Jumat, 05 Agustus 2016

Lintas Komunitas Kreatif



Sumber foto : dok pribadi


Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara “Lintas Komunitas Kreatif” bersama perwakilan beberapa komunitas kreatif di Kota Makassar.  Bertempat di DiLo (Digital Lounge}Jln. Dr Sam Ratulangi No 68 Kota Makassar.  DiLo adalah tempat/sarana atau wadah untuk mengembangkan kreatifitas. Tempat ngumpulnya anak muda kreatif di Kota Makassar khususnya dibidang Industri Digital. 
Acara yang mengusung tema “Lintas Komunitas Kreatif” yang menghadirkan beberapa pembicara diantaranya adalah : Arianto Burhan Makka. Zulkarnain Basri, Zulkifli AT, dan Kasman Suherman.  Kegiatan ini bertujuan untuk sharing sesama komunitas kreatif agar bisa membangkitkan daya dan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru yang kreatif . 

1. Arianto Burhan Makka,  Wakil Ketua Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan), mengatakan bahwa kegiatan komunikasi kreatif harus sering-sering dilakukan untuk saling memberikan spirit antar komunitas kreatif. Penekanannya pada intensitas pertemuan yang terpenting adalah saling mencari permasalahan dan mencari solusi..  sebab bisnis kreatif Sulawesi Selatan telah menduduki peringkat ke 5 sebagai provinsi dengan tingkat ekonomi kreatif lainnya.  Ini preatsi yang cukup membanggakan sehingga kita perlu meningkatkannya lagi dengan lebih terarah.

Jepang, diera pasca bom atom di Hirosima luluh lantak dalam segala bidang termasuk bidang ekonomi.  Masyarakatnya tidak tinggal diam.  Ide-ide kreatif bermunculan dimana-mana dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang dibentuk bukan oleh pemerintah.  Sejak itu, Jepang bisa bertumbuh bukan karena kekuatan pemerintahnya tapi karena semangat juang anak-anak mudanya.  Diakhir kalimatnya, Arianto menitip pesan bahwa dia membuka ruang sebesar-besarnya untuk diskusi seputar dunia bisnis. 

2. Zulkarnain Basri,  (Dosen, Motivator Bisnis, dan Wirausahawan), Dalam materinya menekankan  pada pentingnya berkolaborasi antara pegiat bisnis, komuniatas, akademisi dan pemerintah  Dengan berkolaborasi akan menciptakan satu kekuatan dalam membangun bisnis. Zulkarnain memilih Kota Bandung  sebagai bahan perbandingan yang ekonomi kreatifya berkembang sehingga menguasai pasa Asia, itu karena adanya kolaborasi.  Di makassar sendiri sistem kolaborasi masih menjadi momok karena para pelaku ekonomi kreatif. Ego sektoral yang masih tinggi merupakan salah satu kendala dalam membentuk sistem kolaborasi. Padahal potensi Kota Makassar sangat sangat besar untuk ekonomi kreatif  dalam bidang kuliner dan kerajinan di antara 16 ekonomi kreatif lainnya di sulawesi selatan. Untuk itu mari hilangkan ego sektoral untuk segera berkolaborasi.

3. Zulkifli AT, (CEO of Sahaba’ Kreatif) Bagaimana mengubah mindset bahwa orang makassar adalah orang yang suka demonstrasi menjadi orang-orang yang kreatif.  Makassar harus menjadi kota kreatif  dan salah satu wadah yang dapat membentuk atau mengasah jiwa kreatifitas anak mudanya tempatnya ada di diLo.  Seperti yang dikatakan Zulkarnain, Zulkifli juga mengatakan bahwa ego sektoral Bugis Makassar sangat kuat, sehingga tidak ada semangat untuk bersama-sama (berkolaborasi).

Kadang-kadang dalam berbisnis kita mengalami kebuntuan ide sehingga kita perlu sharing dengan orang lain untuk mencari solusi dari setiap permasalahan.  Tentu saja dalam sharing tersebut kita harus pandai membidik orang sesuai bidang permasalahan yang ada.  Jika sudah menemukan ide, lakukan action secepatnya untuk bisas sukses sebab orang sukses dan orang punya ide itu beda.  Bedanya orang sukses dengan orang punya ide itu adalah dari actionnya. Ide tanpa action sama saja dengan sampah (candanya)

4. Kasman Suherman, (Pemenang StartUp Worldcup Competition http://www.tiketbusku.com yang selanjutnya akan maju ke kompetisi SU WCC di Jakarta mewakili Kota Makassar dalam event Startup World Cup 2017).  Anak muda kreatif ini bercerita tentang bagaimana awal dia merintis startupnya.  Suatu ketika dia disibukkan dan dirugikan waktu dan tenaga hanya untuk mencari tiket bus yang berakhir sia-sia karena tiket bus ternyata sudah terjual semua.  Disitulah mulai muncul ide untuk membuat website tentang penjualan tiket online.




2 komentar:

  1. kak abi ini yang kita bilang siswa ta di?mantap tawwa

    BalasHapus
  2. iyyaa.. itu yang paling kiri. gondrong hehee

    BalasHapus