Selasa, 22 Desember 2015

Ibu Adalah Wakil Tuhan Di Bumi


Oleh:  Abby Onety

Sumber Foto: Bang RIM

Masih terasa kehangatan tanganmu menempel di ubun-ubunku setelah minggu yang lalu aku membuatmu duduk dalam kecemasan.  Engkau enggan beranjak meninggalkanku sebelum memastikan suhu tubuhku menurun.  Aku dapat merasakan bagaimana ibu tidak tega melihatku terkulai lemas dengan suhu badan meninggi tak seperti biasanya, disertai dengan keluhan-keluhan kecil karena tak kuat menahan sakit.

Damai rasanya dalam pelukanmu, belaian kasih sayangmu yang tak akan pernah tertandingi, baik oleh cerita dari taman surga  maupun oleh sejuta obat penurun panas dari dokter.  Hingga akhirnya di sepertiga malam aku terbangun, kurasakan tangan itu masih menempel di dahiku, sementara engkau terkulai bersama ayah di ujung tempat tidurku.  (dibaca = menjagaku)

Akh…IBU, ini hanyalah bagian kecil dari peristiwa hidupku yang baru saja terlewati oleh kita.  Dalam sejarah hidup ini, terlalu banyak cerita tentang pengorbanan, kasih sayang, dan entah apa namanya.  Untuk menuliskannya satu persatu, rasanya kapasitas memory computer ini tak akan sanggup menampungnya. Cerita sesungguhnya tentangmu telah terukir indah dalam jiwaku, mengalir bersama aliran darahku dan menyatu di setiap denyutan nadiku.

Saat ini di bulan Desember, mengingatkanku akan sebuah hari dan tanggal yang disepekati sebagai Hari Ibu tepatnya pada tanggal 22 Desember.  Walaupun kenyataannya tiada hari tanpamu, ibu.

Ada banyak hikmah positif yang bisa kita petik dari perayaan ini.  Salah satu contohnya adalah  jika saja ada yang khilaf karena rutinitas yang padat atau apapun alasannya, dengan mendengar orang-orang disekitarnya berbicara tentang hari ibu, atau mungkin dengan membaca di beberapa media tentang peringatan hari ibu, setidaknya akan merefresh ingatannya kembali tentang ibu. Lalu hatinya tergerak untuk segera menemui ibu paling tidak menelpon untuk menanyakan kabarnya.  Tidak jarang seseorang akan segera berkunjung ke toko untuk membeli sebuah kado untuk ibunda tercinta.  Sementara bagi mereka yang ibunya telah duluan menghadapNYA, akan segera mengirimkan doa (Al-fatihah) atau mungkin akan segera berkunjung kemakam Sang Ibu.
Peran seorang ibu sangat penting dalam keluarga, baik peran untuk suami, untuk anak-anak, maupun untuk lingkungan sosialnya.  Jika saja semua orang bisa menyadari bagaimana pengorbanan seorang ibu mulai dari melahirkan anak, mengurus anak hingga membentuk diri seorang anak dan mewujudkan mimpi mencapai sukses dalam karir dan kehidupannya, mungkin tak ada lagi kata “menyakiti hati ibu”.  Karena dalam tiap tarikan nafas ibu selalu ada doa untuk anak-anak dan keluarganya hingga semua pencapaian bisa diraih. 

Oleh bang RIM dalam bukunya tertulis bahwa ibu adalah wakil Tuhan di bumi.  Buku yang berjudul AYAT-AYAT API (Kutemukan Cinta dalam Sedekahku), dijelaskan bahwa sesungguhnya Tuhan ingin datang ke rumah setiap hambanya tetapi tidak jadi karena sudah mengutus wakilnya bernama ibu. 

Merinding rasanya membaca buku ini, terbayang bagaimana jika seorang ibu sampai hatinya tersakiti.  Ini berarti menyakiti hati ibu sama saja dengan menyakiti Tuhan. Sungguh luar biasa posisi ibu dalam struktur organisasi kehidupan.  Sungguh mulia engkau ibu, yang tidak pernah mengeluh sedikitpun dalam menjalankan peranmu sebagai ibu. 


Maafkan aku ibu, kuhaturkan maaf atas segala dosa dan khilafku.  Selamat Hari Ibu, wahai wakil Tuhan di Bumi. Abby Sayang Ibu…… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar