagram para penonton di smartphonenya melalui tayangan-tayangan video lucu dari A&T tersebut.

Tak lupa pula saya mengucapkan terima kasih banyak kepada OPPO F1s http://www.oppo.com/id/smartphone-f1s  yang bersedia sebagai sponsor buat saya nonton film Uang Panai.  maunya sih ambil foto di studio pakai Kamera OPPO F1s tapi blom punya. Makasih tiket gratisnya. Tahu aja yah klo seorang Abby senang ma grentongan hahahaa… 
Siapa lagi nih sponsor berikutnya??? 






12 komentar:

  1. Dak terhipnotis ja saya kaueee.. hahahaha. *Marah ta di'*. Lumayan lah buat film perdana buatan lokal. Not expected much, tapi mungkin itu yang membuat filmnya jadi lebih bisa dinikmati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa... cuman termehek mehek. trus yang ngakak disampingku siapaaa??? hahaha

      Hapus
  2. Kalau aku jjur blm nnton filmnya, selain lebih suka film action jg malas atri sihh. Hehehe
    Filmnya sebenarnya bagus cuma sdh terlalu banyak spoiler di sosmed jadi udah nggak menarik lagi, benci banget pada spoiler2 arghh.
    Kemungkinan aku lebih milih WARKOP DKI RETURN, buat destinasi film yang akan aku nnton dalam waktu dekat. Sdh terlalu mainstream ini UANG PANAI.. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoo nonton dulu filmnya. abaikan spoiler hehee

      Hapus
  3. Jadi meu komen sesuai komen di atas: banyak spoiler waaahh, harus hati2 kalo mau review

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaaahh.... dari pada penasaran, nonton ajaahh

      Hapus
  4. uang panai ini emang lagi happening banget yaa

    BalasHapus
  5. saya pengen banget nonton ini, tapi di surabaya gak ada gaungnya
    temen2 yg asli makasar pada nanya ada nobar nggak.... jadi penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuukk mbak Avy... Kemakassar nonton bareng hihihii

      Hapus