Senin, 19 Januari 2015

Mengenal Perguruan Nasional Makassar Sebagai Salah Satu Sekolah Tertua Di Makassar


Oleh : Abby Onety

Media social adalah salah satu bentuk kemajuan Teknolgi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang paling banyak di manfaatkan orang untuk berbagi dan berkomunikasi baik terhadap orang-orang yang baru di kenal dengan beragam karakter maupun untuk menemukan sahabat lama yang selama ini hilang jejak tanpa komunikasi.    Banyak hal-hal positive dari mozaik kehidupan yang bisa kita share kepada banyak orang.


Tulisan saya dalam blog pribadi beberapa waktu yang lalu menyinggung soal pemanfaatan TIK dalam aplikasi kehidupan sehari-hari.  Hal ini semakin menyadarkan saya akan pentingnya teknologi yang satu ini.  Saya semakin intens dalam mengenalkan media social ini kepada teman-teman khususnya yang seprofesi dengan saya untuk memanfaatkannya dalam hal-hal yang positive terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari (profesi). 

Lebih lanjut tentang media social, kenapa saya selalu menekankan untuk di pergunakan dalam hal-hal yang positive, itu karena sebagian kecil orang ada yang memanfaatkannya dalam hal-hal yang negative.  Alasan ini bisa menjadi polemik hubungan seseorang dengan orang lain sebelum benar-benar tenggelam dalam dunia MedSos.  

Beberapa hari yang lalu, sebuah komunitas “Sejarah Makassar” yang saya sendiri tidak tahu kapan saya bergabung dan siapa  teman yang telah meng-add saya ke komunitas ini (terima kasih yang telah di ajak bergabung), tiba-tiba saya telah bergabung dan mendapatkan notifikasi dari facebook akan sejarah yang mengangkat sedikit tentang sebuah instansi pendidikan dimana saya bernaung dan mengabdikan diri. 

Pada kesempatan yang berbeda, sebuah komunitas dimana saya mulai mengenal dan belajar sangat banyak tentang dunia literasi menawarkan untuk KopDar (Kopi darat) dilaksanakan di tempat ini, tempat dimana saya bernaung dan mengabdikan diri.  KopDar adalah suatu pertemuan langsung dengan para anggotanya yang sudah rutin dilaksanakan setiap bulan.  Komunitas itu adalah komunitas yang beranggotakan 100% perempuan yang bernama IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis). 

Satu hal yang menarik dari pertemuan ini adalah akan di laksanakan Blogging On The Spot.  Artinya semua anggota yang hadir di haruskan untuk menulis dan mengisi blog masing-masing pada saat itu juga.  Wah…, ini menarik sekali.

Kesempatan ini tak ku biarkan berlalu begitu saja.  Menghadap langsung Bapak Ketua Yayasan untuk meminta izin pemakaian salah satu ruangan adalah respon positif saya.  Alhamdulillah… respon positif juga datang dari Bapak Drs. H. Syarifuddin Shaleh, M.Si bahkan lebih dari yang saya harapkan beliau menawarkan ruangan pribadinya untuk digunakan sebagai ruangan pertemuan IIDN.  Selain itu, beliau menyodorkan sebuah buku untuk saya baca sebagai bahan referensi manakala ada peserta IIDN nanti yang akan bertanya tentang asal muasal berdirinya Perguruan Nasional.

Wow… saya mendapat ide, untuk acara Bloging on the spot ini saya akan menulis tentang Sejarah Perguruan Nasional sebagai salah satu sekolah tertua di Makassar.

Back To “Sejarah Makassar” Community

Saya tertarik melengkapi sedikit sejarah tentang “Perguruan Nasional Makassar” sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di  Kota Makassar.  Sebelumnya terima kasih telah menyinggung sedikit tentang sejarah ini yang hampir terlupakan oleh sebagian banyak orang.  Ketertarikan saya membahas dan memaparkan tentang Perguruan Nasional bukan semata-mata karena saya adalah salah satu personilnya tetapi lebih kepada kecintaan saya kepada perguruan yang telah memberikan banyak perubahan dalam hidup saya.  Perguruan Nasional Makassar adalah tempat saya mengabdikan diri sebagai salah satu bentuk panggilan jiwa untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa sebagai mana harapan para pejuang kemerdekaan pada umumnya dan para pendiri Perguruan Nasional pada khususnya.  Jiwa patriotisme yang sering di dengung-dengungkan baik melalui “Mars Perguruan Nasional” maupun  dari sejarah itu sendiri dimana para pendirinya telah meneteskan banyak darah dan mengorbankan jiwa dan raga dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tercinta ini.

Sebelum saya memarparkan sejarah perguruan Nasional ada baiknya kita melihat dulu bagaimana perkembangan dan sepak terjang Perguruan Nasioanal di era sekarang ini.
Perguruan Nasional Makassar yang sebagai salah satu Lembaga Pendidikan tertua di Kota Makassar, selalu memegang teguh janji patriotisme terhadap para pendiri Perguruan Nasional.  Mengisi kemerdekaan dengan menelorkan peserta didik yang handal dan mampu bersaing baik dengan Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta di Kota Makassar.  Untuk mewujudkan dan mempertahankan janji ini tidaklah mudah.  Para kru dan personil perguruan di tuntut untuk bisa menjadi seorang tenaga pengajar yang kreatif dan inovatif dalam menemukan ide-ide brillian untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran di kelas. 

Dibawah pimpinan mantan Kepala Dinas Kota Makassar (di baca Kakandep pada zamannya) Drs. H. Syarifuddin Shaleh, M.Si, Perguruan Nasional Makassar mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Di masa jabatannya pada periode kedua sebagai Ketua Pengurus Harian atau lebih di kenal dengan istilah Ketua Yayasan, banyak terlihat perubahan yang signifikan dan sangat berarti pada perguruan ini.  Perubahan itu mulai terlihat setahun pada masa jabatan periode pertama hingga periode kedua sekarang ini.  Di mulai dari pembenahan fisik sekolah sampai kepada pembenahan manajerial termasuk peningkatan sumberdaya manusia secara bertahap semakin menampakkan hasil yang menggembirakan.



Khususnya pada SMA Nasional Makassar yang merupakan salah satu sekolah yang di bina selain SD Nasional, SMP Nasional, SMK Nasional, mengalami kemajuan yang patut dibanggakan.  Boleh dikatakan segudang prestasi telah di raih oleh siswa siswinya yang tentu saja tak lepas dari binaan guru-guru yang disiplin dan kreatif.

Prestasi SMA Nasional yang telah diraihnya dalam berbagai kompetisi sepanjang periode 2011 s/d Sekarang
1.      Juara Harapan 3 dalam lomba karya tulis ilmiah (KTI) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin.  Judul KTI “Peningkatan Kesadaran Bela Negara pada Masyarakat Pesisir.
2.      Juara 3 dalam lomba Acconting Fair tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang di selenggarakan oleh STIMIK Profesional Makassar
3.      Juara 3 dalam lomba baca berita Radio dan Televisi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat yang di selengggarakan oleh Universitas Islam Negeri Makassar (UIN)
4.      Juara 2 dalam lomba pidato bahasa inggris tingkat Kota Makassar yang di selenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Makassar
5.      Juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah (KTI) se Kota Makassar yang bekerjasama dengan Badan Kearsipan Nasional. Judul “ Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Melalui Perpustakaan Halte di Kota Makassar 2011
6.      Juara 3 dalam lomba teater remaja se Kota Makassar yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar.
7.      Juara 1 Lomba KTI Minat Baca Perpustakaan Pemkot Makassar 2012
8.      Juara 1 Lomba Karya Tulis Yamaha, Makassar 2012
9.      Juara 2 dalam lomba Fun Rise Competition se-Kota Makassar yang di selenggarakan oleh Pocary Sweat
10.  Juara 2 dalam lomba Essay Olimpiade Pendidikan se-Sulawesi Selatan yang di selenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM).
11.  Juara 1 dalam lomba pidato Bahasa Indonesia se-Kota Makassar yang di selenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Makassar (UIN).
12.   Juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah (KTI) tingkat provinsi Sulawesi Selatan yang di selenggarakan oleh Astra Internasional. Judul “ Meningkatkan Peran Serta Remaja dalam Upaya Pelestarian Lingkungan sebagai Solusi Menanggulangi Polusi Udara Akibat Kendaraan Bermotor di Kota Makassar” 2012
13.  National Camp AHMBS 2012, Jakarta
14.   Juara II dalam lomba teater Remaja se-Kota Makassar di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar
15.   The best Futsal Player dalam lomba Futsal se-Kota Makassar yang di selenggarakan oleh Harian Fajar.
16.  Juara 1 AHMBS 2011 Tingkat Makassa-Gowa
17.  National Camp AHMBS, Jakarta 2011
18.  Juara 1 Lomba KTI Zero HIV & NAPZA UKM MAPHAN UNM 2013, Sulselbar
19.  Juara 3 AHMBS 2014
20.  Juara 1 Lomba KTI HIMETRO ATIM 2014, Sulsel
21.  Juara 2 Lomba KTI HIMETRO ATIM 2014, Sulsel
22.  Harapan 2 Lomba KTI PIKIR LKIM PENA Unismuh Makassar 2014, Sulselbar
23.  Juara 2 Lomba Mading Manajemen Fest UNM 2014
       DAN LAIN-LAIN………. 


Sebait kata buat Ananda…… (Siswa-siswi SmaNas)
Dalam derap langkah kehidupan, kupautkan sejuta harapan, di pundakmu ananda, kutitip pelita kehidupan dan obor masa depan.  Torehkan terus prestasimu, sebagai generasi yang mandiri, menjadi pionir pionir teladan dalam kehidupan masyarakat yang fluralistik.
@Abby Onety@


1.      Sejarah Singkat Perguruan Nasional Makassar

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta tanggal           17 Agustus 1945 disambut dengan penuh kegembiraan oleh masyarakat Indonesia. Di mana-mana terdengar pekik “Merdeka” dan merah putih menghiasi persada Indonesia.

Sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, tanggal 17 Agustus 1945 di Sulawesi telah dibentuk wadah organisasi gerakan perjuangan Sulawesi pada bulan April 1945 disingkat “Soedara” (Soember Darah Rakyat)  dan pada tanggal 10 Agustus 1945 diberangkatkan tiga utusan Soedara ke Jakarta yaitu ; Dr. Ratulangi, Andi Pangeran Petta Rani dan Andi Sultan Daeng Raja untuk melakukan persiapan kemerdekaan Indonesia. Dr. Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi pada tanggal 19 Agustus 1945. Setelah beliau kembali ke Makassar  otomatis segala perhatian dan harapan masyarakat Sulawesi tertuju kepada beliau.

Tanggal 24 September 1945, pasukan sekutu mendarat di Makassar di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Dougherty disertai oleh tentara NICA (Netherland Indies Civil Administration). NICA Belanda kemudian mengumpulkan mantan pelajar-pelajar sekolah menengah Jepang dalam rangka  membujuk mereka masuk kembali ke sekolah Belanda. Pelajar-pelajar Jepang tersebut terdiri dari pelajar-pelajar Futsu Cugukko (Sekolah Menengah Umum) antara lain Emmy Saelan, Nini Saelan, Elly Saelan, Milly Ratulangi, Lambert Supit dll, Tokobetsu Cugukko (Sekolah Menengah Istimewa) antara lain Rajadin Anwar, Rahman Daeng Lanto, Lamuddin, Wahyu, Moh. Nur, Palangkey, Alim Bahri, Bachtiar dll, Riu Gaksei (calon mahasiswa untuk dikirim ke Jepang) mereka adalah Maulwi Saelan, Rivai Paerai dan Syamsul Ma’arif.

Para pelajar yang juga adalah pejuang kemerdekaan menolak masuk ke sekolah Belanda walaupun mendapat ancaman keras dari pimpinan NICA, Major J.Wegner.

Para pelajar hampir setiap hari berkumpul di rumah Dr. Ratulangi, di situlah tercetus ide untuk mendirikan sekolah nasional sendiri. Setelah dikonsultasikan dengan para pimpinan perjuangan antara lain Dr. Ratulangi, Lanto Daeng Pasewang, Sam, Mr. Zainal Abidin, Siranamuel, Saelan,    Mr. Tadjudin Nur cs, semuanya setuju. Karena kebanyakan pelajar adalah pelajar sekolah menengah pertama maka dibentuk dan didirikan Sekolah Menengah Pertama Nasional pada tanggal 8 Oktober 1945. Pimpinan langsung oleh Dr. Ratulangi, Gubernur Sulawesi pertama, guru-gurunya adalah para pimpinan Republikein sehingga SMP Nasional dijuluki sekolah perjuangan. Gedung sekolah sementara meminjam dan menumpang pada gedung Perguruan Islam di Jl., Datu Museng, dimulai dengan SMP kelas III dengan jumlah murid sekitar 15 orang. Pada akhir tahun 1945, SMP Nasional pindah ke Jl. Ratulangi (kemudian menjadi rumah kediaman keluarga H. Andi Mattalatta). Setelah Bapak H. Andi Mattalatta meninggal dunia tanggal 16 Oktober 2004, ahli warisnya menjual rumah tersebut.

Pada tahun 1948, Sulawesi menjadi salah satu bahagian dari NIT (Negara Indonesia Timur) dan dalam tahun itu pula Perguruan Nasional diberi izin oleh DPRS (Dewan Perwakilan Rakyat Sementara) Sulawesi untuk membangun gedung sekolah.  Ibu-ibu pejuang kemerdekaan, antara lain ; Ibu Weledah Maladjong Dg. Liwang (istri Malladjong Dg. Liwang yang pada waktu itu menjabat sebagai direktur SMP Nasional menggantikan Dr. Ratulangi yang ditangkap dan diasingkan ke Serui sejak tahun 1946) bersama-sama dengan Ibu Towoliou Hermanses (istri dokter Towolioe yang pada waktu itu sebagai guru, penasihat yang mensupport obat-obatan dan makanan siang malam bagi siswa-siswa pejuang) mengadakan pasar malam (semacam bazar) untuk mencari dana.

Pada waktu itu terkumpullah uang sebanyak Rp 65.000,- (nilai yang cukup lumayan pada waktu itu) dan di atas tanah seluas ± 2700 m2  di Jl. Dr. Ratulangi No. 84 (dahulu namanya Gowa-Weg) didirikanlah satu gedung SMP Nasional, yang menjadi sekolah republik pertama di Indonesia, Tahun  1949. Perguruan Nasional secara keseluruhan pindah dari depan PAM ke lokasi baru Jl. Dr. Ratulangi No. 84 Makassar sampai sekarang.
Tanah yang ditempati Perguruan Nasional Makassar adalah tanah negara (pemerintah Belanda)  dan merupakan sebahagian dari tanah yang ditempati Stadion Mattoangin dan sarana-sarana olahraga yang berada di dalamnya. 

Di dalam buku H.A. Mattalatta tentang  asal usul tanah/kompleks sarana olah raga yang berbatas :
Di sebelah Utara dengan Jl. Kasuari ( di zaman Belanda belum mempunyai nama).
Di sebelah Timur dengan Goa-Weg (sekarang bernama Jl. Dr. Ratulangi).
Disebelah Selatan dengan Mattoanging-Weg (sekarang bernama Jl. Kakatua).
Di sebelah Barat dengan Sambung Jawa-Weg (sekarang bernama  Jl. Cendrawasih).

Lokasi tersebut merupakan tanah negara (Pemerintah Belanda) yang dipajakkan (huurpacht) untuk jangka waktu tujuh puluh tahun seluas 20 Ha kepada satu perusahaan peternakan dan pemerasan susu Belanda yang bernama ; Boerdery & Melkery Frision, atas nama Zwanziger, orang Jerman yang berwarga negara Belanda, dari tahun 1935. Di atas tanah ini pula pemerintah Belanda mendirikan satu stasion radio yang salah satu landasan tiang antenenya masih berada di depan gedung olah raga Mattoanging sekarang ini.

Bila perhitungan secara normal, perpajakan (huurpacht) itu akan berakhir  pada tahun 2005. Akan tetapi sejarah berbicara lain, karena pada tahun 1942 datang Jepang, Belanda diusir dan pulang ke negerinya, meninggalkan peternakan dan pemerasan susu Frisiannya, dan pengelolaan selanjutnya diambil alih oleh Jepang. Pada tahun 1945, bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan, NICA mengambil alih kekuasaan di Makassar dari tangan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, tanah peternakan dan pemerasan susu Frisian seluas 20 Ha yang terlantar menjadi rebutan dari penyerobot-penyerobot, utamanya di bahagian-bahagian pinggir sekitar Jl. Dr. Ratulangi, Jl. Kakatua,  Jl. Cendrawasih dan Jl. Kasuari. Mereka membagi-bagi tanah dan mendirikan rumah-rumah gubuk, ada pula yang membangun rumah-rumah semi permanen dan kemudian selanjutnya “mensertifikatkan”  tanah yang ditempatinya atas nama sendiri.

Dalam rencana penyelenggaraan PON IV di Makassar tahun 1957, sarana-sarana olah raga harus dibangun sebagai pesiapan penyelenggaraan PON IV tersebut, maka pada tahun 1952 Pemerintah Daerah Kota Makassar bersama Pengurus Yayasan Stadion Mattoanging, setelah meninjau lokasi tersebut, memutuskan bahwa lokasi tempat Boerdery & Melkery Frisian  cocok untuk dibangun stadion. Akan tetapi pada kenyataannya lokasi ini sudah penuh dengan penyerobot-penyerobot, di antaranya terdapat pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia yang mendirikan rumah-rumah gubuk dan ada pula yang lebih pintar  dengan mendirikan rumah semi permanen dan mempertahankan dengan sengit tanah-tanah yang mereka sudah tempati.

Setelah 4 (empat) tahun kemudian, yaitu pada tahun 1956 tanah seluas 20 Ha itu barulah dapat dibebaskan oleh Bapak H.A. Mattalatta yang pada waktu itu menjabat sebagai Wakil Panglima/Komandan Basis Komando Daerah Pertempuran Sulawesi Selatan Tenggara (KDPSST), dan membeli rumah batu di pinggir Jl. Sambung Jawa-Weg (sekarang Jl. Cendrawasih) yang dijadikan satu pos keamanan, sehingga kompleks sarana olah raga Mattoanging aman/bebas dari serobotan.

Sebagai sekolah perjuangan, Perguruan Nasional telah melahirkan pejuang-pejuang bangsa dan negara yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pelajar SMP Nasional Makassar yang mempunyai motto : “ Belajar dan berjuang mempertahankan  Negara RI ”, sebahagian berjuang di Sulawesi Selatan bergabung dengan Lipan Bajeng yang bermarkas di Polongbangkeng, membentuk pasukan khusus, namanya Harimau Indonesia (HI) dan sebahagian ke Pulau Jawa bergabung dengan tentara-tentara pelajar di beberapa tempat di Jawa.

Pelajar-pelajar SMP Nasional Makassar yang gugur adalah a.l. :
Lambert Supit dan Abdullah Saleh di PolongBangkeng tahun 1946.
Maramis di Barombong tahun 1946.
Emmy Saelan, Rauf, Akbar di Kassi-Kassi, Tidung (Gowa) tahun 1947.
Kodara Sam dan Tadjuddin di Sidobundar, Jawa Tengah.
Muh. Noor P dan M. Sanusi tahun 1948 di Jokjakarta.
R. Wolter Monginsidi dieksekusi tanggal 5 September 1949 di Makassar.
Budi  Sultan di Masamba tahun 1949.
Syahabuddin, di Boomstr (Jl. Seram) Makassar tanggal 5 Agustus 1950 dalam pertempuran dengan KNIL.  Sebagai penghargaan, pemerintah memberi nama jalan tersebut Jl. Tentara Pelajar.  
Emmy Saelan dan Wolter Monginsidi kemudian ditetapkan oleh pemerintah RI sebagai Pahlawan Nasional.

2.      Pengembangan YM – PNM
Dalam perkembangan selanjutnya Perguruan Nasional memperlebar jangkaunnya dalam bidang pendidikan, dan membuka sekolah-sekolah :
SD Nasional, pada tanggal 8 Januari 1946 (nama pertamanya SRN).
SMA Nasional, pada tanggal 1 Juli 1948
SMK Nasional, pada tanggal 1 Juli 1962 (nama pertamanya STM)
SMA Nasional Maros, pada tanggal 1 Juli 1979   

Di dalam menjalani beberapa dekade, Perguruan Nasional mengadakan perubahan dan penyempurnaan organisasi, sebagai berikut :
Tanggal 8 Oktober 1946, namanya menjadi Badan Perguruan Nasional.
Tanggal 1 Juli 1948, namanya dirubah menjadi Wakaf Merdeka Badan Perguruan Nasional Makassar.
Tanggal 1 Mei 1980 menjadi Yayasan Wakaf Merdeka Badan Perguruan Nasional.
Tanggal 7 Desember 1999 menjadi Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar disingkat YWM-PNM.
Tanggal 12 September 2012 menjadi Yayasan Merdeka Perguruan Nasional Makassar disingkat YM-PNM. Ditetapkan dengan surat keputusan Pembina Yayasan  No. 02/SKEP/YM-PNM/IX/2012 tentang “Perubahan Nama Yayasan” tanggal 12 September 2012. Penghapusan kata “Wakaf” merujuk kepada Undang-Undang Pemerintah RI Nomor 63 Tahun 2008 tentang “Pelaksanaan Undang-Undang tentang Yayasan Pasal 3 (4) bahwa kata “Wakaf” tidak dapat ditambahkan setelah kata “Yayasan” jika Yayasan bukan sebagai Nazhir.

3.      Struktur Organisasi YM – PNM
A.       Struktur organisasi dan kepengurusan yayasan dalam SK Tanggal 13 Januari  1996 sebagai berikut :
       a.  Struktur organisasi  dan kepengurusan yayasan merupakan satu      organisasi  yang  terdiri  atas  beberapa   perangkat   kelembagaan, yaitu :
                   -    Badan Alumni –Pewaris   Pendiri  disingkat BA, yang juga              merupakan
                        badan pengurus yayasan pemegang kedaulatan/wewenang tertinggi.
                    -   Badan (Dewan) Pembina, Penasehat.
                    -   Badan Pengurus Harian Perguruan Nasional.
Semua perangkat kelembagaan tersebut di atas memiliki mekanisme kerja sendiri-sendiri dan mempunyai susunan kepengurusan masing-masing yang dipimpin oleh ketuanya, namun kegiatan-kegiatan kerjanya tetap terpadu  dan selaras dengan yang ada dalam keseluruhan struktur dan manajemen yayasan.
       b.              Kepengurusan yayasan diatur sebagai berikut :
Kedaulatan organisasi berada di dalam  tangan Badan Alumni (BA) yang juga adalah pengurus yayasan  pemegang kekuasaan  tertinggi dan bertanggung jawab  atas kelancaran  pelaksanaan yayasan dan pengurusnya.

B. Badan Alumni/Pengurus Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar dengan SK No.006/SKEP/PNM/1999 tanggal 07 Desember 1999 diadakan beberapa perubahan :
       a.  Yayasan     Wakaf    Merdeka   Badan     Perguruan  Nasional    Ujung
       Pandang menjadi Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar (YWM – PNM).
b.  Badan   Alumni – Pewaris  Pendiri menjadi Badan Alumni Penerus-Pendiri, Pewaris diganti penerus, dengan masa jabatan  selama 5 tahun, dan dapat dipilih kembali
                   c.  Badan   Penasihat / Pembina   menjadi   Dewan Penasihat / Pembina, terdiri atas alumni-alumni, tokoh-tokoh masyarakat, pakar-pakar dan cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu yang dapat menunjang kelangsungan, pengembangan dan peningkatan  yayasan dan perguruannya.
                   d.  Pelaksana    Harian   Perguruan   Nasional  Makassar  (PH/PNM)  dengan masa jabatan  4 tahun dan dapat dipilih kembali. Tugas utamanya adalah mengurus dan memimpin Perguruan Nasional, penyelenggara/pelaksana pendidikan  dan pemegang/pengatur  manajemen keuangan Perguruan Nasional.

C.   Susunan Pengurus Yayasan  Wakaf  Merdeka  Perguruan Nasional Makassar  sesuai Surat Keputusan tanggal 07 Desember 1999 :
       a.  Dewan Penasehat/Pembina
                        1. H. Andi Mattalatta
                        2. H. Andi Oddang
                        3. H. Bachtiar
b.  Pengurus  Badan  Alumni / Yayasan  Wakaf  Merdeka Perguruan
Nasional  Makassar  Periode 1999-2004
                        1 . Ketua                                             : H. Maulwi Saelan                                                     2. Wakil Ketua I                                    : Drg.Hj. Halimah Dg. Sikati
                        3. Wakil Ketua II                                : Ir. H.Z.A. Mannawi P         
                        4. Wakil Ketua III                              : Drs.H. Bisma A. Mukdan    
                        5. Wakil Ketua IV                              : Ir.H. Zainuddin Dg. Maupa
                        6. Sekretaris                                        : H. M. Jusuf Massese
                        7. Bendahara/Dana                             : Dra. Ny. Hj. Sabina Amir
                   c.   Pelaksana Harian Periode 1999-2003
                        1. Ketua Pelaksana Harian                  : Ir. H. Z.A.  Mannawi
                        2. Wakil Ketua                                    : Drs.H.E. Waworuntu
                        3. Sekretaris                                        : Dra. Hj. Ira Azis Taba
                        4. Bendahara                                       : Bachtiar
                        5. Bidang/Bagian                               
                        - Kep. Bid. Pendidikan                       : Drs.H.A. Latief  Mosseng
                        - Kep. Bid. Organisasi                                    : H. Husain Nanggo, SH
                        - Kep. Bid. Pengembangan/
                          Persiapan Perg. Tinggi                      : Prof.Dr. H. Halide
                        6. Koord. Bagian Ekstrakurikuler       : Ali Walangadi

D.   Kepengurusan  Yayasan  Wakaf  Merdeka  Perguruan  Nasional Makassar, sesuai SK  No. 006/SKEP/BA-YWM/PNM/1999 Tanggal 07 Desember 1999 berlangsung hingga  Oktober 2000. Karena beberapa anggota pengurus Pelaksana Harian tidak aktif lagi  maka bertepatan dengan hari ulang tahun  ke 55 Perguruan Nasional Makassar diadakanlah perubahan dalam susunan pengurus pelaksana harian dan menyempurnakan susunan pengurus  badan alumni (pengurus yayasan ) sebagai berikut :
                   a.  Pengurus   Badan    Alumni / Yayasan    Wakaf   Merdeka  Perguruan                     Nasional Makassar  Periode  1999-2004

                        1. Ketua                                  : H. Maulwi Saelan 
                        2. Wakil Ketua I                      : Drg.Hj. Halimah Dg. Sikati
                        3. Wakil Ketua II                    : Ir. H.Z.A. Mannawi P          
                        4. Wakil Ketua III                  : H. Zaenuddin
                        5. Wakil Ketua IV                  : Ir.H. Zainuddin Dg. Maupa
                        6. Sekretaris                            : H. M. Jusuf Massese
                        7. Bendahara/Dana                 : Dra. Ny. Hj. Sabina Amir
                        8. Kep. Bid. Organisasi           : H. Husain Nanggo, SH
                        9. Kep. Bid. Pengembangan/
                            Persiapan Perg. Tinggi        : Prof.Dr. H. Halide
                  
b. Kepengurusan Pelaksana Harian periode 1999 – 2003, diperbaharui menjadi Pengurus Pelaksana Harian periode 2003 – 2007 dengan susunan sebagai berikut :
                        1. Ketua Pelaksana Harian      : Ir. H. Z.A.  Mannawi P
     2. Wakil Ketua                        : Ir. H. Zainuddin Dg. Maupa
     3. Bid. Pendidikan                  : Drs.H.E. Waworuntu
     4. Sekretaris                            : Dra. Hj. Djauharini Palangkey
     5. Bendahara                           : Rosmadiati Bachtiar, SE
     6. Pembantu Umum                : Drs.H. Latief  Mosseng
Setelah Drs .H. E. Waworuntu berpulang ke rahmatullah, Ketua Bidang Pendidikan dengan persetujuan Pengurus Yayasan dijabat oleh  Drs. H. Tantu Panna, MS.

E.      Struktur Organisasi Yayasan Periode 2006 – 2011
Dengan berakhirnya kepengurusan Badan Alumni Penerus Pendiri Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar Periode 19992004, maka pada tanggal 08 Oktober 2006, bertempat di Hotel Kenari Pantai Jl. Sompa Opu No. 289 Makassar, diadakan rapat anggota Badan Alumni Penerus Pendiri Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar untuk memilih pengurus periode berikutnya. Struktur organisasi mengalami perubahan secara keseluruhan dalam rangka penyesuian dengan Undang-Undang  Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Istilah struktur pada akte yayasan sebelumnya berubah menjadi organ yayasan yang terdiri dari :

1.         Pembina ; kewenangannya meliputi :
a.       Keputusan mengenai perubahan anggaran dasar
b.      Pengangkatan dan pemberhentian anggota pengurus dan anggota pengawas
c.       Penetapan kebijakan umum yayasan berdasarkan anggaran dasar yayasan
d.      Pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan
e.       Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran yayasan
f.       Pengesahan laporan tahunan
g.      Penunjukan likuidator dalam hal yayasan dibubarkan.
Masa jabatan pembina tidak ditentukan lamanya, ketua dan anggota pembina adalah anggota Badan Alumni Penerus Pendiri YWM– PNM.
2.         Pengurus adalah organ yayasan yang bertanggung jawab penuh melaksanakan kepengurusan yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua, sekretaris dan bendahara.
Pengurus diangkat untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali.
3.         Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan. Pengawas juga berwenang memeriksa dokumen-dokumen, memeriksa pembukuan keuangan yayasan dan mengetahui segala aktivitas pengurus serta memberi peringatan kepada pengurus apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan dalam penyelenggaraan yayasan.
Adapun susunan organ Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar  Periode  2006 – 2011 sesuai SK No. 05/SKEP/YWM-PNM/11/2006 adalah sebagai berikut :
I.         PEMBINA         
Ketua                   : H. Maulwi Saelan
Sekretaris/Dana    : H.M. Jusuf Massese
                   Anggota               : H. Bachtiar
                                                  H. Andi Oddang
                                                  Ir.H. Zaenuddin Dg. Maupa
                                                  Dra.Hj. Sabina Amir
                                                  Prof.Dr.H. Winarno Surachmat, M.Sc
                                                  Prof.Dr.H. Halide
                                                  Hj. Hamsinah Ali Abdullah
                                                  Drs.H. Abdul Latief Mosseng
                                                  Drs. Syamsu Niang, M.Pd
                                                  Drs. H. M. Natsir Azis, M.Pd

II.      PENGURUS     
                   Ketua                   : Drs. H. Syarifuddin Saleh, M.Si
                   Sekretaris             : Dra.Hj. Djauharini Palangkey
                   Bendahara            : Rosmadiati Bachtiar, SE
                   Anggota               : Drs.H. Tantu Panna, MS
III.    PENGAWAS 
                        : Drg.Hj. Halimah Dg. Sikati
                                                  Ir. H.Z.A. Mannawi P
                                                  H. Zaenuddin

F.    Organ Yayasan Periode 2011 – 2016
Dengan berakhirnya kepengurusan Organ Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar Periode 20062011, maka pada tanggal 08 Oktober 2011, bertempat di Kantor YWM-PNM, diadakan rapat organ Yayasan Wakaf Merdeka Perguruan Nasional Makassar untuk memilih pengurus periode berikutnya (2011-2016). Dalam rapat tersebut, hadir Ketua Pembina H. Maulwi Saelan, berhubung kesehatan beliau terganggu, pimpinan rapat diserahkan kepada H. Bachtiar. Dalam rapat tersebut, diputuskan kepengurusan organ yayasan periode 2006-2011 dilanjutkan kembali untuk periode 2011 – 2016.

4.      PARADIGMA-PARADIGMA  YM-PNM

FALSAFAH
Mencerdaskan kehidupan bangsa dan melanjutkan pewarisan nilai-nilai juang 1945 menuju masa depan sesuai tujuan Negara RI, yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila & UUD 1945.
VISI
Mewujudkan Perguruan  Nasional sebagai Lembaga Pendidikan yang bertaraf nasional, professional dan semangat patriotik, mencetak SDM yang bermutu, bermoral, cerdas, terampil, berakhlak mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            MISI
Pengembangan kepribadian yang bertumpuh pada nilai-nilai juang 1945, nilai agama, sosial, budaya sesuai dengan kepribadian bangsa.
TUJUAN        
Ø  Memanusiakan manusia dalam wujud peningkatan SDM yang professional yang berahklakulkarima
Ø  Memelihara & mengembangan budaya bangsa yang bersendikan Pancasila & UUD 1945
Ø  Berpartisipasi secara aktif membantu Pemerintah dalam mengembangkan dan memeratakan. pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya

STRATEGI  PENGELOLAAN
Ø    Semi sentralisir
Ø    Merintis  penemuan-penemuan baru untuk pengembangan
PROGRAM UMUM Periode 2006 - 2011
Ø    Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan
Ø    Peningkatan Akses Yayasan dan Daya Saing
Ø    Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru & Pegawai
               
PROGRAM UMUM untuk Periode 2011 – 2016
1.                   Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan
2.                   Peningkatan Perangkat Pembelajaran  yang Berbasis IT
3.                   Peningkatan Pemeliharaan Aset dan Penataan Administrasi
4.                   Peningkatan Kompetensi Guru yang Berbasis IT
5.                   Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru dan Pegawai

Kelima program di atas dilandasi dengan budaya  DISIPLIN, MALU dan BERSIH dengan motto ; CERDAS, TERAMPIL dan BERBUDI LUHUR

3 komentar:

  1. Ibu, makasih banyak, berkat postinganta terbantu mka lagi dengan tugasku wkwkw :D salam rindu dr siswata yang terimut

    BalasHapus
  2. Sama2 nanda. Inilah salah satu tujuan dari tulisan ini.

    BalasHapus
  3. Sama2 nanda. Inilah salah satu tujuan dari tulisan ini.

    BalasHapus