Selasa, 29 April 2014

Trand Mode Kacamata

Trand Mode Kacamata


Akhir-akhir ini, aku sering mengalami kesulitan dalam aktivitas menulis dan membaca. Menurunnya fungsi mata dalam penglihatan seiring bertambahnya usia adalah penyebabnya (hahahaa....towami ramang). Aku resah dan merasa terbebani jika sedang memakai kacamata. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kacamata harus di pakai untuk kelancaran dalam beraktivitas.

Kacamata sudah menjadi trand mode dari dulu. Banyak yang menjadikan kacamata sebagai salah satu aksesoris dalam berpenampilan. pengguna kacamata hampir di semua jenjang usia. Bahkan di usia yang sangat dini, tidak jarang kita jumpai balita yang memakai kacamata. Tapi ini sebagian besar hanya sekedar gaya yang di desain oleh orang-orang yang berada di sekeliling balita agar si balita kelihatan lucu dan makin menggemaskan. karena diusia yang masih balita, daya akomodasi mata masih sangat kuat dan bagus.

Memakai kacamata, sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. baik di usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Hal ini di karenakan adanya kelainan pada organ mata sehingga mengalami penurunan fungsi penglihatan. Bagi yang matanya masih normal, kacamata sering digunakan sekedar untuk menyempurnakan penampilan. Jenis kacamata yang paling sering di ginakan adalah kacamata hitam atau rayban/riben.

Pada cuaca yang ekstrim, panas matahari menyilaukan mata. Riben menjadi salah satu alternatif/pilihan yang sangat cocok untuk digunakan. Baik dalam perjalanan yang menggunakan sepeda, motor, mobil pribadi, kendaraan umum, atau sekedar duduk bersantai ria sambil menikmati pemandangan alam. Bahkan sering kita jumpai beberapa orang dijalanan berjalan kaki menggunakan riben. Ini dilakukan untuk melindungi mata dari sinar matahari.

Berbicara tentang kacamata, sepertinya aku tak boleh bandel lagi. Ketidaksenangan saya memakai kacamata adalah salah satu pemicu menurunnya fungsi mataku saat ini (di luar faktor U :)). Jika boleh jujur, aku lebih senang memakai kaca mata hanya untuk gaya hehehee... Sebenarnya, 10 tahun yang lalu dokter telah menganjurkan untuk memakai kacamata. Waktu itu, aku memang memakainya tapi bukan pemakai yang aktif melainkan pemakai yang pasif. aku sering lepas-pakai lepas-pakai. Akibatnya, mataku bertambah minus. Aku tidak menyangka kalau kebiasaan buruk iru malah akan memicu bertambah parahnya penglihatan.

Jika anda pengguna kacamata, jangan sering lepas -pakai karena dapat mengganggu daya akomodasi mata. Mata beradaptasi dengan ukuran kacamata yang kita pakai. Saat memakai kacamata -1.00, maka mata akan beradaptasi dengan -1.00 agar akomodasi mata benar-benar mencapai +1.00 (berdasarkan hitungan sederhana -1.00 (buram) +1.00 (akomodasi) = 0 = (jelas). Saat melepas kacamata, mata akan menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa kacamat (optikonline.blogspot.com).

Kini, aku membutuhkan kacamata yang baru lagi yang bikan hanya sekedar gaya, tapi kebutuhan akan mata yang kian mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Wajar khan...?? hehehee...tapi, jika anda pengoleksi kacamata hitam, mungkin trik di bawah ini yg pernah saya baca di tempo.co. jumat 12 juni 2013 bisa menjadi alternatif dalam memilih kacamata :

1. kaca mata hitam harus dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet UVA atau UVB. Biasanya, kacamata seperti ini menyediakan label yang bertuliskan lenses block 99 % atau UVA dan UVB rays.

2. Lensa kacamata hitam juga harus memenuhi standar kegelapan dari Institut American National Standart (ANZI) yaitu Z80.3

3. Melindungi dari paparan radiasi dengan panjang gelombang lebih dari 400 nanometer. Dalam label kacamata biasanya bertuliskan UV 400 protection.

4. Pilih kacamata dengan rona lensa yang tepat. Tentunya kacamata dengan rona gelap lebih baik dibandingkan dengan rona lensa yang mengkilat. Namun, tidak ada salahnya memilih beberapa rona lain seperti merah marun atau cokelat. Hanya saja, kacamata dengan rona lensa warna warni dapat mendatangkan kesulitan bagi Anda untuk membedakan warna lampu lalu lintas.

5. Gunakan lensa kaca yang berpolaris jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di air. Lensa kacamata yang terpolarisasi dapat mengurangi silau dengan menyaring sinar yang memantul dari permukaan, seperti air atau trotoar.

6. Pertimbangkan kualitas lensa. Beberapa ahli mata menyarankan, sebaiknya berhati-hati ketika membeli kacamata hitam dengan harga yang sangat murah. Kemungkinan lensa pada kacamata hitam yang sangat murah dapat mempengaruhi kualitas optik.

7. Ukuran lensa lebih besar lebih baik. Ukuran lensa yang lebih besar memiliki cakupan perlindungan sekitar kulit mata yang lebih luas. Perlindungan yang luas ini dapat mengurangi penetrasi sinar UV.

8. Pilih ukuran yang pas. Pilihlah kacamata yang tidak terlalu kencang menekan telinga dan hidung. Bila terlalu kencang dapat membuat lecet kulit telinga dan hidung. Maka ukuran kaca mata yang ideal adalah menutupi sekitar area alis tidak menekan bulu mata.

Senin, 28 April 2014

Polisi Gadungan Mengatur Lalu Lintas

      
Beberapa bulan yang lalu, aku di buat penasaran dengan seseorang. Rasa keingintahuanku tentang dia semakin menjadi setelah hampir setiap hari aku melihatnya di tempat yang sama. Pertama kali melihatnya terasa ada yang aneh, gerak geriknya menunjukkan tanda-tanda adanya kekurangan mental walau secara fisik dia normal. Setelah beberapa kali melihatnya, aku mulai tersenyum padanya. Senyum yang ku lempar kadang-kadang dibalasnya dengan sorot mata kebingungan. Jika boleh jujur, awalnya aku takut tapi setelah sadar bahwa apa yang dilakukannya masih dalam koridor kewajaran, rasa takut mulai berkurang sedikit demi sedikit. Hilangnya rasa takut bukan berarti aku tidak waspada (hehehee...).

Aku tertarik menulis tentang dia, bukan karena ingin menggambarkan kekurangan yang dia miliki. Keterbatasan mental yang dimilikinya justru membawanya melakukan hal yang positif seperti yang kugambarkan dalam catatan kecil ini. Anggaplah ini sebagai bentuk kepedulian dan support sebagai pengguna jalan yang merasa telah diuntungkan atas kehadirannya, atas apa yang telah dilakukannya, di jalan yang setiap hari aku lewati. Karena aku sadar, menyampaikan support secara langsung adalah pekerjaan yang sia-sia karena dia tidak akan mengerti. Dia hanya mengerti bagaimana mengatur pengendara di lampu merah agar tidak terjadi kemacetan.

Dia berseragam layaknya satlantas walau tidak rapih sebagaimana layaknya satlantas sungguhan. Tapi pakaiannya masih terlihat sopan. Di bawah lampu merah jalan malino rutinitasnya. Kadang memakai topi kadang juga tidak. Mengatur lalu lintas secara sukarela, tanpa perintah dan tanpa larangan. Tidak peduli cengkeraman sinar matahari membakar kulitnya yang semakin hari semakin kecoklatan. Begitupun jika sedang hujan. Dia tetap berada di tengah keramaian kendaraan untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Kadang-kadang dia terlihat marah jika ada pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan lampu lalu lintas. Selain itu, dia juga sering ceramah ttg pentingnya mematuhi aturan lalu lintas jalan saat lampu merah sedang memyala. Ibarat seorang abdi negara yang telah mendedikasikan diri atas sumpah jabatan yang pernah diucapkan.

Sebenarnya telah lama aku ingin mengambil gambarnya melalui ponselku tapi takut dia marah. Keterbatasan waktu dan posisi yang kurang pas untuk pengambilan gambar saat berada di lampu merah membuatku kesulitan membidiknya. Selain itu, lampu hijau saat melewati jalan malino memberiku signal bahwa pengguna jalan tidak boleh berhenti apalagi untuk mengambil gambar. Nah, hari ini sepulang kantor dia masih terlihat berada di tempat yang sama seperti tadi pagi. Astagaaaa.... ini berarti, aktivitasnya dari pagi sampai sore dan itu setiap hari ckckckck.....

Setelah melihat situasi dan kondisi saat itu, aku berpikir inilah kesempatan aku membidiknya dengan kamera ponsel. Dia melihatku, tak ku sia-siakan kesempatan ini. Refleks aku memberikan signal bahwa aku ingin mengambil gambarnya dengan menunjukkan ponselku. Alhamdulillah dia tersenyum, aku tak mengerti arti senyumnya yang jelas  ini pertanda baik, pikirku. Rupanya dia mengerti atau mungkin dia juga gifo (gila foto hahahaa...). Tanpa sepatah kata, hanya dengan bahasa tubuh aku menyuruhnya untuk hormat dengan memberikan contoh dan dia mengikutinya. Ahai....."KLIK"..... berhasil, raut wajahnya mengisyaratkan kegembiraan. Rupanya dia menganggap aku telah melakukan sesuatu yang berharga baginya. Dia bertanya "ibu mau belok kiri atau belok kanan?" aku bilang kiri. Sok pahlawan dia meminta kepada pengendara yang lain untuk memberiku jalan. Tapi aneh.... dia mengarahkan aku belok ke kanan. Waahh...Paraaaaahhh.....!!

Dia adalah seorang polisi gadungan yang berbeda dengan polisi gadungan yang lainnya. Bedanya adalah dia tidak punya modus apa-apa yang membuat dirinya meraup keuntungan. Dia adalah polisi gadungan yang bernilai positif, punya nilai plus, disenangi oleh banyak orang terutama para pengguna jalan di sekitar area jalan malino. Keterbelakangan mental yang dimilikinya tidak harus membuatnya tersisih dari orang lain. Tapi dia malah bersahabat dengan banyak orang dari apa yang telah dilakukannya yaitu mengatur laku lintas.

Gambaran diatas mungkin bisa menjadi renungan buat kita semua. Kalau saja seorang yang mempunyai keterbelakangan mental bisa melakukan hal-hal yang berguna untuk orangbbanyak, kenapa kita tidak????

.Catatan:
# Sampai saat catatan ini kutulis, aku belum berani bertegus sapa sehingga namanyapun aku blom tau hikz....
# Karena signal bermasalah maka fotonya blom bisa ter-upload nih malam. Fotonya nyusul yaa.... xixixiiii.....


AO/28-04-2014
Sungguminasa

inilah foto si polisi gadungan yang baik hati

Minggu, 20 April 2014

Benciku Tak Pernah Benar-Benar Ada

       Mungkin anda pernah mendengar kalimat "benci tapi rindu", entah dari siapa, aku gak tau dan tak mau tau (hikz).  Kalimat ini sudah sangat familiar di kalangan manapun.  Kalangan yang saya maksud disini adalah jenjang usia.  Kalangan anak-anak saja sudah tahu, dengan fasihnya mengucapkan kalimat ini.  Terbukti anak tetangga saya kemarin menyanyikan lagu"benci tapi rindu" sambil bermain dengan teman-teman sebayanya.  Sangat jelas kalau lagu ini dinyanyikan tanpa melibatkan perasaan sang vokalis (hehehee).  Namanya saja anak-anak, terang saja kalau tidak larut dalam syair lagu itu, mungkin blom pernah merasakan sakit karena rindu.  Kalangan remaja tak diragukan lagi, kalimat benci tapi rindu sudah menjadi aturan baku dalam kisah asmara cinta monyet, terlebih pada kalangan dewasa.  Pada kalangan orang tua aku gak tau banyak, mungkin karena fase ini blom terlewati olehku (hahahaaa.... sok muda).
     Dalam kehidupan sehari-hari, kita bersinggungan dengan banyak orang.  Tanpa sengaja, bisa saja menyinggung perasaan orang lain yang secara otomatis akan tertanam perasaan benci di hatinya.  walau kita tahu bahwa perasaan benci itu adalah sifat almiah manusia, tetap saja harus menjaga dan berusaha menjauh dari koridor yang dapat memicu kebencian antar sesama.
       Kata "benci",  kadang-kadang refleks terlontar begitu saja tanpa rem, tanpa perintah otak.  Kata benci yang terlontar biasanya diiringi dengan ekspresi seseorang.  Jika seseorang mengucapkan kata benci dengan ekspresi yang biasa-biasa saja, kita masih bisa santai dan tak perlu terlalu khawatir.  Mungkin saja orang itu tidak sedang benar-benar benci atau inilah yang dinamakan benci tapi rindu.  Tetapi, jika seseorang mengucapkannya di barengi dengan perubahan raut muka menjadi tegang, kemerah-merahan dan diiringi dengan gerakan yang kurang mengenakkan maka anda perlu berhati-hati.  
       Membenci seseorang tidak harus dengan ucapan kongkrit seperti ini "aku benci padamu".  Untuk itu anda harus pintar-pintar menginterpretasikan sendiri perubahan sikap aeseorang yang lain dari biasanya.  Nah, jika anda dalam posisi sedang di bwnci, mungkin ada baiknya introspeksi diri dengan mencari solusi yang tepat.  Jangan sampai solusi yang anda ambil justru akan memperkeruh suasana.  Ada baiknya pelajari situasi terlebih dahulu  sebelum bertindak.  Buatlah orang yang sedang dalam posisi membenci  takluk setelah anda melakukan sesuatu yang membuatnya senang.   Karena dalam perasaan senang dan bahagianya seseorang, cenderung akan melakukan hal-hal yang bersifat positif.  jadi, bisa saja menurunkan kadar bencinya.

Salam Kompak tanpa benci
AO/20-04-14
Sungguminas, Tepian Sungai Jeneberang

Jumat, 18 April 2014

Pentingnya Management Waktu

Tahukah anda mengapa aku memaksimalkan waktu hari ini?
       Hari ini jumat 18 april 2014 jam 08.00 pagi, seperti biasa aku masih sibuk beres-beres di kamar ibu. Pekerjaan ini wajib dan sudah menjadi perioritas utama tiap kali berkunjung ke rumah ibu.  mulai dari beresin tempat tidur, utak atik isi lemari alias ngarapiin sampai ngumpulin baju-baju kotor untuk di cuci.  Nah, lega rasanya melihat semua sudah rapi.  Satu poin sudah selesai artinya masih ada beberapa poin lagi yang harus aku lakukan di hari ini.
       Poin kedua adalah berkunjung ke rumah nenek, walau hanya sekedar bersay hello cukuplah hari ini mengonati kerinduanku pada nenek tersayang yang sedang berjuang melawan sakitnya.  Sebenarnya mau berlama lama di rumah nenek apalagi saat ini di rumah nenek lagi ramai karena di saat yang bersamaan juga mendapat kunjungan dari saudara sepupu.  Setelah merapikan rambut nenek yang saat itu sempat terurai jatuh ke bahunya dan memberinya makan sesuai permintaannya yaitu nasi panas dan beberapa lauk kesukaannya akupun pamit untuk melanjutkan perjalanan.
       Point ketiga adalah ke pasar Bontoramba.  Salah satu pasar tradisional di kampungku yang entah sudah beberapa tahun tak pernah aku kunjungi.  Tadi pagi saat memasuki gerbang pasar, aku bertemu dengan teman se-masa SMA dulu.  Sebenarnya aku mau berlama lama ngobrol dengan teman tapi karena mau memaksimalkan waktu hari ini maka obrolan kecil ini aku akhiri.  Sebelum melangkah aku sempat di godain dengan kalimat "hati-hati nanti hilang dalam pasar".  aku hanya tersenyum sebentar lalu setengah berlari akupun menerobos kedalam keramaian pasar untuk membeli perlengkapan bayi karena point keempat adalah membesuk ponakan yang baru lahir kemarin disalah satu pustu Galesong Kab Takalar.  
Point keempat adalah mengunjungi si bayi mungil.  SeteLah bercanda dan berhasil membuat si bayi mungil menangis, akupun pamit pada ibunya untuk melanjutkan perjalanan kerumah ibu.  
Point kelima adalah kopdar Alias kopi darat dengan teman-teman di IIDN-Makassar hari ini juga yang terjadwal jam 15.30 ba'da ashar.  nah, point yang kelima inilah yang membuatku memburu waktu hari ini atau memanfaatkan waktu se efisien mungkin.  jadwal yang telah terencana sehari sebelumnya tak boleh aku sia siakan.  kopdar ini adalah pertama kali buatku di komunitas ini.  Ada banyak hal yang membuatku sangat ingin hadir pada pertemuan ini.  Selain ingin berkenalan langsung juga ingin mendapat informasi langsung tentang keberadaan IIDN-Makassar serta bisa saling sharing dan berbagi pengalaman secara langsung.
       Alhamdulillah, semua jadwal hari ini bisa terlaksana dengan baik dan tepat waktu.  Inilah salah satu sisi positif pentingnya menagement waktu dalam kegiatan sehari hari
Untuk teman teman IIDN terima kasih banyak sharenya tadi sore, aku berharap masih banyak lagi pertemuan berikutnya untuk kita bisa saling bernagi.  terima kasih telah meluangkan waktu untuk bertemu

oh yaa... hampir lupa, ucapan terima kasih buat RIRIN yang telah menitipkan suvenirnya buat kami tadi sore.  lain kali ikut kopdar ya dan sukses selalu untuk ririn dan usahanya sehubungan dengan suvenirnya tadi sore :) 

#AO#18 -04-14
Sungguminasa

Kamis, 17 April 2014

Katakan TIDAK untuk Konvoi Setelah UN

Hari ini, Rabu 16 April 2014 adalah hari yang paling dinantikan oleh siswa-siswi yang tengah melaksanakan UN. Ketegangan yang mereka hadapi selama 3 hari terakhir yaitu Senin, Selasa, dan Rabu dalam melaksanakan UN seakan ingin mereka hempaskan di hari ini.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun kemarin, ada banyak cara yang mereka lakukan untuk melepaskan kepenatan. Konvoi, bernapas lega, coret-coret baju sekolah bahkan tidak jarang dari mereka yang melepaskan tangisan harunya seperti yang terjadi tadi siang. Melihat aku jalan masuk ketengah lapangan sekelompok siswa menghampiriku, memelukku, menangis sampai tidak sadar kalau dilapangan tuh lagi panas matahari. 

Senin, 14 April 2014

Pete2 Mks VS Angkot Bdg


Bandung (Bdg)= Sopir yg mengatur penumpang
Makassar (Mks)= Penumpang yg mengatur sopir.

      Pete2 adalah sebutan khas alat angkot umum di Makassar sementara jauh di daerah Bandung sana di kenal dengan sebutan Angkot. Tingkat keegoisan penumpang masih sangat tinggi ini terlihat dari cara mengambil posisi tempat duduk yang selalu mau di pinggir dekat pintu. Tidak jarang antar sesama penumpang saling tegang bahasa hanya karena mau menempati posisi duduk yang sama dengan berbagai alasan. Alasan yang paling sering di kemukakan adalah pusing alias mabuk kendaraan. 
      Kenyataan menunjukkan bahwa jumlah pete2 yang ada di Makassar dgn Bandung cukup jauh berbeda. Perbandingan yang sangat mencolok inilah yang kemungkinan menimbulkan adanya perbedaan dlm hal tata kedisiplinan berangkot. Jumlah pete2 di Makassar sangat banyak sehingga memberikan peluang kepada calon penumpang untuk memilih milih pete2 yang bakal mereka tumpangi. Hal inilah yang memicu para sopir angkot untuk memanjakan penumpangnya sekaligus rela hati untuk tidak mengatur penumpang dalam hal posisi tempat duduk. Jika kesadaran mengambil posisi tempat duduk bisa di pahami oleh para penumpang maka paling tidak bisa memaksimalkan waktu untuk lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Bayangkan saja klo hari ini saya naik angkot posisi depan sdh penuh sementara sy harus mengambil posisi duduk paling belakang sementara susahx melangkah diantara penumpang yg lain selain itu barang bawaan penumpang juga banyak dlm angkot yang sempit.


#AO/07-04-14
(saat dlm pete2 sentral-minasa)

Efek Sebuah Reward


       Senangnya pagi pagi sudah mendapat energi positif dari Founder IIDN-Interaktif (Ibu Ibu Doyan Nulis). Sebuah komunitas ibu ibu ataupun calon ibu dengan segudang ide ide kreatif. Founder yang saya maksud tidak lain adalah Mbak Indari Mastuti. Masih pagi mbk indari telah menggelitik kebungkaman dan kefakuman kami para Silent Rider di komunitas ini. Ada ada saja ide kreatif dari ibu yang satu ini untuk memotivasi kami para anggotax. salah satu bentuk motivasinya kali ini adalah dengan menyediakan reward berupa sebuah buku untuk membuat kami bangkit dari ke-Silent Reader-an para anggota IIDN untuk berargumen atau berkomentar. 

Tenda biru/TPS 007 = Tangisan Bocah


       Banyak orang lalu lalang dengan kesibukan yang sama, menuju suatu pesta/hajatan besar yang belakangan ini ramai di perbincangkan orang yaitu Pesta Demokrasi. Mereka berpakaian rapi dengan dandanan yang beragam. Ada yang berdandan biasa biasa saja, ada juga yang berdandan lebih dari biasanya. Tidak ada yang berpakaian pesta ataupun berpakaian adat dengan segala pernak perniknya. Semua tampil biasa biasa saja.
      Sudah menjadi tradisi masyarakat umum dalam menyelenggarakan suatu pesta atau hajatan selalu ada tenda biru (bisa juga warna lain). Pesta kali ini tidak menyediakan musik seperti biasanya. Tidak juga menyuguhkan beragam makanan mulai dari makanan khas daerah/makanan tradisional maupun makanan nasional ditambah lagi dengan makanan penutup berupa buah buahan atau es cream. Tenda biru kali ini tidak lain adalah TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang hanya menyuguhkan 4 kertas suara mulai dari DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.
       Saat memasuki salah satu tenda biru/TPS 007 membran tymphani saya menangkap suara isak tangis seorang bocah berbaju biru. Tanpa menunggu perintah dari otak secara refleks saya menoleh ke kiri, rupanya bocah itu sedang menarik narik kaki baju ibunya dan ibunya hanya tertawa sambil melangkah hendak meninggalkan TPS 007. Naluri keibuan saya mengantarkan saraf motorik yang menggetarkan bibirku untuk tersenyum kepada ibu sang bocah berbaju biru sambil menyelidik dan mencari tau alasan kenapa menangis. Si bocah itu makin histeris ingin kembali masuk ke tenda biru/ TPS 007 dengan alasan belum makan.
       Owalaaahhh........ Rupanya si bocah ini berpikir bahwa pesta ini sama dengan pesta yang sering dia kunjungi bersama orang tuanya yaitu pesta yang menyediakan beragam makanan dan minuman. Hhhmmm..... Akupun tertawa kecil melihat kelakuan si bocah. dalam hati aku bergumam "Semoga saja tangisan si bocah berbaju biru bukan pertanda bakal ada tangisan rakyat 5 tahun ke depan".

#AO/09-04-14
Sungguminasa

D'Terong Show Musik Dangdut VS D'Terong Show Demokrasi


       Acara musik dangdut d'terong show selama ini menarik perhatian banyak orang. Pembawa acaranya yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik dengan kejenakaan mereka banyak menghipnotis para penontonnya. Selain itu para komentator yang hadir untuk memberikan kritikan dan saran-saran serta pujian adalah para pedangdut senior dengan jam terbang yang sudah tidak diragukan lagi. Mereka mempunyai banyak penggemar yang terpencar di beberapa daerah baik dalam dan luar negeri. Belum lagi suporter dari para finalis lomba yang lolos bersaing dalam acara d'terong show musik dangdut. Dukungan dari para sahabat dan keluarga serta teman-teman se-suku terus mengalir bahkan tidak jarang dukungan langsung dari beberapa pejabat tertentu misalnya Bupati dan Kapolres juga terus mengalir. Hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam acara d'terong show musik dangdut dalam menarik simpati masyarakat.
       Paparan tentang d'terong show di atas adalah hal yang biasa. yang tidak biasa adalah kehadiran 2 Tokoh Politik dalam acara D'Terong Show Demokrasi semalam. Beliau adalah Joko Widodo yang akarab di sapa JOKOWI dengan Abu Rizal Bakrie atau ICHAL. Keakraban kedua tokoh politik senior ini terlihat sangat kental saat Abu Rizal Bakrie memeluk Joko Widodo selepas mendendangkan lagu dengan judul Kopi Dangdut. Terlebih saat mereka bergantian saling memuji satu sama lain.
       Kita tahu bahwa mereka berdua adalah calon orang nomor 1 di negeri ini, tentu saja dari usungan partai politik masing-masing. Jokowi diusung oleh partai PDIP sementara Ichal diusung oleh Partai Golkar. Mereka berdua terlihat sangat santai dengan wajah yang selalu berseri-seri dan senyum serta gelak tawa yang tak pernah lepas dari bibir mereka. Mungkinkah karena mereka baru saja lepas dari perhelatan AKBAR....??. yaahh.... kami hanya bisa berharap semoga kemesraan di atas penggung ini akan semesra mereka membawa INDONESIAku menjadi negeri yang LUAR BIASA.

#AO/11 April 14
Sungguminasa, di pinggiran sungai jeneberang.

"Cili" dalam Bahasa Gaul ala Makassar


       Beberapa waktu yang lalu, saya posting catatan kecil ke wall salah satu komunitas ibu-ibu di Makassar. Komunitas itu bernama IIDN-Makassar (Ibu-Ibu Doyan Nulis). Sekedar informasi tentang IIDN. IIDN Makassar lahir sebagai anak cabang dari IIDN-Interaktif (Pusat). Selain hadir di Makassar Komunitas ini terlebih dahulu hadir di berbagai pelosok di pulau Jawa sampai akhirnya merambah keseluruh pulau di tanah air. Selain itu komunitas ini mengepakkan sayapnya alias Go Internasional sampai ke Eropa dan beberapa negara Asia lainnya (sekedar promosi kalau saja ada ibu-ibu yang pengen bergabung untuk saling share hal-hal yang positif). Catatan kecil yang saya posting itu berkisah tentang Pete-Pete (pete-pete adalah sarana angkot di Makassar... kali aja ada yang blom tau hehee) isinya tidak lain adalah pengalaman pribadi saat menumpang pete-pete dengan rute Sentral - Minasa. (teman-teman pasti sudah menerka warna pete-pete yang saya maksud. warna apa hayyooo....)
       Nah, mungkin kalian berpikir ada hubungan apa antara pete-pete dengan Bahasa gaul ala Makassar yaitu Cili?  Beberapa saat setelah postingan tersebut, ada komentar dari salah seorang teman yang mengatakan bahwa dia jarang menggunakan jasa pete-pete sebagai sarana angkot karena selalu di antar jemput kecuali saat "cili". oh ya.. hampir lupa klo saya belum mendefenisikan istilah "cili" sesuai topik diatas cili Bhasa gaul ala Makassar.
       Çili adalah pemanfaatan waktu yang bersamaan dalam suatu keadaan tertentu yang sama pentingnya (ini versi AO saja lho... jika ada versi lain dari teman-teman tolong di share ke AO ya..?). Sebagai manusia biasa, kadang-kadang kita teledor soal management waktu. Contohnya saat mengikuti salah satu acara di suatu tempat secara tiba-tiba (bisa juga sudah terjadwal) ada kepentingan di tempat lain, maka serta merta kita akan meninggalkan acara tersebut dalam waktu beberapa saat dan akan kembali setelah urusan di tempat lain telah terselesaikan.
       Ada pertanyaan buat kalian:
1. Pernahkah anda mendengar istilah cili sebelumnya?
2. Pernahkah anda melakukannya?
3.Tertarikkah anda untuk mencoba menggunakan kata cili?

#AO/11-04-14
Sungguminasa,Gowa

Detik-Detik Menjelang UN


       Pelaksanaan ujian nasional merupakan salah satu indikator pencapaian standar nasional pendidikan. Banyak fenomena yang telah terjadi di sepanjang sejarah ujian nasional. Pro dan Kontra dari berbagai elemen dan pemerhati pendidikan turut memberikan warna dan sumbangsih pemikiran dalam fenomena tersebut. 

Syair Lagu VS Kenangan = Bahagia

      Pagi yang cerah di pusat kota sungguminasa, tepatnya pinggiran sungai jeneberang terdengar alunan lagu Obie Messakh. Alunan lagu "Kisah kasih di Sekolah" sempat menghentikan langkahku sejenak saat akan menuju lapangan Syeckh Yusuf / Discovery untuk jogging di minggu pagi. Bait lagu yang sempat tersengar adalah :
 Malu aku malu pada semut merah
 Yang berbaris di dinding 
Menatapku curiga
Seakan penuh tanya Sedang apa di sini 
Menanti pacar jawabku 
      Lagu ini sempat membangkitkan energi positifku sepersekian menit. membawa alam pikirku berkelana ke masa puluhan tahun silam. Indah memang, sama seperti yang di katakan banyak orang bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah. menurut anda bagaimana......? hehehee.... Apa yang telah membuat anda tersenyum saat mendengarkan lagu nostalgia tertentu? apakah anda punya kenangan terhadap lagu tertentu? Mungkin iya. kenapa? karena sebuah kenangan tidak harus dengan suatu pengalaman di masa lalu yang selalu berhubungan dengan kisah percintaan anda. walaupun kebanyakan orang selalu mengidentikkan masa lalu dengan kisah asmara. 
      Kenangan masa lalu baik itu membahagiakan pada masanya ataupun sebaliknya, justru kenangan itu pernah membuatmu menangis dalam kesedihan. Jika itu terkenang kembali tetap saja menyisakan kerinduan di sudut hati bahkan tidak jarang seseorang akan menempatkan kerinduan itu di tengah hatinya. Porsi kerinduan itu sendiri tergantung dari pahit manisnya yang berimbas pada manis masamnya senyum yang anda kulum saat itu. Saat di mana terkenang kembali dengan masa lalu anda. Seperti yang saya tuliskan pada paragraf pertama. Ada kenangan dalam lagu "Kisah Kasih di Sekolah" Tentu saja anda bisa membayangkan bagaimana manisnya senyumku di pagi ini. wkwkwk...... Happy Sunday Guys.....

 #AO/13-04-14 
Sungguminasa#Pinggir lapangan Syeckh Yusuf