Sabtu, 16 Juli 2016

Indahnya Berbagi Kasih




Setiap manusia memiliki takdir masing-masing dalam hidup dan kehidupannya.  Ada yang  menjalani hidupnya dengan serba kekurangan, ada yang berlebihan, dan ada juga yang hidupnya pas-pasan.  Demikian juga dalam keluarga, ada yang ditakdirkan hidup lengkap dengan keluarga, ada juga yang bernasib kurang baik.  Dilahirkan terlantar tanpa kasih sayang dan dekapan kedua orang tuanya,  Ada yang sengaja ditinggalkan oleh orangtua yang tidak bertanggungjawab, ada juga yang saat dilahirkan orangtuanya meninggal dunia. 

Sebagai mahluk sosial, hal tersebut diatas sudah seharusnya menjadi tanggungjawab kita bersama.  Bagi mereka yang hidupnya sudah lebih dari cukup tak ada ruginya untuk saling berbagi kepada mereka yang hidupnya masih kurang beruntung. “Sedekah tidak mengurangi rezeki bahkan Allah SWT akan mengganti dan melipat gandakannya”.  Demikan hadits riwayat muslim, dari Abu Hurairah. 

Sabda Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam yang artinya “barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat”. Seorang muslim hendaknya berupaya menghilangkan kesulitan dan penderitaan muslim lainnya.  Bila seorang muslim membantu penderitaan muslim lainnya dengan ikhlas, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan balasan terbaik yaitu dilepaskan dari kesulitan terbesar dan terberat yaitu kesulitan pada hari kiamat. 

Merujuk dari hal diatas, saya teringat peristiwa semalam tadi. Saya dikagetkan oleh notifikasi salah satu bank yang masuk ke handphoneku. Ada penambahan saldo di rekeningku. Sesaat aku bingung karena sebelumnya tidak ada janji sama seseorang untuk melakukan transfer termasuk kepada para pelanggan jualan onlineku.  Tapi ini tak berlangsung lama karena seorang sahabat hati yang tak bersedia disebutkan namanya menelponku bahwa dia telah mentransfer uang ke rekeningku sebesar Rp....... berharap agar uang tersebut disebar berupa benda yang berwujud makanan ke beberapa panti asuhan di Kota Makassar dan sekitarnya.

Aku yang tak tahu banyak lokasi panti asuhan di Kota Makassar. Sempat bertanya alamat beberapa panti asuhan yang benar-benar membutuhkan bantuan se-segera mungkin ke 2 grup media soaial yaitu Line dan WA tapi sama sekali gak ada yang respon.  Akhirnya saya harus mencarinya sendiri dan menemukan 8 panti asuhan.  Sebenarnya panti asuhan banyak tapi saya ingin menyalurkannya pada panti asuhan yang belum banyak bahkan belum mempunyai donator tetap. 

Saya tak bisa menggambarkan bagaimana perasan saya saat memasuki salah satu gerbang panti asuhan.  Saya sangat menyukai anak-anak sementara di panti tersebut, juga beberapa panti asuhan yang saya datangi saya di sambut ceria oleh wajah-wajah polos tanpa dosa.  Bahkan diantara mereka ada yang baru berusia 1 bulan (ini sangat memilukan hari saya).  Naluri keibuan saya merangsang saya untuk segera menggendongnya.  Ada sesuatu yang berkecamuk dalam diri saya yang  tak bisa saya lukiskan dan hanya bisa terlukis oleh airmata yang menetes saat itu juga.

Akh…. Inilah hidup yang benar-benar butuh perjuangan, gumam saya sesaat setelah saya sudah berada di dalam mobil untuk menuju kembali pulang kerumah.  Sampai dirumah baru terasa capeknya.  Hari ini saya telah berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan dari pukul 10.00 sampai pukul 17.00.  perjuangan yang saya maksud bukan sekedar bagaimana kita berjuang untuk memenuhi kebutuhan tetapi bagaimana kita berjuang untuk menyisihkan harta dan berbagi kasih dengan mereka.

Malam harinya sesaat setelah saya terlelap, saya sms ke teman saya karena jujur saya tak sanggup menelponnya. Bunyi sms saya “ Alhamdulillah, terima kasih kanda. Hari ini saya mendapat pengalaman yang sangat indah dan menyenangkan”. Beliau membalas sms saya, “itulah hikmah dari pertemanan kita, semoga hubungan kita selalu bermakna kebaikan dunia hingga akhirat, Aamiin YRA”. “Aamiin Ya Rabbil Alamin”. Kututup malam dengan ALHAMDULILLAH. Aku terlelap dalam pelukan kasihNYA.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer bahwa saya telah membantu orang lain ataupun punya teman yang dermawan.  Jika saja dana yang saya pakai untuk membantu orang lain, jujur saya tidak berani dan malu untuk menuliskannya disini. Tetapi dana ini bersumber dari seorang teman seperti yang saya ceritakan di atas.  SEKALI LAGI INI BUKAN SAYA!

Saya berharap ada banyak orang yang membaca tulisan ini dan mampu menggelitik nurani kita semua untuk menyisihkan sedikit dari sekian banyak rezeki titipan ilahi yang kita miliki.  Perlu di ingat bahwa dari apa yang kita miliki ada HAK ORANG LAIN DIDALAMNYA!. Semoga apa yang kita lakukan bermuara pada ridhoNYA. AAmiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar