Minggu, 20 Maret 2016

Makassar Tidak Rantasa

Pernahkah anda mendengar kata "rantasa"?, Jangan mengaku orang Makassar jika tidak mengerti kata "rantasa", karena kata ini adalah salah satu suku kata dalam bahasa Makassar yang berarti kotor.

Kotor berarti jorok. Asumsi pertama, saya mengatakan bahwa semua orang tidak menyukai rantasa, tetapi pertanyaannya adalah apakah semua orang bisa melakukan sesuatu yang membuat tempat-tempat di sekitarnya menjadi tidak kotor lagi? menjadi tidak jorok lagi?.
Asumsi kedua adalah bahwa semua orang menyukai kebersihan tapi tidak semua orang mampu/bisa mempertahankannya.


Nah, bagi anda yang berdomisili di luar kota Makassar, yang bukan suku Makassar dan tidak mengerti Bahasa Makassar, mungkin menganggap bahwa kata ini tidaklah penting. Tetapi kata "rantasa" ini sesungguhnya sarat akan makna. Makna tentang pentingnya menjaga kebersihan dalam kondisi apapun sehingga tercipta kenyamanan, keindahan dalam hidup bermasyarakat, dalam lingkungan di sekitar kita. Saking pentingnya kita harus menjaga kebersihan sehingga Walikota Makassar yang akrab di sapa "Danny Pomanto" menjadikan suku kata ini sebagai motto dalam memimpin Makassar.

Dengan icon "Makassar Tidak Rantasa", Danny berusaha menanamkan rasa tanggungjawab akan kebersihan kepada seluruh warga kota Makassar khususnya dalam menangani sampah dengan intens mensosialisasikan program-program Makassar Tidak Rantasa.  Upaya-upaya yang dilakukan diantaranya adalah menyiapkan tempat sampah pada tempat-tempat umum yang ramai di kunjungi orang. Melarang warga membuang sampah di sembarang tempat dan memberikan stimulan kepada warga  untuk memungut sampah dan menukarnya dengan beras. Aktif mensosialisasikan Makassar Tidak Rantasa pada tempat- tempat beribadah seperti masjid dan juga pada sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke perguruan tinggi dan juga pada instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta.

Selain itu di harapkan keberhasilan Makassar Tidak Rantasa ini, tidak hanya bertujuan untuk meraih piala Adipura tetapi juga akan menjadi salah satu jalan yang membawa Makassar menuju Kota Dunia sesuai harapan Bapak Walikota Makassar yang akan membawa Makassar menuju kota dunia.

6 komentar:

  1. Bukan asli makassar, tapi saya mengerti maksud dari rantasa. Sayang, program Pak Walikota masih belum di ikuti oleh semua warga. Masih banyak yang perilakunya rantasa kalau menurut saya, apalagi penggunaan kendaraan pribadi dijalan raya. Banyak saya temukan yang membuang sampahnya ditengah jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. Padahal ini untuk kebaikan dan kesehatan bersama. Mungkin masih perlu lebih banyak sosialisasi ya

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Aku pernah pergi ke Makasar waktu masih kecil mba. Jadi pengen kesana lagi jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbk Tri, kesini lagi dong 😊

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus