Minggu, 20 April 2014

Benciku Tak Pernah Benar-Benar Ada

       Mungkin anda pernah mendengar kalimat "benci tapi rindu", entah dari siapa, aku gak tau dan tak mau tau (hikz).  Kalimat ini sudah sangat familiar di kalangan manapun.  Kalangan yang saya maksud disini adalah jenjang usia.  Kalangan anak-anak saja sudah tahu, dengan fasihnya mengucapkan kalimat ini.  Terbukti anak tetangga saya kemarin menyanyikan lagu"benci tapi rindu" sambil bermain dengan teman-teman sebayanya.  Sangat jelas kalau lagu ini dinyanyikan tanpa melibatkan perasaan sang vokalis (hehehee).  Namanya saja anak-anak, terang saja kalau tidak larut dalam syair lagu itu, mungkin blom pernah merasakan sakit karena rindu.  Kalangan remaja tak diragukan lagi, kalimat benci tapi rindu sudah menjadi aturan baku dalam kisah asmara cinta monyet, terlebih pada kalangan dewasa.  Pada kalangan orang tua aku gak tau banyak, mungkin karena fase ini blom terlewati olehku (hahahaaa.... sok muda).
     Dalam kehidupan sehari-hari, kita bersinggungan dengan banyak orang.  Tanpa sengaja, bisa saja menyinggung perasaan orang lain yang secara otomatis akan tertanam perasaan benci di hatinya.  walau kita tahu bahwa perasaan benci itu adalah sifat almiah manusia, tetap saja harus menjaga dan berusaha menjauh dari koridor yang dapat memicu kebencian antar sesama.
       Kata "benci",  kadang-kadang refleks terlontar begitu saja tanpa rem, tanpa perintah otak.  Kata benci yang terlontar biasanya diiringi dengan ekspresi seseorang.  Jika seseorang mengucapkan kata benci dengan ekspresi yang biasa-biasa saja, kita masih bisa santai dan tak perlu terlalu khawatir.  Mungkin saja orang itu tidak sedang benar-benar benci atau inilah yang dinamakan benci tapi rindu.  Tetapi, jika seseorang mengucapkannya di barengi dengan perubahan raut muka menjadi tegang, kemerah-merahan dan diiringi dengan gerakan yang kurang mengenakkan maka anda perlu berhati-hati.  
       Membenci seseorang tidak harus dengan ucapan kongkrit seperti ini "aku benci padamu".  Untuk itu anda harus pintar-pintar menginterpretasikan sendiri perubahan sikap aeseorang yang lain dari biasanya.  Nah, jika anda dalam posisi sedang di bwnci, mungkin ada baiknya introspeksi diri dengan mencari solusi yang tepat.  Jangan sampai solusi yang anda ambil justru akan memperkeruh suasana.  Ada baiknya pelajari situasi terlebih dahulu  sebelum bertindak.  Buatlah orang yang sedang dalam posisi membenci  takluk setelah anda melakukan sesuatu yang membuatnya senang.   Karena dalam perasaan senang dan bahagianya seseorang, cenderung akan melakukan hal-hal yang bersifat positif.  jadi, bisa saja menurunkan kadar bencinya.

Salam Kompak tanpa benci
AO/20-04-14
Sungguminas, Tepian Sungai Jeneberang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar