Selasa, 29 April 2014

Trand Mode Kacamata

Trand Mode Kacamata


Akhir-akhir ini, aku sering mengalami kesulitan dalam aktivitas menulis dan membaca. Menurunnya fungsi mata dalam penglihatan seiring bertambahnya usia adalah penyebabnya (hahahaa....towami ramang). Aku resah dan merasa terbebani jika sedang memakai kacamata. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kacamata harus di pakai untuk kelancaran dalam beraktivitas.

Kacamata sudah menjadi trand mode dari dulu. Banyak yang menjadikan kacamata sebagai salah satu aksesoris dalam berpenampilan. pengguna kacamata hampir di semua jenjang usia. Bahkan di usia yang sangat dini, tidak jarang kita jumpai balita yang memakai kacamata. Tapi ini sebagian besar hanya sekedar gaya yang di desain oleh orang-orang yang berada di sekeliling balita agar si balita kelihatan lucu dan makin menggemaskan. karena diusia yang masih balita, daya akomodasi mata masih sangat kuat dan bagus.

Memakai kacamata, sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. baik di usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Hal ini di karenakan adanya kelainan pada organ mata sehingga mengalami penurunan fungsi penglihatan. Bagi yang matanya masih normal, kacamata sering digunakan sekedar untuk menyempurnakan penampilan. Jenis kacamata yang paling sering di ginakan adalah kacamata hitam atau rayban/riben.

Pada cuaca yang ekstrim, panas matahari menyilaukan mata. Riben menjadi salah satu alternatif/pilihan yang sangat cocok untuk digunakan. Baik dalam perjalanan yang menggunakan sepeda, motor, mobil pribadi, kendaraan umum, atau sekedar duduk bersantai ria sambil menikmati pemandangan alam. Bahkan sering kita jumpai beberapa orang dijalanan berjalan kaki menggunakan riben. Ini dilakukan untuk melindungi mata dari sinar matahari.

Berbicara tentang kacamata, sepertinya aku tak boleh bandel lagi. Ketidaksenangan saya memakai kacamata adalah salah satu pemicu menurunnya fungsi mataku saat ini (di luar faktor U :)). Jika boleh jujur, aku lebih senang memakai kaca mata hanya untuk gaya hehehee... Sebenarnya, 10 tahun yang lalu dokter telah menganjurkan untuk memakai kacamata. Waktu itu, aku memang memakainya tapi bukan pemakai yang aktif melainkan pemakai yang pasif. aku sering lepas-pakai lepas-pakai. Akibatnya, mataku bertambah minus. Aku tidak menyangka kalau kebiasaan buruk iru malah akan memicu bertambah parahnya penglihatan.

Jika anda pengguna kacamata, jangan sering lepas -pakai karena dapat mengganggu daya akomodasi mata. Mata beradaptasi dengan ukuran kacamata yang kita pakai. Saat memakai kacamata -1.00, maka mata akan beradaptasi dengan -1.00 agar akomodasi mata benar-benar mencapai +1.00 (berdasarkan hitungan sederhana -1.00 (buram) +1.00 (akomodasi) = 0 = (jelas). Saat melepas kacamata, mata akan menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa kacamat (optikonline.blogspot.com).

Kini, aku membutuhkan kacamata yang baru lagi yang bikan hanya sekedar gaya, tapi kebutuhan akan mata yang kian mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Wajar khan...?? hehehee...tapi, jika anda pengoleksi kacamata hitam, mungkin trik di bawah ini yg pernah saya baca di tempo.co. jumat 12 juni 2013 bisa menjadi alternatif dalam memilih kacamata :

1. kaca mata hitam harus dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet UVA atau UVB. Biasanya, kacamata seperti ini menyediakan label yang bertuliskan lenses block 99 % atau UVA dan UVB rays.

2. Lensa kacamata hitam juga harus memenuhi standar kegelapan dari Institut American National Standart (ANZI) yaitu Z80.3

3. Melindungi dari paparan radiasi dengan panjang gelombang lebih dari 400 nanometer. Dalam label kacamata biasanya bertuliskan UV 400 protection.

4. Pilih kacamata dengan rona lensa yang tepat. Tentunya kacamata dengan rona gelap lebih baik dibandingkan dengan rona lensa yang mengkilat. Namun, tidak ada salahnya memilih beberapa rona lain seperti merah marun atau cokelat. Hanya saja, kacamata dengan rona lensa warna warni dapat mendatangkan kesulitan bagi Anda untuk membedakan warna lampu lalu lintas.

5. Gunakan lensa kaca yang berpolaris jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di air. Lensa kacamata yang terpolarisasi dapat mengurangi silau dengan menyaring sinar yang memantul dari permukaan, seperti air atau trotoar.

6. Pertimbangkan kualitas lensa. Beberapa ahli mata menyarankan, sebaiknya berhati-hati ketika membeli kacamata hitam dengan harga yang sangat murah. Kemungkinan lensa pada kacamata hitam yang sangat murah dapat mempengaruhi kualitas optik.

7. Ukuran lensa lebih besar lebih baik. Ukuran lensa yang lebih besar memiliki cakupan perlindungan sekitar kulit mata yang lebih luas. Perlindungan yang luas ini dapat mengurangi penetrasi sinar UV.

8. Pilih ukuran yang pas. Pilihlah kacamata yang tidak terlalu kencang menekan telinga dan hidung. Bila terlalu kencang dapat membuat lecet kulit telinga dan hidung. Maka ukuran kaca mata yang ideal adalah menutupi sekitar area alis tidak menekan bulu mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar