Senin, 15 Agustus 2016

Pembentukan Srikandi Burhanuddin Andi (SBA) di Hotel Moleo Makassar



Oleh: Abby Onety

Tidak ada bukti bahwa kwalitas otak perempuan itu kurang dari kwalitas otak laki-laki, atau ketajaman otak perempuan kalah dengan ketajaman otak laki-laki.  Kwalitasnya sama, ketajamannya sama.  Hanya kesempatan yang tidak sama, kesempatan berkembangnya yang tidak sama.  Justru kurang dikasihnya kesempatan oleh system itulah, kita wajib berikhtiar membongkar ketidakadilan masyarakat terhadap kaum perempuan. (Bung Karno, 1963).

Merujuk dari kalimat diatas, jelas sekali terlihat bahwa perempuan mempunyai peluang yang sama dengan laki-laki dalam mengisi reformasi pembangunan dalam meningkatkan kualitas bangsa, bahkan mampu bersaing dengan dunia maju dalam era globalisasi tanpa menanggalkan adat dan norma keperempuanan.
Pembentukan Srikandi Burhanuddin Andi, yang dilaksanakan di Hotel D’Moleo Jl Pelita VIII No 1 Makassar pada hari Minggu, 14 Agustus 2016 bersamaan dengan hari ulang tahun Praja Muda Karana (Pramuka) adalah bukti nyata bahwa perempuan tidak hanya sebagai isteri atau ibu dalam keluarga, tetapi Perempuan harus mampu mengeksplorasi diri karena perempuan adalah abdi negara, anggota masyarakat dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya sebagai aset bangsa yang punya banyak potensi dan siap mengisi kemerdekaan indonesia.

Srikandi Burhanuddin Andi yang di ketuai oleh Dra. Urfiah Syanty, MBA, mengatakan bahwa seorang perempuan harus berwawasan luas sehingga dalam prosesnya akan menciptakan perempuan yang terampil, elegan dan berkarakter. Perempuan yang berwawasan harus bisa menginspirasi perempuan-perempuan yang lainnya sebab negara membutuhkan perempuan tangguh, cerdas, visioner.

Masyarakat sudah mengalami pergeseran paradigma berpikir patriarki yang konservatif ke dalam paradigma berpikir inklusif dan elegan yang dapat menerima nilai-nilai kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Ini adalah peluang bagi politisi perempuan yang dapat di manfaatkan dalam pesta demokrasi untuk mengusung salah satu calon pemimpin. Ini dibuktikan oleh terbentuknya Srikandi Burhanuddin Andi yang akan mengusung Irjen Burhanuddin Andi menuju pilgub 2018 mendatang.

Hj. Tati Burhan yang didampingi oleh Ketua Tim Sosialisasi, DR. Ir. Sudirman Numba, M.Si mengatakan bahwa Perempuan selalu mengambil peran dalam setiap perubahan sesuai tuntutan jamannya.  Tanpa perempuan demokrasi tidak akan jalan sebab perempuan adalah penyumbang suara terbesar dalam pemilu. Perempuan harus bisa bersatu dalam perbedaan agar suara perempuan akan sama dalam mengusung calon pemimpinnya.  Untuk itu, Srikandi SBA akan konsisten memberikan pendidikan politik kepada perempuan yang lainnya tanpa pandang bulu, warna kulit, bahasa, suku, agar perempuan dengan segala kelebihannya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemilihan calon gubernur Sulawesi Selatan. (AO)


           

2 komentar:

  1. eksis terus nih bu guru dimana-mana
    kereeennn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee... dirimu lebih eksis lageee. Thank u

      Hapus