Sabtu, 20 Agustus 2016

3 Srikandi SBA nonton Film 3 Srikandi



Oleh :  Abby Onety


Film adalah sebuah refleksi kehidupan  yang ide ceritanya kadang memiliki kekuatan yang luar biasa dalam memberikan pembelajaran tentang proses hidup yang harus dihadapi kepada para penonton.  Penonton yang bijak adalah penonton yang mampu memaknai nilai-nilai positif dari setiap ide cerita  lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.  Bahkan bisa dijadikan sebagai sumber motivasi untuk perubahan hidup kearah yang lebih baik.
Kesuksesan film layar lebar untuk memperoleh minat penonton yang lebih banyak tidak bisa lepas dari cara promosi, baik dengan iklan atau pun cara lainnya.  Minat saya menonton film ini pun karena cerita dari seorang teman bahwa film ini sarat akan nilai-nilai positif terutama dalam hal motivasi dan dedikasi.  Kepuasan seseorang dalam menonton film itu bisa terlihat dari cara dia bercerita kepada orang lain tentang film tersebut. 

Inilah yang mendasari kami (AO, Dida, dan Lia) dari Srikandi SBA (Sahabat Burhanuddin Andi) untuk turut berkontribusi dalam menyerap nilai-nilai positif dari ide film tersebut. 3 srikandi menonton film 3 Srikandi cukup memberikan energy positif kepada kami untuk terus melakukan perjuangan bersama SBA. Tentang sebuah KEMENANGAN.  Dan untuk meraih kemenangan, itu bukan perkara yang mudah.  Dalam prosesnya butuh perjuangan yang panjang, butuh pengorbanan demi mewujudkan sebuah cita-cita dan impian. 

Dalam film ini diceritakan pula tentang makan sebuah perjuangan. Dalam perjuangan, kadang ada pasang surutnya.  Riak-riak kecil bisa menjadi lebih kompleks dan rumit. Peran seorang leader dalam hal ini adalah Pandi sang pelatih 3 Srikandi dengan karakternya yang tegas dan disiplin dituntut untuk mampu menangani setiap masalah yang datang silih berganti. Sementara 3 Srikandi turut dan patuh terhadap aturan yang ada. Disinilah diperlukan motivasi yang dalam cerita film ini merupakan hal yang paling ditonjolkan. 


Sebenarnya, saya bukanlah orang yang hobby nonton.  Artinya untuk menonton sebuah film saya orang yang paling selektif. Tapi dari gambaran diatas cukup menstimulasi otak kanan saya untuk segera nonton film tersebut. Dan saat ini, saat menuliskan kembali cerita film itu, saya mem-fungsi-kan otak kiri. .(hehee… kerjasama yang baik bukan?)

Film 3 Srikandi yang di perankan oleh Tara Basro adalah seorang atlit perempuan yang berasal dari Sulawesi Selatan yang bernama asli Kusuma Wardani, sosok perempuan tangguh yang telah membuat sejarah dalam mengharumkan nama bangsa dengan persembahan medali pertama untuk Indonesia dalam cabang olahraga panahan pada olimpiade musim panas di Seoul. (luar biasa). 

Selain itu, Reza Rahardi yang berperan sebagai Donal Pandiangan, pelatih 3 srikandi, merupakan sosok atlit panahan yang dikenal sebagai Robin Hood nya Indonesia yang kecewa karena gagal melenggang ke olimpiade di Moskow pada tahun 1980 karena tercekal oleh kepentingan politik.  Melihat perannya saya teringat akan perannya dalam film Rudy Habibie.  Mungkin karena masih terlihat beberapa action yang mimikx hampir sama saat perannya sebagai Rudy.  Ada juga Chelsea Islan sebagai Lilies Handayani, seorang atlit panahan yang saat itu mewakili Jawa Timur dan Bunga Citra Lestari sebagai Nurfitriani.

Akhir kata yang paling berkesan adalah kalimat ibu pandi yang mengatakan, “Soal jodoh, segudang prestasi bukanlah indikator pencapaian”.  (Kalimat ini bikin nyesek tauu, nyesek buat para jomblowers sejati. Hikzz…) (AO)




 

2 komentar:

  1. film indonesia biasanya saya nda suka
    tp kalau reza rahardian mi ayo nonton
    karena pasti bagus hahah
    soalnya reza juga pilih filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga selektif dlm milih film. Tapi yg inj reccomended banget deh pokokx

      Hapus