Senin, 31 Agustus 2015

Hidup Semurah Mungkin ditengah Keterpurukan Nilai Rupiah

Di tengah keterpurukan Rupiah, sebagai bangsa yang merdeka kita seharusnya tidak boleh larut dalam persoalan yang mendera bangsa ini.  Sebuah pilihan yang cerdas sangat dibutuhkan untuk menyiasati keadaan dimana kesulitan-kesulitan hidup mulai terdeteksi akibat dari menurunnya niali tukar Rupiah.
Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca tulisan teman (Indari Mastuti), saat berdiskusi dengan Pak Heppy Trenggono yang mengatakan bahwa hidup harus semurah mungkin.  Inilah salah satu langkah cerdas yang harus kita ambil ditengah keterpurukan Rupiah.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Serumpun Padi


Serumpun padi tumbuh di sawah, hijau menguning daunnya”.  Sepenggal lirik lagu ini sering saya dendangkan bersama teman bermain di area persawahan puluhan tahun silam.   Ada yang masih ingat lagu ini?

Pagi ini, tanpa sengaja aku melihat dan mendengarnya di salah satu stasiun TV.  Hamparan sawah yang terbentang luas menghijau, bulir-bulir padi yang bergerak tak beraturan, melambai tertiup angin sepoi.  Tampak area persawahan itu berhias orang-orangan dengan beragam model, amat menyejukkan hati siapa saja yang melihatnya.  Pemandangan ini sangat identik dengan pedesaan.  Ditambah dengan alunan lagu “Serumpun Padi”, cukup menggugah hati untuk mengenang kembali kampung halaman sekaligus melirik bagaimana kehidupan petani sebagai insan yang berperan utama dalam penyedia pangan di negeri ini.